Indonesia

Promo Eau de Zwitsal

Posted on Updated on

Promo: Parfume Eau de Zwitsal yang sedap dan sedang ngetop. Tiap Peserta Tour Serbalanda, harga €10 per botol

Minyak wangi Belanda, Zwitsal Asli, Produk Belanda, Oleh-oleh Belanda, Minyak Wangi
Eau de Zwitsal

Note: Max 1 botol per peserta. Harga botol kedua €12,50. 
Ukuran 95Ml, jadi aman masuk koper bagasi maupun cabine.

Pemesanan minimal 7 hari sebelum hari tour.
Note: Maaf belum melayani pengiriman ke Indonesia.

Oleh-oleh yang Sedang Digandrungi di Belanda dan Indonesia. Siapa yang tidak mau dipanggil mesra oleh sang pujaan hati. Dijamin akan ada pujian “Kamu Wangi deh Baby. So Innocent.” Parfume ini cocok untuk tua dan muda. Bisa disemprotkan ke badan maupun pakaian.

Untuk info lebih lanjut, silakan hubungi kami.
Advertisements

Garuda Hapus First Class ke Amsterdam

Posted on Updated on

Garuda_SeatEka Tanjung dari Serbalanda, tidak tahu apa perasaan kawan ketika membaca judul berita ini. Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia memutuskan untuk menghapus kursi First Class untuk penerbangan dari dan ke Schiphol Amsterdam. Penghapusan Kelas Paling Mewah itu berlaku mulai 29 Oktober 2017 ini. Apa dampaknya?

Dampak buat penulis secara pribadi, Tidak ada. Haha. ha
Karena sejujurnya sejauh ini memang belum pernah merasakan empuknya First Class. Dan kemungkinan juga tidak atau belum berencana menggunakan tempat paling mewah di pesawat. Mendingan uangnya untuk beli oleh-oleh. Dan belum tentu juga akan pernah duduk di situ. Selalu milih kelas ekonomi saja.

Oh ya, pernah sekali duduk di tempat non ekonomi. Naik Garuda dari Amsterdam ke Jakarta lewat Singapura, sekitar 20 tahun lalu. 

Penulis sejatinya mengantongi tiket ekonomi biasa, tapi ketika hendak check-in, tanpa diduga berjumpa kawan SMP di Bogor dulu. Setelah bincang ngaler-ngidul, dia ternyata bekerja sebagai ground stewardess Garuda di Schiphol.

eka_tanjung_2017_kontak

Barangkali wanita tinggi semampai itu, iba melihat tampang Eka Tanjung yang memelas, sepertinya kawan itu merasa ingin bantu. Ternyata benar, dia bilang :”boleh lihat kertas bookingnya.”  Sambil mengambil lembaran bukti booking dari tanganku.

Dia berjalan ke arah desk yang kosong dan mengetik, dan tak lama kemudian menyerahkan tiket ke tangan penulis. Sejatinya sampai di situ, saya yang awam, masih belum sadar apa yang terjadi.

Berubah Premium
Selang sejam kemudian, waktunya boarding tiba. Di sana baru sadar bahwa ternyata tiketku berubah status menjadi Premium. Rupanya kawan lama tadi mengupgraded status tiket dari economy menjadi premium. Memakan kenikmatan yang bukan haknya. Rasanya rada hambar.

Pantat Enak
Memang kursinya lebih enak ke pantat ini dan sajian makanan dan minumannya juga beda. Lokasinya kalau tidak salah antara Business dan Economy. Enak juga sih, walaupun tidak terbiasa. Agak sungkan juga rasanya. Malah susah tiduur.

Baik, sudah cukup ngelantur. Sekarang kembali ke realita. Keputusan GIA menghapuskan kursi First Class mungkin bagi sebagian besar kawan juga tidak terlalu berimbas.

Oktober 2017
Hanya jumlah kursi saja bertambah. Jadi rute Amsterdam-Jakarta pp, mulai akhir Oktober 2017 nanti hanya akan menggunakan satu jenis pesawat Boeing 777-300ER V2 saja. (Lihat gambar di atas yang kanan.)

Tanpa First Class
Pesawat jenis ini memang tidak memiliki kelas Utama atau First Class. Kursinya terdiri dari Business Class dan Economy Class saja. Secara total jumlah kursinya nambah menjadi 393 penumpang yang terbagi: 26 kursi di kelas Business dan 367 di Economy Class.

Sementara jumlah kuris di Boeing Tipe 777 yang memiliki kelas Utama (8 kursi) total bisnis dan ekonomi lebih sedikit.  Total berisikan 318 penumpang terdiri dari  8  First, 42 Business dan  268  Economy. (lihat gambar di atas, yang sebelah kiri.)

Lebih Banyak Kursi
Dengan keputusan ini maka penerbangan Garuda Jakarta – Amsterdam (GA088 maupun GA089) akan mampu mengangkut lebih banyak penumpang. Jumlah kursi ekonomi bertambah tapi jumlah kursi di business juga menurun dari 42 menjadi 26 kursi.

Economy Laris
Menurut pihak Garuda keputusan ini disandarkan pada meningkatnya permintaan tiket kelas ekonomi ke Indonesia. Dengan kata lain penumpang Eropa mulai berhitung bahwa dengan naik kelas ekonomi pun juga bisa sampai ke tempat tujuan.

Service Bagus
Aspek kedua barangkali, publik Eropa atau orang Indonesia yang domisili di Eropa berfikir, “ngapain ambil kelas business atau kelas utama wong kualitas pelayanan Garuda di kelas ekonomi juga sudah luar biasa bagusnya.”  Ehem .. ehem.. iklan gratis = tiket gratis?

Buat kawan yang ingin pulang dari Amsterdam atau liburan ke Amsterdam di akhir tahun 2017, jangan kuatir. Masih cukup tersedia kursi. Tapi bagi kawan yang sudah terbiasa dengan naik First Class atau Business jangan sedih.

Ayo, terbang sebanyak-banyaknya pake Garuda Indonesia (GA088 dan GA089) sebelum tanggal 29 Oktober 2017 ini. Agar bisa merasakan penerbangan terakhir dalam kelas paling joss.

Atau kalau tetap masih ingin naik Garuda jalur Jakarta-Amsterdam di First Class, silakan belok dulu lewat London Inggris. Sebab Garuda masih memperahakan jalur penerbangan Heathrow – Soekarno-Hatta dengan Boeing berisi 8 kursi First Class.
Pilihan Pada Kita!

Links:
Transit di Amsterdam Baiknya Ngapain?
Top 40 Tempat Wisata di Belanda
Kiat Hemat Liburan di Belanda
Taksi dari dan Ke Bandara Schiphol Amsterdam

Buku Harian: Tentara Belanda di Indonesia

Posted on Updated on

Schermafdruk 2017-08-08 01.48.16
Ronald Nijboer (Facebook)

Pada Selasa 8 Agustus 2017, berlangsung peluncuran buku berjudul “Tabé Java, Tabé Indië.”  Karya tulis Ronald Nijboer (30 tahun) ini mengenai pengalaman kakeknya, Evert-Jan Nijboer di Indonesia. Ditulis dalam Bahasa Belanda, namun buku setebal 288 halaman ini sangat menarik bagi generasi muda Belanda dan bagi orang Indonesia untuk mengintip sisi pandang mata Belanda. 

Bulan Agustus selalu istimewa dalam hubungan sejarah antara Indonesia dan Belanda. Akhir pendudukan Jepang, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno-Hatta terjadi di bulan Agustus 1945.

Acara Bulan Agustus
Eka Tanjung sebagai warga Indonesia di Belanda, belakangan ini melihat berbagai publikasi yang menyangkut hubungan kedua negara. Masyarakat Indonesia di Belanda mempersiapkan acara 17 Agustus 2017, memperingati 72 tahun kemerdekaan. Seperti halnya di Tanah Air,  Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI) di Den Haag menggelar berbagai pertandingan memperebutkan Piala Kemerdekaan. Tenis Meja, Badminton, Tenis Lapangan, Catur dan lainnya.

Sementara itu di tempat lain Den Haag Belanda juga berlangsung hari peringatan pembebasan Warga Keturunan Hindia Belanda de Indo’s dari pendudukan Jepang, 15 Agustus 1945.

Bulan Agustus secara umum bagi Indonesia adalah awal dari kebebasan memiliki negara sendiri. Bagi warga Indo, adalah peringatan akhir penderitaan sepanjang 3,5 tahun, pendudukan Jepang.

Schermafdruk 2017-08-08 01.56.36
Evert-Jan Nijboer (facebook)

Evert
Sementara itu bagi Ronald Nijboer,  Agustus adalah hari peluncuran bukunya perdananya tentang diary kakeknya, Evert-Jan Nijboer. Sang kakek yang sudah meninggal pada tahun 2008 lalu itu, pernah bertugas ke Indonesia bersama ratusan tentara Belanda yang dikirim dalam upaya mengembalikan stabilitas Hindia Belanda usai penyerahan Jepang.

Perang Kalah
Buku yang resmi dirilis 8 Agustus 2017 ini merupakan napak tilas perjalanan selama tugas di Hindia Belanda. “Masuk dalam peperangan yang berakhir kekalahan.”
Tidak heran jika sang kakek tidak pernah cerita secara langsung kepada anak cucunya sekembalinya dari “perang”  di Hindia. (Indonesia)

Walaupun membisu sampai akhir hayatnya tentang pengalaman pahitnya dalam peperangan, namun hebatnya, Evert-Jan mewariskan buku harian, tulisan, dokumen dalam sebuah peti kayu. Peti itu mengungkap banyak hal tentang masa gelap nya di Pulau Jawa, terutama Batavia.

Schermafdruk 2017-08-08 01.39.36

Konon, selain kekaguman pada alam dan penduduk Indonesia yang memukau, Evert-Jan juga menuliskan tentang peperangan, penembakan, pemboman, operasi militer dan kehilangan rekan seperjuangan.

Schermafdruk 2017-08-08 01.38.12

Eka Tanjung dari Serbalanda membaca cuplikan buku ini yang ditayang online di website sang penulis. Dari 10 lembar yang bisa dibaca, tampak cara penuturan penulis yang bagus dan mudah dicerna. Mungkin juga karena Eka Tanjung sedikit banyak sudah mengenal sejarah perpisahan resmi Indonesia dan Belanda.

Buku berjudul “Tabé Java, Tabé Indië”  “Selamat Berpisah Jawa, Selamat Berpisah Hindia,” tampaknya menarik untuk generasi sekarang ini.
Penulisan oleh generasi muda Belanda ini tergolong langka. Sebab selama ini generasi muda Belanda, tidak banyak tahu tentang sejarah di Timur Jauh.Mungkin ada faktor kesengajaan para orang tua mereka. Untuk apa mengenang sebuah kehilangan dan kekalahan. Mirip dengan rasa kalau kita kalah pertandingan sepakbola di partai final. Rasanya malas untuk mengenang kembali kekalahan itu. Kita harus “Move On” !

Sejauh ini hanya satu dua saja penulis sejarah yang melahirkan buku tentang fakta sejarah yang kelam dan menyakitkan bagi Belanda. Dan baru Ronald ini yang mendalami dan menyelami perjalan Kakek kandungnya sendiri.  Yang usianya ketika mulai menulis diary itu 21 tahun. (8 tahun lebih mudah dari usia Ronald ketika menuliskan menjadi buku.)

Eka Tanjung sudah tidak sabar ingin membaca buku ini. Kebetulan ada sepekan waktu liburan. Menikmati penulisan tentang pengalaman sang kakek Belanda di Indonesia (1945-1949).

Mungkin ada baiknya juga buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda, agar ada gambaran dan contoh perlunya akan menghormati sejarah. Dan juga perlunya untuk menuliskan sejarah tanpa rekayasa.

Sekedar Informasi Menarik:
Tour Tiga Tempat Yang Murah Meriah di Belanda
Penginapan Murah Meriah di Belanda
Top 40 Macam Menu Makanan Indonesia di Belanda

Top 40 Resto HALAL non-Indonesia di Belanda.
Top 30 Resto HALAL, Indonesia – Suriname di Belanda
Top 60 Macam Sambal di Belanda
Top 40 Restoran Indonesia di Belanda
Top 40 Tempat Wisata Belanda

Armada Bis Serbalanda Tour

Posted on Updated on

20170509_020933Arus Wisata dan Perjalanan Dinas dari Indonesia ke Eropa semakin meningkat. Banyak WNI yang masuk Eropa lewat berbagai bandara seperti Schiphol Amsterdam.

Eka Tanjung dari Serbalanda Tour merasakan betul peningkatan itu. Kian banyak permintaan akan pendampingan pemandu wisata Indonesia yang memahami situasi di Eropa.

Selain itu permintaan akan armada kendaraan pun semakin deras. Kami mencoba membangun kerjasama dengan semua stake holders di Belanda dan Eropa.

20170428_121029
Ramai
Bulan April 2017 ini Serbalanda Tour untuk pertama kali dalam sebulan menyiapkan tiga bus berkapasitas 47 tempat duduk untuk membawa tiga group yang berbeda. Selama dua tahun fokus di bidang pariswisata Eropa ini memberi segudang pelajaran yang berguna di sektor baru. Koneksi jaringan usaha dan kemitraan semakin meningkat.
Holong_Testi_2017
Kepercayaan dari pihak penyaji rental bisa ukuran menengah dan besar semakin kuat dan meyakinkan. Hal itu terbukti dengan kesiapan cepat kendaraan yang dipesan, hanya dalam kurun tiga hari menjelang hari-H. Dengan segala upaya dan kesungguhan pihak penyaji jasa kendaraan bus di Belanda, tampaknya mereka ingin memberikan layanan terbaik.

Mega_Retha
Dengan segala kerendahan hati, Serbalanda Tour mendapat pengalaman demi pengalaman dalam memberikan pelayanan yang semakin membaik dan terkoordinir.
Pilihan rumah makan halal yang semakin banyak. Makanan Belanda yang aman konsumsi.

Bus_Serbalanda_06

Atas kerjasama dengan kawan-kawan Indonesia pemilik restoran dan pemberi jasa transportasi  yang sudah bertahun dan berpuluh tahun bergerak di bidang pariwisata di Belanda dan Eropa, Serbalanda banyak mendapat pelajaran. Dan sekarang berupaya menjalin kerjasama yang kuat dan terpercaya.
20170415_142336

Serbalanda berharap bisa menyatukan kekuatan kawan-kawan pelaku usaha bisnis tour dan travel di Belanda dan Eropa (Jerman, Belgia, Paris, London, Milan, Slovenia dll) ini untuk bahu-membahu bekerjasama.

Sebab arus permintaan pendampingan wisata dari Indonesia dan juga Malaysia semakin banyak dan mengalami peningkatan signifikan. Hal itu perlu mendapat perhatian dan penggalangan kekuatan demi memberikan rasa puas bagi tetamu Indonesia yang datang ke Eropa.

Bus_Serbalanda_05

Keamanan
Sejalan dengan jumlah pengunjung dari Indonesia dan negara lain Asia, berdampak pula pada ‘kecemburuan sosial’ yang meningakibatkan para copet mencari keberuntungan dengan cara yang tidak elok. Serbalanda semakin banyak mendengar kabar buruk tentang korban kecopetan. Bukan saja terjadi di Paris, Milan, Roma atau London. Namun hal itu sudah mulai kerap terjadi pula di Amsterdam dan Brussel.
Awas_Copet_01
Sebagai Pelaku Usaha Jasa Pariwisata, Eka Tanjung mengutamakan dua hal penting. Pertama keselamatan tamu merupakan urutan pertama. Disusul dengan barang pribadi seperti paspor, surat, kartu dan dokumen pribadi. Urutan ke tiga adalah kenyamanan dan keindahan liburan itu sendiri.

Setiap kali mendampingi tamu maka Eka Tanjung dari Serbalanda Tour selalu mengimbau untuk waspada, menggunakan sabuk pengaman di kendaraan. Waspada akan barang dan tas pribadi. Tas sebaiknya diselempangkan di depan perut kita. Atau jangan menyimpan dompet atau HP di kantong belakang celana.
Awas_Copet_02
Semoga tamu-tamu dari Indonesia dan Malaysia bisa maksimal menikmati liburan di Belanda dan negara lain Eropa tanpa mengalami hal-hal yang mengesalkan dan menjengkelkan.

Kiat Liburan Eropa di Musim Dingin

Posted on Updated on

wp-image-381297975jpg.jpg
Datang ke Eropa di musim dingin membutuhkan persiapan yang baik. Baju tebal untuk membuat badan hangat. Agar bisa menghadapi cuaca dingin yang menusuk tulang. Kiat Sehat Berlibur Musim Dingin di Eropa. Beli Baju Musim dingin di Eropa.

Persiapan Musim Dingin di Eropa. Suhu Drop Sampai Minus, Liburan ke Eropa Musim Dingin, Musim Salju di Eropa. Eka Tanjung, Serbalanda Tour
Pakaian Tebal Pelindung Udara Dingin

Masuk  Eropa antara bulan Desember-Februari, disambut udara yang dingin. Bahkan bisa menyaksikan Salju di jalan-jalan. Di Musim Dingin, suhu ngedrop ke kisaran ( – 5° sampai 10°  Derajat Celsius.) Dengan temperatur yang berbeda jauh dari Indonesia, butuh persiapan khusus. Berikut beberapa saran Serbalanda.

  • Jaket Tebal
  • Sweather
  • Sarung Tangan
  • Tutup Kepala
  • Tutup Telinga
  • Sjaal
  • Pelembab Bibir
  • Long John atau Pakaian Dalam Thermo
  • Kaos Kaki Wol
  • Sepatu Tebal

Barang-barang ini bisa dibawa dari Indonesia. Namun semua itu bisa juga dibeli di negara pertama Eropa kedatangan, seperti di Belanda. Bersandar pada pengalaman kami, harga-harga pakaian, terkhusus pakaian musim dingin, lebih murah di toko-toko Belanda daripada di Indonesia.

Citrosan, minuman Vitamin C, Menjaga Stamina Selama Liburan di Musim Dingin. Banyak makan buah.
Minuman Puyer Menyembuhkan Meriang
Menjaga Bibir Tetap Lembab, Obat Bibir Kering, Mencegah Bibir Kering.
Lip Balm atau Pelembab Bibir
Sapu Tangan Kertas, Tisu Kering, Pilek, Ingusan, Bersin-bersin
Tisu Untuk Menjaga Bersin
Sepatu Booth Musim Dingiin, Kaki Tahan Dingin
Sepatu Penahan Kaki Tetap Hangat
Tolak Angin, Obat Masuk Angin, Seat Selama di Musim Dingin
Tolak Angin Menyembuhkan Kembung
Vitamin_C
Vitamin C
eka_tanjung_2017_kontak
Menghubungi Serbalanda

“Harga pakaian musim dingin, jaket tebal dan lainnya masih lebih murah di Belanda sendiri daripada di Indonesia,” seorang kawan Serbalanda. 

Di Belanda ada beberapa toko retailer yang harganya sangat bersahabat:
ACTION,
ZEEMAN,
PRIMARK,
WIBRA.
Dll.

Selain pakaian, untuk menikmati maksimal musim dingin diperlukan juga kondisi fisik yang prima. Dengan melakukan hal-hal di bawah ini.

  • Suplement Vitamin C atau Buah
  • Sarapan yang mencukupi sebelum beraktivitas di luar,
  • Kunjungi Tempat Wisata dalam ruang,
  • HP cukup pulsa dan data untuk Komunikasi,
  • Alaram Number: 112,
  • Kartu Asuransi dan Alamat di Indonesia dan Belanda.

Bila kawan sudah mempersiapkan dengan baik, maka liburan di musim dingin bisa lebih nyaman tanpa merasa tersiksa dengan suhu dingin. Sebab walaupun dingin masih banyak hal menarik yang bisa dijalani.

Orang Belanda lebih banyak menyempatkan diri mengunjungi Chrismas Markets atau ke Musea. Di Belanda terdapat sekitar 700 musea.

21 Desember Musim Dingin
Musim Dingin di Eropa secara resmi mulai 21 Desember. Sebelum itu masih dikatakan Musim Gugur. Eropa memiliki empat musim, Musim Semi, Musim Panas, Musim Gugur atau Musim Rontok dan Musim Dingin. Secara kasar empat musim ini bisa dikelompokkan sebagai berikut.

  1. Musim Dingin (21 Desember – 21 Maret)
  2. Musim Semi (21 Maret – 21 Juni)
  3. Musim Panas (21 Juni – 21 September)
  4. Musim Gugur (21 September – 21 Desember)

Tautan menarik:
1. Kiat-Kiat Pipis Murah di Belanda
2. Sering Pipis di Musim Dingin
3. Belanda Tetap Indah di Musim Dingin
4. Simcard Mudah dan Murah untuk Eropa

TOP 20 Pasar Malam Belanda

Posted on Updated on

Tong Tong Festival
Sumber: Tongtongfair.nl

Sampai hari ini nostalgia hubungan Belanda dan Indonesia masih terpelihara. Berbagai kegiatan keseharian mengingatkan akan masa lalu. Kebudayaan Pasar Malam masih hidup sampai sekarang. Pergi ke Pasar Malam di Belanda bisa jadi pengalaman istimewa, buat kawan Indonesia yang sedang berlibur di Belanda.

Tidak berlebihan bila Serbalanda meyakini bahwa Pasar Malam lebih sering dimarakkan di Negeri Kumpeni ini daripada di Indonesia sendiri. Eka Tanjung mendata minimal ada 20 even pasar malam sepanjang tahun di Belanda ini.

Ada baiknya bila kawan kebetulan sedang berada di Belanda, untuk merasakan suasana Pasar Malam di Belanda.

Acara koempoelan bernuansa, tari, lagu dan makan-makan ini tersebar di berbagai tempat. Dari Groningen di Utara sampai Selatan dari Barat sampai Giethoorn. Berikut daftar 20 Pasar Malam di Belanda.

Read the rest of this entry »

Lawatan Ganjar Pranowo, Berbuntut Polemik di Suriname

Posted on Updated on

Suriname IndonesiaOleh-oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah usai lawatan ke Suriname Oktober 2015, memicu kebingungan. Soal pengiriman 500 perawat, diartikan lain di Suriname.

Orang nomor satu Jawa Tengah kepada media di Indonesia menyebutkan bahwa Kementrian Tenaga Kerja Suriname meminta 500 perawat spesialis ginjal. Berita ini tentu saja disambut baik di tanah air. Seperti dilansir Antara News.

Namun demikian Serbalanda membaca media Suriname bahwa di negeri Amerika Latin itu sendiri belum ada kata sepakat antara menteri dan pejabat negara.

Bukan Pemerintah
Patrick Pengel, menteri Kesehatan Suriname kepada media Starnieuws menepis anggapan bahwa pemerintah yang akan mendatangkan 500 perawat dari Jawa.

“Gagasan itu tidak datang dari Kemetrian Kesehatan, Kementrian Luar Negeri maupun mentri-mentri lainnya. Kemungkian inisiatif muncul dari pihak swasta.” 

Namun demikian Menteri Pekel tidak menyebutkan pihak swasta yang memprakarsai gagasan ini. Mendengar menteri Kesehatan berkelit, sontak saja Paul Somohardjo, pemimpin partai #keturunan Jawa, Pertjajah Luhur merasa tersinggung dan naik pintam.

Keturunan Jawa

Sebagai keturunan Jawa, Paul tidak terima Gubernur dari Tanah Leluhurnya ditanggapi tidak serius di Suriname. Dengan sangat kecewa Paul Somohardjo kepada media Starnieuws juga menyebutkan bahwa sikap berkelit yang diungkapkan menteri kesehatan Patrick Pengel itu bisa merusak hubungan dengan Indonesia.

Somohardjo berujar :” Gubernur Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah berbicara dengan berbagai petinggi pemerintah, di antaranya mengenai persoalan ini (500 perawat red. ) Tapi mengapa sekarang ada statement yang merendahkan Indonesia?”

Eka Tanjung dari Serbalanda menilai bahwa Somohardjo merasa tersinggung dengan sikap Menteri Kesehatan. Petinggi parta Jawa itupun mengambil contoh kasus Cina dan Kuba yang mengirim pekerjanya ke Suriname.

“Ketika Dalian China mengirim pekerjanya ke Suriname untuk mengaspal jalan dan membangung rumah, tidak ada yang berkomentar. Di kala Kuba berkontribusi mengirimkan tenaga kesehatan, tidak ada yang mengeluhkan. Namun ketika, gubernur dari Jawa bertemu dengan wakil presiden, menteri Luar Negeri, menteri Tenaga Kerja, para dokter, menawarkan 500 perawat dari Indonesia ke Suriname, dipandang negatif? Ini namanya tebang pilih,” kata Somohardjo.

Masalah Dana

Eka Tanjung mencoba memaknai polemik di Suriname ini. Persoalan inti adalah uang dan Suriname bukanlah negara yang kaya. Menteri Kesehatan Pekel yang membawahi masalah kesehatan di Suriname menyebutkan bahwa prakarsa datang dari swasta. Berarti pemerintah tidak akan mendanai proyek ini. Bahkan mungkin sebaliknya, pemerintah akan melakukan seleksi ketat.

Seperti Pekel menyebutkan: “Jumlah penyakit kronis semakin meningkat. Pemerintah tidak bisa menangani semua. Sebagai akibatnya banyak klinik dan rumah sakit swasta tumbuh menjamur. Untuk itu pemerintah akan melakukan seleksi ketat.”

Dengan kata lain maka pemerintah tidak mampu menggaji 500 perawat dari Indonesia yang kemungkinan akan datang, swasta lah yang dipersilakan. Namun demikian bukan tanpa syarat. Sebab sang menteri menambahkan poin penting di Starnieuws.

“De procedure voor het aantrekken van krachten uit het buitenland is dat zij zich moeten aanmelden bij het ministerie Volksgezondheid en de inspectie. De mensen die nu vermoedelijk onderweg zijn naar Suriname, zullen een screening moeten ondergaan. Zij kunnen alleen tewerkgesteld worden in een instelling nadat Volksgezondheid hier goedkeuring aan heeft gegeven. De minister geeft aan dat streng gelet zal worden op de procedures.”

“Prosedur mendatangkan pekerja asing harus melaporkan kepada kementrian Kesehatan dan inspeksi, Orang-orang yang sekarang kemungkinan dalam perjalanan ke Suriname, harus melewati screening. Mereka hanya bisa mendapatkan izin kerja di instansi yang sudah direkomendasikan oleh Kemenkes di sini. Sang menteri menyatakan akan memantau prosedure secara tegas.”

Di sini pemerintah Suriname tampaknya ingin menunjukkan kesan bahwa bila swasta ingin mendatangkan 500 perawat spesialis ginjal, harus melalui prosedur dan aturan ketat. Serbalanda tidak melihat isi prosedur dan aturan ketat itu.

Menarik untuk menyimpulkan kabar pengiriman 500 perawat dari Jateng ke Suriname ini, tidak semudah yang masyarakat bayangkan. Harus ada tindaklanjut realisasinya.

Gubernur Ganjar sudah menjalankan tugasnya membuka jalan dan mempromokan daerahnya. Sekarang kalau muncul persoalan-persoalan simpang siur ini adalah tugas perwakilan Indonesia di Paramaribo untuk mengklarifikasikannya.

Serbalanda menilai bahwa perekonomian Suriname tidak lebih baik dari Indonesia. Selanjutnya kalau memang di Indonesia banyak perawat spesialis ginjal, mengapa tidak dipekerjakan di rumah sakit dalam negeri saja, kan Indonesia juga banyak pasien yang membutuhkan bantuan dari tenaga medis ini?