Kiat Sukses Membangun Karir di Belanda

Posted on Updated on

Ketika wabah Corona melanda dunia, Eka Tanjung dari Serbalanda mengisi waktu dengan menseriusi Channel Youtobe menjadi Content Creator. Dia mewawancara berbagai sosok menarik di Belanda. Salah satunya Mbak Lia Hestina. Perempuan asal Kalibaru Banyuwangi Jawa Timur itu tiba di Belanda tahun 2001. Ia membuktikan, walaupun berasal dari desa, tapi bisa sukses dari bawah dengan kiat-kiat ampuh.

Wawancara ini terbagi dalam lima episode menarik yang diunggah ke Channel Eka Tanjung di Youtube. Yang pertama dari serial itu adalah, proses awal kedatangannya dari Indonesia ke Belanda.

Bincang Mbak Lia PART 1.

Terpaksa Ikut Suami
Dia hijrah ke Belanda tahun 2001, mengikuti suami yang orang Belanda. Pilihan terbaik waktu itu mengingat sang suami yang tidak berhasil mendapatkan pekerjaan di Jakarta. Awalnya mereka tinggal di kota Diemen Noord Holland Belanda. Beberapa tahun kemudian mereka pindah ke Almere di Propinsi Flevoland. Propinsi ini terkenal sebagai propinsi ke 12 dan termuda di Belanda. Hasil reklamasi rawa dan laut. Propinsi ini terkenal dengan Fashion Outlet Bataviastad.

Cleaning Service
Sebagai pendatang dari Indonesia dia memulai kehidupan baru di Belanda. Mbak Lia tidak tinggal diam, dia mencari pekerjaan seadanya. “Diam di rumah” baginya bukan pilihan. Pekerjaan pertama dijalani dua pekan setelah dia baru sampai di Belanda. Termasuk sangat cepat. Walaupun pertamanya hanya Cleaning Service di rumah kawan suami.

Juru Tarik Kabel
Merasa ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik, dia menghubungi berbagai job-shop dan job-center berbahasa Inggris. Sebab penguasaan Bahasa Belanda saat itu masih sangat terbatas, sehingga kemungkinan mendapatkan pekerjaan lewat biro kerja, Uitzendbureau berbahasa Belanda, kecil. Dengan modal bahasa Inggris yang baik, dia mendapat tawaran berbagai jobs. Antara lain menjadi “cableman” memegang kabel cameraman yang merekam live, acara populer televisi Belanda. “Een-Tegen-100”

Karirnyapun terus meningkat berkat prinsip: Bekerja Keras dan juga Tidak Takut untuk Mempelajari Ilmu baru. Seperti diungkapkan pada wawancara di atas. Berkat kerjakerasnya Mbak Lia sekarang memiliki jabatan yang cukup baik di sebuah organisasi internasional RIPE Atlas.

Bahasa Inggris
Penguasaan bahasa Inggris, baginya adalah sebuah modal atau jendela membuka peluang. Kemudahan komunikasi dengan kalangan internasional ini terbukti dalam peningkatan karirnya di Belanda. Soal awal mula belajar Bahasa Inggris, Mbak Lia punya cerita menarik yang bisa disimak disini:

Mengenai bahasa Inggris ini ada hal menarik. Pada postingan kami di Facebook mengenai kisah Mbak Lia ini, mendapat tanggapan menarik dari teman sekolah Mbak Lia dari Kalibaru.  Seperti ditulis Ikang Nadia di wall facebooknya. 

“Sahabat lama teko TK, SD, SMP barengan. teko SMP wis lancar bahasa inggrisse cas cis cus, lainnya sik plonga plongo hehehehe….buat panutan anak muda jaman sekarang…..meski wong ndeso yo iso sukses di negeri kincir angin,” 

Terjemahan Bahasa Indonesia: “Sahabat lama di TK, SD, SM bersama. Sampai di SMP sudah lancar berbahasa Inggris. Sementara yang lainnya menatap bengong. Ini bisa menjadi panutan bagi anak-anak muda zaman sekarang. Walaupun anak desa, bisa sukses di Negeri Kincir Angin.” 

Bermodalkan kerjakeras akhirnya pekerjaannya semakin membaik. Setelah 20 tahun ini ia mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan. BIsa berkarya dan jalan-jalan dibayari kantor. Bermodal etos kerja keras dan tidak takut.