Indonesia

Kiat Liburan Eropa di Musim Dingin

Posted on Updated on

Musim dingin di Eropa butuh persiapan tersendiri. Suhu sekitar titik beku, perlu pakaian yang tebal dan hangat. Giethoorn Bersalju.
Giethoorn Bersalju

wp-image-381297975jpg.jpg
Datang ke Eropa di musim dingin membutuhkan persiapan yang baik. Baju tebal untuk membuat badan hangat. Agar bisa menghadapi cuaca dingin yang menusuk tulang. Kiat Sehat Berlibur Musim Dingin di Eropa. Beli Baju Musim dingin di Eropa.

Liburan musim dingin di Eropa. Persiapan Musim Dingin di Eropa. Suhu Drop Sampai Minus, Liburan ke Eropa Musim Dingin, Musim Salju di Eropa. Eka Tanjung, Serbalanda Tour
Pakaian Tebal Pelindung Udara Dingin

Masuk  Eropa antara bulan Desember-Februari, disambut udara yang dingin. Bahkan bisa menyaksikan Salju di jalan-jalan. Di Musim Dingin, suhu ngedrop ke kisaran ( – 5° sampai 10°  Derajat Celsius.) Dengan temperatur yang berbeda jauh dari Indonesia, butuh persiapan khusus. Berikut beberapa saran Serbalanda.

  • Jaket Tebal
  • Sweather
  • Sarung Tangan
  • Tutup Kepala
  • Tutup Telinga
  • Sjaal
  • Pelembab Bibir
  • Long John atau Pakaian Dalam Thermo
  • Kaos Kaki Wol
  • Sepatu Tebal
  • Kantong, Penghangat Tangan
  • Uang Receh 50 sen Euro, untuk ke Toilet berbayar
  • Obat-obatan (Jika diperlukan)

Barang-barang ini bisa dibawa dari Indonesia. Namun semua itu bisa juga dibeli di negara pertama Eropa kedatangan, seperti di Belanda. Bersandar pada pengalaman kami, harga-harga pakaian, terkhusus pakaian musim dingin, lebih murah di toko-toko Belanda daripada di Indonesia.

Citrosan, minuman Vitamin C, Menjaga Stamina Selama Liburan di Musim Dingin. Banyak makan buah.
Minuman Puyer Menyembuhkan Meriang
Menjaga Bibir Tetap Lembab, Obat Bibir Kering, Mencegah Bibir Kering.
Lip Balm atau Pelembab Bibir
Sapu Tangan Kertas, Tisu Kering, Pilek, Ingusan, Bersin-bersin
Tisu Untuk Menjaga Bersin
Sepatu Booth Musim Dingiin, Kaki Tahan Dingin
Sepatu Penahan Kaki Tetap Hangat
Tolak Angin, Obat Masuk Angin, Seat Selama di Musim Dingin. Liburan ke Eropa di Musim Dingin Winter. Musim Salju di Eropa
Tolak Angin Menyembuhkan Kembung
Vitamin untuk menjaga kesehatan selama liburan musim dingin di Eropa. Obat-obatan sakit di Eropa.
Vitamin C
Penghangat Tangan Delapan Jam, Kedinginan di Eropa, Penangkal Dingin di Eropa, Ati Dingin Liburan di Eropa
Kantong, Penghangat Tangan
Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata di Belanda. Ingin Berwisata Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik.
Kontak Serbalanda Tour

“Harga pakaian musim dingin, jaket tebal dan lainnya masih lebih murah di Belanda sendiri daripada di Indonesia,” seorang kawan Serbalanda. 

Di Belanda ada beberapa toko retailer yang harganya sangat bersahabat:
ACTION,
ZEEMAN,
PRIMARK,
WIBRA.
Dll.

Selain pakaian, untuk menikmati maksimal musim dingin diperlukan juga kondisi fisik yang prima. Dengan melakukan hal-hal di bawah ini.

  • Suplement Vitamin C atau Buah
  • Sarapan yang mencukupi sebelum beraktivitas di luar,
  • Kunjungi Tempat Wisata dalam ruang,
  • HP cukup pulsa dan data untuk Komunikasi,
  • Alaram Number: 112,
  • Kartu Asuransi dan Alamat di Indonesia dan Belanda.
  • Lepas Jaket, Sarung Tangan, Syal Ketika Dalam Mobil atau Rumah yang Hangat.

Kebanyakan Makan di Musim Dingin, Lebih baik daripada kurang. Karena perut kosong menjadikan badan lemah dan mengundang penyakit datang. Tubuh butuh lemak untuk menahan hujaman udara dingin, Supirsantun

Bila kawan sudah mempersiapkan dengan baik, maka liburan di musim dingin bisa lebih nyaman tanpa merasa tersiksa dengan suhu dingin. Sebab walaupun dingin masih banyak hal menarik yang bisa dijalani.

Orang Belanda lebih banyak menyempatkan diri mengunjungi Christmas Markets atau ke Musea. Di Belanda terdapat sekitar 700 musea.

21 Desember Musim Dingin
Musim Dingin di Eropa secara resmi mulai 21 Desember. Sebelum itu masih dikatakan Musim Gugur. Eropa memiliki empat musim, Musim Semi, Musim Panas, Musim Gugur atau Musim Rontok dan Musim Dingin. Secara kasar empat musim ini bisa dikelompokkan sebagai berikut.

  1. Musim Dingin (21 Desember – 21 Maret)
  2. Musim Semi (21 Maret – 21 Juni)
  3. Musim Panas (21 Juni – 21 September)
  4. Musim Gugur (21 September – 21 Desember)

TOP 20 Pasar Malam Belanda

Posted on Updated on

Tong Tong Festival
Sumber: Tongtongfair.nl

Sampai hari ini nostalgia hubungan Belanda dan Indonesia masih terpelihara. Berbagai kegiatan keseharian mengingatkan akan masa lalu. Kebudayaan Pasar Malam masih hidup sampai sekarang. Pergi ke Pasar Malam di Belanda bisa jadi pengalaman istimewa, buat kawan Indonesia yang sedang berlibur di Belanda.

Tidak berlebihan bila Serbalanda meyakini bahwa Pasar Malam lebih sering dimarakkan di Negeri Kumpeni ini daripada di Indonesia sendiri. Eka Tanjung mendata minimal ada 20 even pasar malam sepanjang tahun di Belanda ini.

Ada baiknya bila kawan kebetulan sedang berada di Belanda, untuk merasakan suasana Pasar Malam di Belanda.

Acara koempoelan bernuansa, tari, lagu dan makan-makan ini tersebar di berbagai tempat. Dari Groningen di Utara sampai Selatan dari Barat sampai Giethoorn. Berikut daftar 20 Pasar Malam di Belanda.

Read the rest of this entry »

Lawatan Ganjar Pranowo, Berbuntut Polemik di Suriname

Posted on Updated on

Suriname IndonesiaOleh-oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah usai lawatan ke Suriname Oktober 2015, memicu kebingungan. Soal pengiriman 500 perawat, diartikan lain di Suriname.

Orang nomor satu Jawa Tengah kepada media di Indonesia menyebutkan bahwa Kementrian Tenaga Kerja Suriname meminta 500 perawat spesialis ginjal. Berita ini tentu saja disambut baik di tanah air. Seperti dilansir Antara News.

Namun demikian Serbalanda membaca media Suriname bahwa di negeri Amerika Latin itu sendiri belum ada kata sepakat antara menteri dan pejabat negara.

Bukan Pemerintah
Patrick Pengel, menteri Kesehatan Suriname kepada media Starnieuws menepis anggapan bahwa pemerintah yang akan mendatangkan 500 perawat dari Jawa.

“Gagasan itu tidak datang dari Kemetrian Kesehatan, Kementrian Luar Negeri maupun mentri-mentri lainnya. Kemungkian inisiatif muncul dari pihak swasta.” 

Namun demikian Menteri Pekel tidak menyebutkan pihak swasta yang memprakarsai gagasan ini. Mendengar menteri Kesehatan berkelit, sontak saja Paul Somohardjo, pemimpin partai #keturunan Jawa, Pertjajah Luhur merasa tersinggung dan naik pintam.

Keturunan Jawa

Sebagai keturunan Jawa, Paul tidak terima Gubernur dari Tanah Leluhurnya ditanggapi tidak serius di Suriname. Dengan sangat kecewa Paul Somohardjo kepada media Starnieuws juga menyebutkan bahwa sikap berkelit yang diungkapkan menteri kesehatan Patrick Pengel itu bisa merusak hubungan dengan Indonesia.

Somohardjo berujar :” Gubernur Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah berbicara dengan berbagai petinggi pemerintah, di antaranya mengenai persoalan ini (500 perawat red. ) Tapi mengapa sekarang ada statement yang merendahkan Indonesia?”

Eka Tanjung dari Serbalanda menilai bahwa Somohardjo merasa tersinggung dengan sikap Menteri Kesehatan. Petinggi parta Jawa itupun mengambil contoh kasus Cina dan Kuba yang mengirim pekerjanya ke Suriname.

“Ketika Dalian China mengirim pekerjanya ke Suriname untuk mengaspal jalan dan membangung rumah, tidak ada yang berkomentar. Di kala Kuba berkontribusi mengirimkan tenaga kesehatan, tidak ada yang mengeluhkan. Namun ketika, gubernur dari Jawa bertemu dengan wakil presiden, menteri Luar Negeri, menteri Tenaga Kerja, para dokter, menawarkan 500 perawat dari Indonesia ke Suriname, dipandang negatif? Ini namanya tebang pilih,” kata Somohardjo.

Masalah Dana

Eka Tanjung mencoba memaknai polemik di Suriname ini. Persoalan inti adalah uang dan Suriname bukanlah negara yang kaya. Menteri Kesehatan Pekel yang membawahi masalah kesehatan di Suriname menyebutkan bahwa prakarsa datang dari swasta. Berarti pemerintah tidak akan mendanai proyek ini. Bahkan mungkin sebaliknya, pemerintah akan melakukan seleksi ketat.

Seperti Pekel menyebutkan: “Jumlah penyakit kronis semakin meningkat. Pemerintah tidak bisa menangani semua. Sebagai akibatnya banyak klinik dan rumah sakit swasta tumbuh menjamur. Untuk itu pemerintah akan melakukan seleksi ketat.”

Dengan kata lain maka pemerintah tidak mampu menggaji 500 perawat dari Indonesia yang kemungkinan akan datang, swasta lah yang dipersilakan. Namun demikian bukan tanpa syarat. Sebab sang menteri menambahkan poin penting di Starnieuws.

“De procedure voor het aantrekken van krachten uit het buitenland is dat zij zich moeten aanmelden bij het ministerie Volksgezondheid en de inspectie. De mensen die nu vermoedelijk onderweg zijn naar Suriname, zullen een screening moeten ondergaan. Zij kunnen alleen tewerkgesteld worden in een instelling nadat Volksgezondheid hier goedkeuring aan heeft gegeven. De minister geeft aan dat streng gelet zal worden op de procedures.”

“Prosedur mendatangkan pekerja asing harus melaporkan kepada kementrian Kesehatan dan inspeksi, Orang-orang yang sekarang kemungkinan dalam perjalanan ke Suriname, harus melewati screening. Mereka hanya bisa mendapatkan izin kerja di instansi yang sudah direkomendasikan oleh Kemenkes di sini. Sang menteri menyatakan akan memantau prosedure secara tegas.”

Di sini pemerintah Suriname tampaknya ingin menunjukkan kesan bahwa bila swasta ingin mendatangkan 500 perawat spesialis ginjal, harus melalui prosedur dan aturan ketat. Serbalanda tidak melihat isi prosedur dan aturan ketat itu.

Menarik untuk menyimpulkan kabar pengiriman 500 perawat dari Jateng ke Suriname ini, tidak semudah yang masyarakat bayangkan. Harus ada tindaklanjut realisasinya.

Gubernur Ganjar sudah menjalankan tugasnya membuka jalan dan mempromokan daerahnya. Sekarang kalau muncul persoalan-persoalan simpang siur ini adalah tugas perwakilan Indonesia di Paramaribo untuk mengklarifikasikannya.

Serbalanda menilai bahwa perekonomian Suriname tidak lebih baik dari Indonesia. Selanjutnya kalau memang di Indonesia banyak perawat spesialis ginjal, mengapa tidak dipekerjakan di rumah sakit dalam negeri saja, kan Indonesia juga banyak pasien yang membutuhkan bantuan dari tenaga medis ini?

Dari Perantauan Lestarikan Budaya yang Hampir Punah

Posted on Updated on

PWI Tingkepan
PWI Tingkepan

Komunitas Indonesia di Belanda ada yang menjalankan tradisi Mitoni atau Tujuhbulanan. Budaya ini di Indonesia sendiri sudah hampir terlupakan dan punah. Di Almere hidup lagi 12 September 2015 ini.

Kehamilan merupakan bagian dari kehidupan kita. Pernahkan Anda membayangkan apa yang terjadi pada ibu Anda ketika beliau hamil tujuh bulan? Ibu saya pernah menuturkan bahwa di usia kandungannya ke tujuh bulan beliau menjual jajanan pasar, dawet dan lainnya. Pembelinya adalah anak-anak di kampung sekeliling.

Jualan Makanan
Jualan makanan bukan profesi sesungguhnya, beliau saat itu sedang merayakan Tingkepan atau Pitungwulanan sebagai bentuk syukuran atau terima kasih kepada Tuhan. Sebuah bentuk ritual kemanusiaan yang luar biasa mengharukan.

Kegiatan Mitoni itu sayang sekali sudah mulai punah di Indonesia. Tapi dihidupkan kembali di Almere pada Sabtu 12 September 2015 di Anna Park Almere. Gagasan yang dicetuskan Ibu Dwi Harianie dari Perkumpulan Warga Indonesia (PWI) ini sangat menarik. Dari luar, yayasan ini berusaha memelihara budaya warisan nenek moyang.

Hari: Sabtu, 12 September 2015
Waktu: 18.30 – 01.00 uur.
Lokasi: Anna Park Almere
Sas van Gentlaan 10-12
1312 CT Almere

Hampir Punah

Tujuhbulanan ini merupakan thema tahunan Yayasan Perkumpulan Warga Indonesia.  Dwi Harianie dan kawan-kawan dengan sadar untuk tahun 2015 ini memilih prosesi tradisional yang sudah hampir punah di Indonesia. “Walau kami hidup di perantauan kami tetap berusaha menghidupkan dan melestarikan budaya Indonesia,” ungkap Dwi Harianie.

2015, hampir 40 tahun kemudian, Eka Tanjung membaca ada acara Mitonan di Belanda dan diselenggarakan oleh warga Indonesia, maka perlu mendapat dukungan dan apresisasi. Penulis berrencana hadir untuk membagi keindahan budaya leluhur kepada dua anak kami yang berusia 13 dan 7 tahun.

Eka Tanjung, terakhir kali mengikuti acara syukuran wanita yang hamil di bulan ke tujuh itu 35 tahun silam di Cianjur Jawa Barat. Pada acara Mitoni biasanya si calon ibu berjualan dawet, jajanan pasar dan nasi. Sangat indah mengenang acara itu karena selain menarik juga karena bayarnya cukup dengan pecahan genteng atau geting yang berserakan di pinggir gang.

Bawa Anak
Anak-anak kami tidak banyak mengenal budaya dan tradisi Indonesia. Apalagi Mitoni yang sudah jarang dilakukan di Belanda maupun di Indonesia. Untuk itulah anak-anak yang kebanyakan hanya tahu Natalan, Tahun Baru, Sinterklaas, Lebaran, akan ditambah dengan Mitoni.

Ferry Kusuma
Dorongan untuk datang semakin kencang ketika mengamati folder atau selebaran yang tergeletak di meja. Acara di Almere pada bulan September 2015 ini juga menghadirkan musik live oleh musisi yang sudah kondang di Belanda. Ferry Kusumah, Dewi Mas, formasi Melodi Bambu dan artis yang masih dirahasiakan namanya. Ferry bukan yang paling muda lagi, tapi menurut pengalaman penulis dia masih salah satu dari yang paling enerjik.

Tarian Tradisional
Hari itu publik yang datang masih juga akan dihibur dan dibuai dengan acara peragaan pakaian tradisional Indonesia. Lalu panitia juga menyiapkan tari-tarian berbagai daerah di Indonesia. Ini satu lagi bentuk uri-uri budaya Indonesia yang perlu mendapat dukungan dan dihadiri.

Catering
Bukan pesta yang sukses tanpa makanan, demikian mungkin yang tercetus dibenak panitia acara di Almere itu. Tidak keliru ketika penyelenggara menggandeng Siska Catering dalam mengisi aspirasi pemenuh selera lidah yang cocok mewakili ke Indonesiaan hari itu. Catering yang berbasis di Almere itu menyiapkan tujuh macam jajanan pasar khas Indonesia.

Tiket
Untuk tiket masuk, menyaksikan kemeriahan, pertunjukan serta konsumsi acara itu, panitia menetapkan harga € 20 untuk dewasa dan € 10 untuk anak-anak. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi, penyelenggara:

Ibu Dwi Harianie: 0653941326 dan Ibu Anies Darmi: 0652632229 atau email [pwi.almere@gmail.com]

Nyeruput Starbucks, Ternyata dari Indonesia

Posted on Updated on

20150301_111353Acara buka puasa dan sahur, terasa lengkap setelah nyeruput kopi panas seduh, jenis Arabika. Sudah kecanduan, karena tanpa kopi bisa sakit kepala. Barang nikmat di Starbucks itu berasal dari Indonesia.

Kecanduan
Sejak puluhan tahun tinggal di Belanda ini Eka Tanjung menjadi kecanduan kopi. Setiap hari sudah pasti minum dua gelas kopi seduh merk Douwe Egberts, Van Nelle atau kalau sedang berhemat Golden Coffee dari Lidl. Kalau sudah minum kopi, rasanya badan jadi segar. Detak jantung naik dan adrenaline melonjak..

Dan di jam kantor, orang di Belanda rata-rata minum kopi 3,5 cangkir per hari. Jadi bangsa Belanda sudah termasuk kecanduan kopi. Tidak terbayangkan seandainya di dunia ini tidak tumbuh pohon kopi. Mau kemana orang Itali mencari espresso?

Stroopwafels Sumber: Wikipedia.org

Tadi malam, di hari pertama buka puasa, sejenak melamun sambil ditemani secangkir kopi dan dua keping Stroopwafels rasa Roomboter, Eka Tanjung bertanya tentang asal usul kopi nikmat ini.

Kopi 28

Website Menarik
Akhirnya ketemu website menarik yang menjelaskan proses mulai penanaman kopi sampai pemetikan dan pembakarannya. Sambil menscroll website Bizbrain.com itu, penulis mulai menyadari bahwa biji kopi itu merupakan tanaman istimewa yang hanya tumbuh di dataran tinggi wilayah sekitar garis khatulistiwa. Tidak bisa tumbuh di sembarang tempat.

Di Eropa dan Amerika Utara tidak tumbul satu batang kopi pun di alam. Seperti Bunga Tulip yang tidak bisa tumbuh indah di alam Indonesia.

Starbucks sering menulis salah.

Indonesia Penting
Dengan kata lain Indonesia, negeri kita merupakan pemain sangat penting untuk memenuhi hasrat minum kopi manusia di seluruh dunia. Indonesia disebutkan sebagai eksportir terbesar nomor empat dunia. Kedai kopi ternama seperti Starbucks pun mengakui bahwa mereka menggunakan jenis kopi pilihan untuk memberikan kepuasan pengunjung. Salah satu jenis yang disajikan di kedai kopi Starbucks itu adalah jenis Isla Flores Indonesia

Kopi 01

Tempo Travel
Dan memang, jika kita menengok tulisan Yati Maulana “7 tempat asal kopi terbaik” di Tempo Online, disebutkan bahwa ada tujuh perkebunan kopi Indonesia yang sudah terkenal dengan hasil kopinya. Kopi-kopi dahsyat dari dataran tinggi ini sangat mendunia.

  1. Kopi Arabica Gayo
  2. Kopi Sidikalang Bukit Barisan
  3. Kopi Arang Java Jampit
  4. Kopi Toraja, Sulawesi Selatan
  5. Kopi Kintamani “Starbucks”
  6. Kopi Flores, Ngada NTT “Starbucks”
  7. Kopi Wamena, Lembah Baliem

Petani Kaya?
Jadi sebenarnya, ketika kita menyeruput kopi dari cangkir kertas dengan tulisan nama yang salah di Starbucks itu, kita sedang menikmati kopi hasil petikan saudara sendiri. Dengan harga yang fantastis di Starbucks dan merek serta label lain dunia, kita membayangkan betapa para petani di Lembah Baliem itu kaya raya, jika mereka mendapat 25% saja dari harga percangkirnya di kedai kopi.

Di sini Eka Tanjung bukan ekonom dan tidak sempat menganalisa perbandingan harga kopi dari petani dengan harga kopi di eceran. Tapi seperti zaman moderen ini, maka upah buruh di hilir jauh lebih rendah dari kedai di hulu. Dengan alasan karena ongkos produksi menjadi sajian kopi jadi, sangat panjang dan mahal. Yah.. kalau kopi berkarung-karung diangkut dulu ke Seattle, Washington USA untuk diperiksa dan dibakar dulu, lalu diangkut lagi untuk Kedai Starbucks di Jayapura ..ya su pasti saja harganya ja mahal. Kerna kaka rasanya juga sangat mak nyuss.

Sedangkan kopi yang lebih murah di kedai-kedai Banda Aceh atau di Bireun, tidak bisa bersaing dengan pemain internasional, karena berbagai kendala produksi dan distribusi. Intinya kita menjadi penikmat kopi Indonesia berlabel ‘asing.’  Kasus kopi ini bukan satu-satunya.

Tuna Ahok
Masih banyak kasus hasil bumi atau laut kita seperti hasi tambang, minyak bumi dan juga hasil laut seperti ikan. Sebagai contoh, Basuki Cahaya Purnama Gubernur DKI dalam acara penandatanganan MoU dengan Sumatera Barat mengenai kerjasama hasil laut. Ahok menyebutkan bahwa Ikan Tuna yang disajikan di restoran di Jakarta, merupakan impor dari perusahaan Jepang. Sedangkan ikan-ikan Tuna itu asalnya dari perairan Indonesia. Alasannya karena Jepang memiliki teknologi pengirisan ikan Tuna yang canggih. Indonesia belum memiliki teknologi itu.

Irisan Jepang
Gilaaaa.. pikir ku, lha sudah setengah abad kita punya hubungan kerjasama dengan Jepun dan mengirimkan ratusan peneliti dan kandidat PhD ke Negeri Sakura itu apakah tidak ada satupun yang mendalami teknik mengiris daging? Come on! gumamku dalam hati, tak terasa tangan kiriku menyampluk cangkir kopi Belanda dari Indonesia sampai hampir tumpah.

Kita Kapan?
Ahok menurutku sudah menyentuh inti persoalan dan permasalahan. Sederhana banget.. secara theori .. tapi praktiknya memang tidak mudah. Apa sih sebenarnya yang menjadi permasalahannya? Kenapa kita juara penikmat kopi dan Tuna segar serta penonton setia Champions League dini hari? Kapan kita bisa menjadi pembakar kopi terenak se dunia, pengiris Tuna terbaik dan pemain sepakbola terhandal?

Makin Pahit
Sambil memikirkan jawabannya, Eka Tanjung menyeruput kopi seduh yang mulai dingin, permukaannya sudah menyentuh ampas dasarnya. Setelah memahami dan menyadari ternyata kopi yang ku minum ini dari Gayo atau Flores, kok rasanya sedikit lebih PAHIT ya sekarang? Woo.. karena emosi .. ternyata ampasnya ..jadi .. terminum..

Mungkin Ini Facebooker Tertua Indonesia

Posted on Updated on

Lansia ini mungkin berhak masuk daftar MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia), sebagai orang Indonesia tertua yang rutin aktif di Facebook. Bi Etty yang tahun ini berusia 88 tahun masih aktif minimal dua jam sehari. Usianya lebih tua dari Persib Bandung.

Namanya Gartila Toeriresmi, berasal dari Jawa Barat kelahiran 1 November 1927. Dia pindah ke Rotterdam Belanda ikut suami di tahun 1950an. Almarhum suaminya, pria keturunan Suriname bernama Henk Tjen A Kwoei yang berprofesi sebagai guru.

Dia mulai punya akun Facebook sejak dikunjungi seorang keponakan dari Indonesia, empat tahun lalu. Keponakan inilah yang membuatkan akun Bi Etty di Facebook. Sejak itu pensiunan staf perpustakaan ini menghabiskan minimal dua jam sehari hanya untuk Facebook saja.  “Selain Facebookan, saya juga masih tulis email dan mengisi administrasi,” kata wanita beranak tiga itu.

Ganti Telepon
Bi Etty saat berita ini diturunkan April 2015, sudah punya kontak 450an orang, kebanyakan keluarganya di Indonesia. “Saya jadi bisa berhubungan dengan keponakan, cucu-cucu dan juga buyut.”  Etty merasa Facebook bisa menggantikan peran telefon dan mendekatkan keluarga besar yang terpisah antar benua. “Bagi saya Facebook ini seperti telepon dan email, malahan lebih bagus karena kita bisa membaca kembali bersama-sama, melihat foto dan pesannya tidak terbuang.”

Bi Etty Facebook
Bi Etty Facebook


Guru Sejarah

Selain kontak dengan keluarga keluarga, lansia kelahiran 1 November 1927 itu juga punya friends dari kalangan guru sejarah di Indonesia. Dengan usianya yang sudah lanjut, ia bisa menjadi sumber informasi tentang Bandung masa silam dan juga hubungan Belanda-Indonesia. Cocok sekali karena wanita yang masih tajam ingatan ini, adalah mantan dokumentalis di Perpustakaan Belanda.

Kesehariannya wanita yang masih senang berbahasa Sunda itu, aktif juga di lingkungannya di kota Rotterdam. Ia kerap kali diundang oleh kota praja Rottedam, dalam kegiatan masyarakat sebagai inspirator bagi anak-anak muda. Wanita yang sudah beruban rata itu, berslogan tidak ada kata “terlalu” tua untuk belajar. Aktisnya di Facebook merupakan bukti dari keuletannya mengenal teknologi baru dan Media Social.

Persib Kalah
Bi Etty menyadari bahwa ia merupakan kelompok langka untuk orang Indonesia yang aktif di Facebook. Tidak heran ketika salah seorang kontaknya terkejut melihat usianya, dan membandingkan dengan klub sepakbola ternama Bandung, Persib yang berdiri tahun 1933. “Aduh ibu, ternyata lebih tua dari Persib,” katanya menirukan tulisan di dindingnya.
Eka Tanjung dari Serbalanda  belum pernah mendengar ada sosok Indonesia di atas 88 tahun yang masih aktif lebih dari dua jam di Facebook. Jika ini demikian maka sudah selayaknya Gartila Toeriresmi masul catatat MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai orang tertua asal Indonesia yang aktif di Facebook. Semoga Bi Etty bisa terus dan lama menikmati media social dan berbagi pengalaman lewat Facebook.

Kartini Diabadikan di Belanda

Posted on Updated on

Kartini
Kartini

Pada tanggal 21 April, Belanda tidak memperingati hari Kartini, seperti di Indonesia. Namun demikian nama Kartini cukup dikenal di Belanda sebagai pejuang hak-hak perempuan. Bahkan beberapa kota Belanda memiliki nama jalan R.A. Kartini.

Utrecht
Di Utrecht Jalan RA Kartini atau Kartinistraat terletak di kawasan tenang dengan perumahan apik dan kebanyakan dihuni kalangan menengah. Jalan utama ini berbentuk ‘U’ yang ukurannya lebih besar dibanding jalan-jalan yang menggunakan nama tokoh perjuangan lainnya seperti Augusto Sandino, Steve Biko, Chez Geuvara, Agostinho Neto.

Venlo
Di Venlo Belanda Selatan, RA Kartinistraat berbentuk ‘O’ di kawasan Hagerhof, di sekitarnya terdapat nama-nama jalan tokoh wanita Anne Frank dan Mathilde Wibaut.

Amsterdam
Amsterdam, ibukota Belanda, juga mengabadikan nama penjuang hak-hak perempuan Jawa di abad 17 itu. Wilayah Amsterdam Zuidoost atau yang lebih dikenal dengan Bijlmer, jalan Raden Adjeng Kartini ditulis lengkap. Di sekitarnya adalah nama-nama wanita dari seluruh dunia yang punya kontribusi dalam sejarah: Rosa Luxemburg, Nilda Pinto, Isabella Richaards.

Haarlem dekat Chris Soumokil
Paling menarik mengamati letak jalan Kartini di Haarlem. Di sana jalan Kartini berdekatan dengan jalan Mohammed Hatta, Sutan Sjahrir dan langsung tembus ke jalan Chris Soumokil presiden kedua RMS (Republik Maluku Selatan.)

Delft
Adjeng Kartinipad, sebanding dengan jalan setapak di kota bersejarah Delft. Lokasi jalan ini hijau dan dekat dengan alam, di kawasan Taman Abtswoudsepark Delft. Jika berwisata atau berdomisili ke kota yang sohor dengan Universitas Teknis, TU Delft ini, bisa sejenak menyepi dan merenung di taman ini sembari melewati jalan setapak dan membayangkan kembali perjuangan RA Kartini.

Di Belanda, tanggal 21 April tidak ubahnya dengan hari-hari lainnya. Pasangan Peters yang tinggal di Kartinistraat di Utrecht tahu bahwa Kartini adalah seorang Jawa yang berjuang untuk persamaan hak wanita.
Mereka juga tahu bahwa Kartini adalah wanita Jawa pertama yang menuntut pendidikan yang lebih tinggi. Ia menyayangkan bahwa Kartini meninggal pada usia yang terlalu muda.“Dia adalah pejuang persamaan derajat pria dan wanita. Sayang sekali dia meninggal pada usia muda,” kata Pak Peters. Selebihnya mereka tidak tahu bahwa tanggal 21 April adalah hari kelahiran pahlawan Indonesia  ini.

21 April di Inggris
Hanya Inggris yang menjadikan tanggal 21 April sebagai hari besar. Bukan memperingati hari Kartini, tetapi merayakan hari kelahiran Ratu Elizabeth II. Ratu keturunan ke empat dari dinasti Windsor itu lahir pada 21 April  1926 di London.

Ultah Ratu Britania, Elizabeth dirayakan dua kali setahun. Sekali di lingkungan keluarga pada tanggal 21 April, dan perayaan publik secara nasional pada bulan Juni, karena cuaca lebih baik dan panas. Ratu Inggris itu lahir 45 tahun setelah Kartini.

Salah Arti
Raden Adjeng Kartini lahir pada 21 April 1879 Jepara, Jawa Tengah dan meninggal pada usia 25 tahun. Ia berhasil menunjukkan pada dunia bahwa wanita pribumi jawa juga punya pemikiran-pemikiran dan pandangan yang maju.

Salah satu buku karya RA Kartini ditulis dalam bahasa Belanda, “Door duisternis tot licht” diterjemahkan salah menjadi, “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Paling tidak itu menurut Dr. Liliek Suratminto, pakar Sastra Belanda di Indonesia. ‘Door duisternis tot licht’ menurut pakar budaya Belanda itu lebih cocok diartikan lain.
“Jadi sebenarnya ‘Melalui kegelapan menuju ke arah yang terang’ kalau ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ itu lebih cocok sebagai slogan PLN (Perusahaan Listrik Negara red.)” 

Menurut Suratminto, sebenarnya tekanannya harus lebih pada perjuangan. “Terang itu didapat melalui jalan yang gelap dulu baru mendapat titik terang, itulah yang dicita-citakan Kartini,” ungkap dosen Universitas Indonesia itu.

Supirsantun dari Serbalanda Tour sempat mengunjungi Museum Tropen, yang menyimpan Jejak Raden Ajeng Kartini. Sang penggiat pendidikan untuk kaum pribumi. Saksikan videonya.

Tropenmuseum Amsterdam

Penulis: Eka Tanjung
Adalah mantan Journalist di Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum.
Sekarang bergerak di bidang biro perjalanan Eropa. SerbalandaTour. Dia bisa dihubungi  di #giethoorn atau lewat kontak di bawah ini:

Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata Orang Indonesia di Belanda. Ingin Liburan Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik. One Day Tour Amsterdam, Transit Tour di Amsterdam, Wisata Belanda. Taksi Bandara. Transit di Amsterdam.
Kirim WA ke Serbalanda

Aku Gali Kuburku Sendiri di Belanda

Posted on Updated on

Pemakaman muslim di Belanda. Meninggal di Belanda, Kuburan Muslim di Belanda, Serbalanda Mengurus Kematian, Sakit Keras di Belanda.
Eka Tanjung ikut Kerjabakti Gali Kuburan

Orang yang sehat, tidak nyaman kalau memikirkan kematian. Tapi di Belanda ini seperti ada keharusan membayangkan kematian. Aku sempat “menggali” kuburku sendiri.

Suatu Ahad di bulan Februari 2015 ini akan berangkat memenuhi undangan masjid di kampung kami Tussen de Vaarten Almere. Kerjabakti menggali tiga lubang baru kuburan, untuk persiapan kalau pekan-pekan depan ada umat muslim yang meninggal dan ingin dimakamkan di Pemakaman Khusus umat Islam di Kriudenweg 3 Almere itu.

2015-02-15 11.03.13
Pemakaman Islam di Almere

Cepat
Pemakaman muslim yang harus cepat dengan keterbatasan SDM maka, menyiapkan lubang kosong adalah langkah yang baik. Penjelasan pak Naib Mesjid Ar Raza pada sholat Jumat itulah yang mendorong Eka Tanjung untuk memenuhi ajakan gotong royong menggali lubang kubur di hari Minggu pagi. Ketika penulis tiba di lokasi, baru lepas pukul 10 pagi sudah ada sekitar 8 orang yang bersiap dengan peralatan gali seperti sekop dan gerobak dorong.

Galau di Kuburan

Menggali Lubang Kubur, Meninggal Dunia di Belanda, Kuburan Orang Muslim di Almere Belanda
Menggali Lubang Kubur

Masuk pekarangan kuburan, awalnya penulis gamang juga. Bukan hanya karena bertemu beberapa orang yang tidak dikenal. Tapi juga karena membayangkan sedang memasuki tempat orang-orang berbaring dalam tanah.

Kerjabakti
Menangkal rasa takut dengan mulut komat-kamit membaca surat Al Fatihah dan memberi salam kepada para jenazah yang dikuburkan di sana, penulis mulai ikut kerjabakti. Para sukarelawan yang hadir mulai membuka perbincangan dengan segala macam topik. Dari tentang urusan teknis, bagi tugas, politik sampai dengan pendapat tentang penguburan di Belanda.

Sambil mengangkut pasir dengan gerobak dorong, Eka Tanjung terlibat perbincangan dengan tiga kawan yang berada di satu tim penggali kuburan nomor dua yang berada di tengah. Sementara jarak lima meter dari tempat itu lima orang sibuk menggali dua lobang sejajar. Tiga orang lainnya membuat papan pembatas lubang.

Tim Penggali Kubur, Pemakaman Muslim di Belanda, Ar Raza, Pemakaman Abadi di Belanda
Tim Penggali Kubur Istirahat Nyeruput Kopi

Topik perbincangan soal tempat pemakaman. Ingin dikubur dimana kalau meninggal di Belanda kelak? Bapak tua yang berasal dari Bangladesh mengatakan ingin dimakamkan di kuburan itu saja. Dia memilih tempat pojok di bawah pohon. “Saya sudah pesan tempat di sana,” kata Pak Abdullah sambil menunjuk pohon dekat gerbang masuk.

Tanah Dingin
Sembari bulak balik mendorong gerobak memindahkan pasir ke lokasi depan, saya terhenti sejenak karena menangkap ungkapan Mustapha yang terdengar samar. Pria kurus asal Turki itu mengatakan ingin dikuburkan di negara asalnya Turki, karena katanya:“Saya dan istri sepakat ingin dimakamkan di Turki saja. Di Belanda ini tanahnya dingin, kami gak mau.” Penulis terkaget dan merasa lucu juga mendengar penjelasan Mustapha. Tapi demi menjaga sopan-satun, penulis berusaha keras mengulum tawa agar tidak kelihatan. Walaupun sebenarnya ingin tertawa.

Sakit Badan
Abdullah menimpali lagi dengan argumen yang lain, sambil menatap Mustapha dengan serius.

“Dengerin bro. Kalau orang meninggal sebisanya dimakamkan secepatnya. Dan kalau terlalu lama di perjalanan malah kasihan mayatnya. Tergoyang-goyang di pesawat dan di mobil. Belum lagi, saya dengar  perlakuan di cargo bandara antara mayat dengan kotak tidak beda. Ada kalanya terlempar juga. Itu badan akan terasa sakit.”

Sambil mulut terbuka dan mengeluarkan asap, karena ngos-ngosan lelah di cuaca yang dingin, penulis bertanya kepada Mustapha dan Abdullah:“Lha kalau sudah meninggal apa badan kita masih merasakan sakit dan dingin? Dan dimanapun kita dimakamkan, semua itu kan Bumi Allah.” Keduanya terdiam, sejenak. Tanpa ada jawaban.

Kami pun masing-masing melanjutkan lagi kerjabakti menggali lubang untuk persiapan. Diskusi terputus oleh teriakan seorang dari ketahuan, dekat meja kayu yang sudah disiapkan di dekat gerbang. “Ayo kita ngopi dulu.”

Enam Negara
Kerjabakti diselingi istirahat minum kopi dan cai, tehnya orang Pakistan yang banyak memakai daun teh, dibubuhi bunga Anais dan susu kental manis.  Penulis merasa makin akrab dengan orang-orang ini. Mereka berasal dari berbagai negara. Eka Tanjung menghitung ada 6 negara asal: Suriname, Pakistan, Afghanistan, Bangladesh, Turki dan Indonesia.

Penulis sempat kaget juga karena penggalian ini tidak menggunakan mesin. Ternyata saat tea break terjawab pertanyaan itu. Ar Raza, organisasi besar dan pemilik penuh (bukan penyewa dari pemerintah red.) makam muslim di Almere ini tidak punya mesin penggali. Dan mereka tidak mau menyewa mesin yang harganya € 125 sehari. Jadi untuk berhemat mereka lebih baik menggunakan otot dan tenaga saja.

Pemakaman Muslim di Belanda, Almere Pemakaman, Pemakaman abadi di Belanda, Orang Islam Meninggal di Belanda.
Kerja Bakti di Makam Muslim Almere

Tidak Dibayar
Untung saja, tanah di Belanda, khususnya di Almere ini empuk dan berpasir. Sehingga tidak terlalu berat untuk menggalinya. Singkatnya Eka Tanjung, senang melihat kesungguhan kawan-kawan dalam bekerja bakti. Padahal mereka tidak dibayar, dan bahkan kasus Mustapha, dia tidak ingin dikubur di situ. Berarti dia sebenarnya tidak mendapat keuntungan dari membantu menggali lobang. Semoga amalan baik mereka mendapat balasan dan dicatat sebagai tabungan di Alam Kubur kelak. Dimanapun dia akan dimakamkan.

Rumah Masa Depan
Semoga amal kebaikan mereka bisa menghilangkan rasa dingin dan sakit ketika sudah menjadi mayat dan dikuburkan. Eka Tanjung, yang awalnya merasa agak sedikit gamang di pemakaman itu, akhirnya merasa betah. Merasa berada di rumah masa depan. Kalau penulis boleh memohon pada Allah, ingin juga dikuburkan di sana. Tidak perlu ada bunga atau batu nisan. Cukup papan kayu dan satu pohon Apel.

2015-02-15 12.08.25
Makam Baby Indonesia

Kuburan Anak
Ketika melamun itu, perhatian Eka Tanjung sempat tercuri oleh kuburan anak kecil di bagian depan makam itu. Masih segar dan banyak hiasan. Ternyata itu kuburan bayi Indonesia. Disana terpampang tulisan: Malaikat Kecilku… Papa dan Mama.

Dalam tempo empat jam, kami sudah merampungkan tiga lubang cadangan. Untuk saudara dan saudari yang lebih dahulu dipanggil. Mereka menemukan rumahnya, dan menggambil kuburan yang kugali. Tapi aku ikhlas, silakan. Semoga kuburmu tenang dan terang!

Informasi mengenai Pemakaman Muslim di Almere, bisa klik: Mesjid Ar Raza Almere

Links Menarik:

Menghadapi Banjir, Anak Harus Bisa Renang

Posted on Updated on

Alifa Mansini
Alifa Mansini

Melihat kondisi banjir yang sudah mulai sering melanda Tanah Air, kami makin semangat mengirimkan si bungsu untuk belajar renang. Fungsinya jadi ganda, untuk di Belanda dan Indonesia. Sebab salah satu olah raga yang pertama-tama diperkenalkan kepada anak-anak di Belanda adalah berenang. Ketika anak berusia lima tahun, sudah mulai les renang. Negeri yang terletak bawah permukaan air laut ini mengenal tahapan Diploma A, B dan C.

Sabtu 7 Februari 2015 lalu penulis mengantar Alifa Mansini, si bungsu menempuh ujian berenang. Undangan kami terima pekan lalu sebelumnya dari gurunya. Setelah Alifa mengikuti ujian percobaan atau di Belanda disebutnya “proef examen,” maka Sabtu berikutnya kami sekeluarga diperbolehkan untuk menyaksikan ujian “afzwemmen,” atau merampungkan renang.

Pekan lalu itu, ketika dikatakan ujian percobaan, sebenarnya Alifa sedang menjalani ujian yang sesungguhnya. Sekolah berenang di seluruh Belanda sengaja tidak menyebutkan haru ujian sebagai hari yang sangat menegangkan. Dikatakan kepada anak-anak bahwa pekan depan dia bisa mengikuti proef examen “ujian percobaan.” Padahal tanpa disadari, mereka sudah menjalankan ujian renang Diploma C.

Kalau dia dinyatakan lulus ujian itu maka anak mendapat lembaran khusus berisikan undang untuk afzwemmen. Pekan berikutnya dia bisa datang “ujian” dengan mengundang para sanak saudara untuk menyaksikan di sepanjang kolam renang. Anak-anak dengan bahagianya melakukan semua arahan gurunya. Mempertontonkan kemahirannya kepada kakak, kakek, nenek dan orang tua.

Diploma C
Jika anak mengantongi ijazah renang C maka dia sudah dikatakan renang tahap lanjut, dengan menguasai berbagai aspek.

Berpakaian Lengkap

  • Loncat ke air dengan cara koprol, disusul dengan watertrappen 15 detik, kemudian 30 detik mengapung dalam posisi badan tegap dengan memegang alat bantu. (lihat video 1)
  • Loncat ke air dengan cara meloncat, dilanjutkan dengan renang gaya Dada sepanjang 50 meter. 1 kali menyelam di bawah papan dan  1 kali memanjat dan melewati papan.
  • Berenang 50 meter gaya Punggung. Ujian berpakaian diakhiri dengan keluar secara mandiri dari air ke darat.

Video 1.
Berpakaian Renang

  • Loncat ke air dengan menyelam sepanjang 9 meter dan bertahan di bawah.
  • Berenang gaya Dada 100 meter, diselingi dengan 1 kali koprol ke depan dan 1 kali kaki vertikal ke udara, kepala ke dasar. Ditutup dengan gaya Punggung 100 meter.
  • Loncat ke air dengan menukik, langsung disusul dengan mengambang 5 detik, gaya dada beberapa meter kemudian 10 detik mengambang dengan dada.
  • Loncat ke air dari dinding kolam, disusul 5 detik mengambang di punggung, dilanjutkan dengan renang gaya punggung dan 20 detik mengambang di atas punggung. Diakhiri dengan renang gaya punggung hanya menggunakan tangan.
  • Meluncur dari dinding kolam, disusul Gaya Bebas 15 meter.
  • Meluncur dari dinding kolam, disusul Gaya Punggung 15 meter.
  • Loncat ke air dengan squat jump, disusul 30 detik water treading atau berjalan di air, dibantu lengan dan kaki menuju ke berbagai arah. Bertahan mengambang 30 detik vertikal dengan bantuan gerakan tangan.
    Video lengkap tentang persyaratan ujian renang bisa disaksikan:  Video Renang Diploma C

Takut Air
Untuk umurnya yang belum genap 7 tahun, Alifa Mansini sejatinya termasuk cepat dalam meraih diploma C. Sebab Sarah kawan sekelasnya yang sudah setahun lebih tua, masih menempuh Diploma A. Menurut ibunya, Sarah memiliki trauma terhadap air. Aspek takut air itu yang akan diperhatikan dan diperbaiki oleh sekolah renangnya. Guru-gurunya sudah terdidik untuk memberikan pelatihan berdasarkan standarisasi nasional, di bawah pengawasan dari Asosiasi Renang Nasional Belanda, KNZB.

Sistem pengelompokan Diploma A-B-C itu diterapkan sejak tahun 1998 lalu, dengan tujuan mendidik anak mampu menyelamatkan diri ketika jatuh di parit, sungai atau laut. Maklum Belanda dikelilingi air. Dimanapun kita berada di Belanda ini selalu saja ada air atau kali.

Ranomi Kromowidjojo
Bagi kami Alifa tidak perlu menjadi perenang dunia atau nasional seperti Ranomi Kromowidjojo. Dia cukup menjadi perenang yang bisa menyelamatkan diri ketika ada bahaya air. Apalagi menyadari Belanda berada di bawah permukaan air laut dan sungai, yang secara logika bisa setiap saat terrendam air. Selain karena alasan keamanan, diploma renang bisa memberi jaminan anak semakin menyukai cabang renang. Olah raga yang sangat baik untuk pertumbuhan. Kalau sudah memiliki diploma renang, maka anak bisa leluasa bermain di kolam renang Aqua Mundo di Centre Parcs yang tersebar di seluruh Belanda. Sebab kalau membawa anak ke kolam renang atau ke Aqua Mundo biasanya pengawas akan menanyakan apakah si anak sudah punya diploma.


Tanpa Pelampung
Kalau sudah punya diploma A-B-C maka dia bisa leluasa bermain tanpa dibalut oleh pelambung yang biasanya mengganggu kebebasan anak. Belum lagi kita sebagai orang tua harus terus menjaga anak jangan sampai tenggelam. Alasan lain memiliki ijazah renang di Belanda juga untuk memberikan kesempatan kalau-kalau anak nanti ingin ikut olah raha selancar air atau mendayung, maka dia tidak perlu harus kursus dulu.

Satu lagi manfaat si bungsu sekarang sudah punya ijazah renang C, kami tidak perlu kawatir kalau nanti liburan ke Indonesia di musim hujan. Kalau tiba-tiba kami dikepung banjir, minimal dia bisa menyelamatkan diri.  Informasi berenang bisa dibaca: PortalRenang

Tahun Baru Imlek di Kampung Indonesia

Posted on Updated on

Imlek_flyer_2015aHampir dua kali se bulan di Negeri Belanda digelar acara bernuansa Indonesia. Pasar Malam, Malam Dansa, Indo Avond, Pekan Indonesia datang silih berganti. Menarik mengamati lokasi acara Tahun Baru Imlek Nuansa Indonesia di kampung Indonesia di Almere Belanda.

Indonesia sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat Belanda. Contohnya saja acara yang diselenggarakan pada 21 Februari 2015 ini di Amere Flevoland Belanda. Acara jumpa kangen antara masyarakat Indonesia, Belanda dan Asia ini mengambil thema Tahun Baru Imlek 2015.

Pulau Indonesia
Eka Tanjung dari Serbalanda melihat keunikan pilihan lokasi acara di Gedung TMG di Sumatraweg 22 Almere Buiten. Nama jalannya saja sudah membawa kita ke Indonesia.Salah satu pulau terbesar di Indonesia itu diabadikan di Almere, sebuah kota yang baru lahir tahun 1980an. Bukan saja Sumatra yang dipakai sebagai nama jalan, tetapi  masih ada Balistraat, Ambonstraat, Palembangstraat, Djokjakartaweg,

Genre Indonesia
Ferry Kusuma, musisi Indonesia yang sudah kondang di Belanda ini adalah motor di balik acara yang sejatinya lebih bernuansa Indonesia daripada Imlek atau Tionghoa. Bagaimana tidak, musik yang akan mereka suguhkan ke tiap pasang telinga pada malam itu lebih kental genre Indonesia daripada musik dari Negeri Tirai Bambu.

Soal artis dan musik yang akan tampil pada Sabtu malam 21 Februari ini, bisa dibaca di sini. “Membuka Tahun Kambing Nuansa Indonesia.”  Acara ini bakal seru, bukan saja karena menu Prasmanan yang Menggiurkan, tetapi juga musik yang memeriahkan malam itu terdiri dari artis dan musisi yang jadi magnit bagi publik pencinta musik Indonesia di Belanda.

Berita Belanda
Acara ini bukan saja menjadi sorotan di Serbalanda, tetapi juga muncul di media lain “Berita Belanda”  Portal terpercaya yang mengkhususkan diri pada berita-berita hangat di Belanda. Bari Muchtar, Pemimpin redaksi Berita Belanda adalah mantan redaktur ulung di Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum.

Cuaca Indonesia
Sepertinya acara temu kangen di Almere, Sabtu 21 Februari itu, akan membawa para tamu merasakan suasana Indonesia. Makanan, Musik, Pengunjung, Bahasa dan nama-nama jalan di seputar lokasi. Mungkin hanya cuaca saja, yang tidak bisa diIndonesiakan oleh panitia Tahun Baru Imlek 2015 di Almere itu.

Di Balik Bibir
Ferry Kusuma mengatakan bahwa, dirinya tidak berdaya kalau harus menyulap suhu di Almere menjadi seperti di Malang atau Semarang. “Wah dik, kalau menyulap suhu Almere jadi Malang kami tidak mampu, tapi kami akan berusaha maksimal menyihir suasana dalam ruangan Tahun Baru Imlek 2015 menjadi hangat,” ungkap musisi ramah seraya menampakkan barisan gigi putih dari balik bibirnya.

Mendengar pemaparan itu, Serbalanda melihat cukup alasan untuk hadir juga ke acara hari Sabtu di Almere itu. Semoga pulang bisa bawa Laptop, Tablet atau TV baru hahaha..