Serbalanda

Taman Tropis, Promo Indonesia di Belanda

Posted on

Ibu Marlisa, cewek bule yang pandai berbahasa Indonesia. Bermula dari rasa cintanya pada Pulau Mentawai. Kemudian beranjak menuju kecintaannya kepada Indonesia. Buat Taman Satwa, Flora dan Budaya Indonesia di Belanda.


Bu Marlisa menuturkan bahwa Taman Indonesia yang tadinya bermula dari Taman Burung menjadi. Taman Satwa binatang dan juga kebudayaan Indonesia. Eka Tanjung sempat merasakan suasana Taman Indonesia memasuki gapura seakan berada di Jawa atau di Bali.


Ada dua kandang besar burung. Tendengar kicauan burung berlari-lari. Burung nyaman karena cuaca musim panas saat ini di Belanda (Juni 2020) seperti di habitat aslinya. Suhu antara 20-25 derajat Celsius cocok sekali untuk burung-burung supaya mereka bisa bernyanyi.

Nah burung yang ada di Taman Indonesia burung air, ada juga gerobak sepeda laiknya yang dipakai tukang kerupuk zaman tahun 1970an mengantarkan dagangannya. Kami juga menyaksikan ada Bajaj, alat tranportasi yang masuk Indonesia di awal tahun 1980an. Ada Kucing Benggala yang bentuknya seperti kucing rumahan tapi sebelah ini lebih buas.

Kemudian ada Ayam Kate yang selalu kita temui di kampung-kampung di Indonesia. Ada pula angkringan sate Madura. Lalu Becak. Lalu gerobak sate ayam lagi di bawa dari indonesia Tidak jauh dari sana berdiri rumah tradisional Mentawai yang berseberangan dengan rumah Joglo dari Jawa.

Di Taman Indonesia, bisa duduk-duduk melihat ada wayang kulit berjejer Ada wayang kulit dan wayang golek serta patung dari Bali. Benda-benda yang ada di Indonesia juga. Ruang main untuk anak-anak ada video penjelasan mengenai wayang cerita tentang Kancil dan Buaya.

Anak-anak bisa melukis, membuat layang-layang sehingga ada bayangan. Jadi dibuat cantik dan menarik bagi anak-anak untuk bermain disini. Jadi anak-anak pun akan senang untuk datang kemari. Bukan saja orang tuanya yang senang, tetapi juga anak-anaknya. Benda yang bisa kita pakai ini anak-anak bisa mencobanya menjajalnya sambil bermain, mendapat cerita tentang budaya Indonesia.

Ibu Marlisa dengan saudaranya Pak Diederik untuk memperkenalkan budaya Indonesia di Belanda. Setelah keliling di Taman Indonesia, Eka Tanjung berbincang dengan Ibu Marlisa.

Tentang rencana kedepannya dari Taman Indonesia? Ibu Marlisa dan teamnya berambisi untuk “kasih tahu tentang budaya-budaya beragam yang ada di Indonesia. Ada Kalimantan, Papua, Mentawai, banyak suku dan kepada publik Belanda.” Ditanyakan siapa saja yang datang? “Kebanyakan juga orang Indo, Indo-European. Mereka kan suka kasih tahu sama anak-anak kecil, cucu mereka tempatnya nenek lahir gitu lho.”

Ungkap Ibu Marlisa. Selain itu banyak pula turis Belanda yang sedang berlibur dan menginap di camping sekitar lokasi Taman Indonesia. Selain itu pula orang-orang Belanda yang tinggal di sekitar lokasi. Bahkan mereka menggunakan kesempatan luang untuk jalan-jalan dan lihat-lihat binatang setiap minggu. Bahkan mereka itu mengambil kartu langganan tahunan.

Dan ada juga yang sekedar istirahat dan makan yang santai. Karena Taman Indonesia juga menyediakan snacks makanan ringan khas Indonesia. Seperti Lemper. Risoles, Kelepon, Lumpia, Pastei dan makan siang Nasi Rames juga. Para tetamu bisa juga berbelanja pernak-pernik oleh-oleh khas Indonesia. Batik, Layang-layang. Bahkan makanan Indonesia juga ada. Dari kopi Luak sampai dengan Kecap Manis.

Untuk ukuran Taman Indonesia, ibu Marlisa mengakui bahwa ukurannya tidak terlalu besar. Tetapi cukup untuk dinikmati jalan-jalan selama dua jam dengan santai. Menurut pengamatan Eka Tanjung penataannya menarik seperti IKEA, jalan berkelok-kelok dan selalu banyak yang bisa dilihat di kanan dan kiri. Menurut Eka Tanjung, publik orang Indonesia di Belanda pun bisa mengunjungi Taman Indonesia sebagai upaya mengobati rasa rindu. Apalagi bagi yang tahun ini tidak bisa pulang kampung atau batal mudik gara-gara Covid-19.

Selain untuk obat kangen, bisa juga sebagai ajang perkenalan Indonesia kepada anak-anak kelahiran Belanda. Kita bisa lebih tenang menikmati dan menjelaskan tentang barang-barang Indonesia yang ada di Belanda. Satu hal lagi, orang Indonesia bisa juga membawa ibu atau ayah mertua yang Belanda, untuk ‘melihat’ kampung menantunya.

Satu lah lagi yang disampaikan oleh Ibu Marlisa, tapi tidak disadari oleh Eka Tanjung dari Serba Belanda adalah kemungkinan untuk berpre-wed atau menikah di Taman Indonesia dengan pakaian adat tradisional Indonesia. Kawan kadang penulis tidak habis pikir ada bule yang begitu cinta pada Indonesia. itu sesuatu yang sangat inspiratif sekali sebenarnya buat kita yang lahir di Indonesia.

Oh betapa akan semakin indahnya Indonesia jika juga dicintai oleh orang-orang yang lahir atau besar di Indonesia ditambah dengan orang-orang bule yang cinta dengan Indonesia.

Marlisa Cewek Promo Indonesia di Belanda

Kiat Sukses Membangun Karir di Belanda

Posted on Updated on

Ketika wabah Corona melanda dunia, Eka Tanjung dari Serbalanda mengisi waktu dengan menseriusi Channel Youtobe menjadi Content Creator. Dia mewawancara berbagai sosok menarik di Belanda. Salah satunya Mbak Lia Hestina. Perempuan asal Kalibaru Banyuwangi Jawa Timur itu tiba di Belanda tahun 2001. Ia membuktikan, walaupun berasal dari desa, tapi bisa sukses dari bawah dengan kiat-kiat ampuh.

Wawancara ini terbagi dalam lima episode menarik yang diunggah ke Channel Eka Tanjung di Youtube. Yang pertama dari serial itu adalah, proses awal kedatangannya dari Indonesia ke Belanda.

Bincang Mbak Lia PART 1.

Terpaksa Ikut Suami
Dia hijrah ke Belanda tahun 2001, mengikuti suami yang orang Belanda. Pilihan terbaik waktu itu mengingat sang suami yang tidak berhasil mendapatkan pekerjaan di Jakarta. Awalnya mereka tinggal di kota Diemen Noord Holland Belanda. Beberapa tahun kemudian mereka pindah ke Almere di Propinsi Flevoland. Propinsi ini terkenal sebagai propinsi ke 12 dan termuda di Belanda. Hasil reklamasi rawa dan laut. Propinsi ini terkenal dengan Fashion Outlet Bataviastad.

Cleaning Service
Sebagai pendatang dari Indonesia dia memulai kehidupan baru di Belanda. Mbak Lia tidak tinggal diam, dia mencari pekerjaan seadanya. “Diam di rumah” baginya bukan pilihan. Pekerjaan pertama dijalani dua pekan setelah dia baru sampai di Belanda. Termasuk sangat cepat. Walaupun pertamanya hanya Cleaning Service di rumah kawan suami.

Juru Tarik Kabel
Merasa ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik, dia menghubungi berbagai job-shop dan job-center berbahasa Inggris. Sebab penguasaan Bahasa Belanda saat itu masih sangat terbatas, sehingga kemungkinan mendapatkan pekerjaan lewat biro kerja, Uitzendbureau berbahasa Belanda, kecil. Dengan modal bahasa Inggris yang baik, dia mendapat tawaran berbagai jobs. Antara lain menjadi “cableman” memegang kabel cameraman yang merekam live, acara populer televisi Belanda. “Een-Tegen-100”

Karirnyapun terus meningkat berkat prinsip: Bekerja Keras dan juga Tidak Takut untuk Mempelajari Ilmu baru. Seperti diungkapkan pada wawancara di atas. Berkat kerjakerasnya Mbak Lia sekarang memiliki jabatan yang cukup baik di sebuah organisasi internasional RIPE Atlas.

Bahasa Inggris
Penguasaan bahasa Inggris, baginya adalah sebuah modal atau jendela membuka peluang. Kemudahan komunikasi dengan kalangan internasional ini terbukti dalam peningkatan karirnya di Belanda. Soal awal mula belajar Bahasa Inggris, Mbak Lia punya cerita menarik yang bisa disimak disini:

Mengenai bahasa Inggris ini ada hal menarik. Pada postingan kami di Facebook mengenai kisah Mbak Lia ini, mendapat tanggapan menarik dari teman sekolah Mbak Lia dari Kalibaru.  Seperti ditulis Ikang Nadia di wall facebooknya. 

“Sahabat lama teko TK, SD, SMP barengan. teko SMP wis lancar bahasa inggrisse cas cis cus, lainnya sik plonga plongo hehehehe….buat panutan anak muda jaman sekarang…..meski wong ndeso yo iso sukses di negeri kincir angin,” 

Terjemahan Bahasa Indonesia: “Sahabat lama di TK, SD, SM bersama. Sampai di SMP sudah lancar berbahasa Inggris. Sementara yang lainnya menatap bengong. Ini bisa menjadi panutan bagi anak-anak muda zaman sekarang. Walaupun anak desa, bisa sukses di Negeri Kincir Angin.” 

Bermodalkan kerjakeras akhirnya pekerjaannya semakin membaik. Setelah 20 tahun ini ia mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan. BIsa berkarya dan jalan-jalan dibayari kantor. Bermodal etos kerja keras dan tidak takut.

Mang Theo, Merasa Kebal Corona

Posted on

Mang Theo, pria Belanda yang bernama asli Theo Keuchenius. Ia tinggal di Almere Belanda, tapi lahir Indonesia, pada tahun 1950 tepatnya di Paragajen Cisarua Bogor.

Di kawasan dekat Perkebunan Teh di kaki Gunung Pangrango itu dia banyak meninggalkan kenangan. Bermain dengan kawan-kawanya sebaya. Permainan yang mereka lakukan sangat nostalgis, seperti Bandring, Gatrik, Main Bola dengan Jeruk Bali dan lainnya.

Permainan tradisional yang sudah terlupakan di zaman moderen ini. Penampilan Mang Theo menjadi uniek karena beberapa hal. Pertama karena dia sebagai pria Bule bisa berbicara bahasa Sunda yang sebenarnya di tempat asalnya sendiri sudah mulai punah.

Tidak banyak remaja dan generasi muda yang saat ini masih menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari. Kedua karena Mang Theo sekarang tinggal di Belanda. Dan mungkin hanya sebagian kecil atau nyaris tidak banyak orang Belanda yang menguasai bahasa Sunda dan Indonesia sebagus dia.

Adapun orang Indonesia sendiri tentu masih ada beberapa di Belanda yang menguasai Bahasa Sunda. Pada kesempatan sebelumnya, Mang Theo menceritakan tentang mencari Belut atau Ngurek Belut bersama Uus, kawan karibnya waktu kecil.

Untuk perbincangan kali ini Mang Theo menuturkan tentang berburu Kampret binatang malam dan memakannya. Dari mengkonsumsi Kelelawar atau Kampret itu, Mang Theo sampai menduga bahwa dirinya mungkin sudah kebal Virus Corona, yang menurut sejarahnya ditularkan oleh Kelelawar.

Selanjutnya dalam perbincangan di atas perahu Giethoorn itu, Pak Theo juga menyampaikan kabar tentang dua kakak perempuan dan satu adik perempuan yang juga sudah tingga di Belanda.

Hal lain yang juga disampaikan dalah percakapan ini adalah kenangan dua kali kembali ke Paragajen setelah Mang Theo tinggal di Belanda. Tahun 1985 dan tahun 2010. Dia pelihat banyak perubahan dalam dua kunjungan itu. Kunjungan pertama, masih ada jejak Cisarua Bogor seperti 22 tahun sebelumnya. Namun ketika kembali 2010, sudah banyak yang berubah. Pada episode Bagian 3. Mang Theo akan menceritakan pengalamannya disunat.

Zaanse Schans Sunyi Kala Covid19

Posted on

Pariwisata Belanda terkena imbas wabah pandemi Corona. Tempat-tempat wisata terpaksa tutup untuk publik. Zaanse Schans, kompleks Kincir Angin Tradisional adalah salah satunya. Eka Tanjung menengok kondisi Zaanse Schans kala wabah Corona in

Kalau hanya mementingkan pemandangan, maka saat itulah momen terbaik untuk berfoto dan menikmati keindahan alam Zaanse Schans.

Namun sebagai pemandu wisata yang senang membawa kawan-kawan jalan-jalan di Eropa, maka Supirsantun merasa sedih juga. Tidak bisa berbagi dengan kawan-kawan.

Eka Tanjung. Koncir Angin, Serbalanda. Pemandu Wisata Orang Indonesia di Belanda. Ingin Liburan Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik. One Day Tour Amsterdam, Transit Tour di Amsterdam, Wisata Belanda. Taksi Bandara. Transit di Amsterdam.
Pengumuman Zaanse Schans Tutup

Padahal kompleks kuncir angin trandisional khas Belanda ini merupakans salah satu populer di Belanda dengan rata-rata 2 juta orang pengunjung per tahun.

[BeBe]: Warga Indonesia Pertama di Belanda, Meninggal Karena Covid-19

Posted on Updated on

Wabah Virus Corona di Belanda, menelan korban warga Indonesia. Diduga ia warga Indonesia pertama di Belanda yang menjadi korban Covid-19. Eka Tanjung menangkap berita ini dari Facebook dan sumber lain.

Putri Almarhum
Bapak Zulkifli Murad, wafat di RS Dordrecht hari Sabtu pagi 28 Maret 2020. Menurut pengamatan Serbalanda, inilah warga Indonesia pertama korban Covid-19 di Belanda. Berita ini disampaikan putri almarhum, Cholidah Murad di laman Fecebooknya (lihat gambar di bawah).

“Pagi ini 05:18, telah berpulang ayah dan suami kami: Zulkifli bin Abdul Murad, karena Virus Corona. ..”
“…Untuk pemakaman, kami secara mendesak membutuhkan bantuan paket pakaian anti-Corona, sebanyak 11 set.”

Virus Corona Covid-19
Putrinya yang biasa disapa Cho ini menyebut penyebab kematian adalah Virus Corona. Dan dia juga membatalkan permintaan bantuan akan paket pakaian anti-Corona itu. Karena otorita RS tidak mengizinkan pengurusan jenazah oleh keluarga dan kerabat.

Larangan Besuk RS
Eka Tanjung menemukan larangan bezoek sudah diberlakukan sejak almarhum dirawat di Rumah Sakit, beberapa hari sebelumnya. Dengan alasan demi menjaga kesehatan dan keselamatan pembesuk.

Pengurusan Jenazah
Pihak otorita kesehatan Belanda, tampaknya mengawasi ketat prosedur kesehatan. Sehingga ketika meninggalpun, keluarga dan kerabat tidak diizinkan menyentuh atau mendekati jenazah karena Virus Corona. Padahal dalam situasi normal, kerabat dan komunitas muslim biasa mengurusi dari awal hingga pemakaman.

Nasib ini yang harus diterima oleh Ustadz Zulkifli di akhir hayatnya. Seperti disampaikan Ustadz Hamdi Rafioeddin, di halaman HIMMI Rotterdam (Himpunan Masyarakat Muslim dan Indonesia.)

Zulkifli Murad, Muslim Ridderkerk, Muslim Maluku di Belanda, Pemakaman Muslim saat Corona.

Takut Tertular
Pak Hamdi yang juga warga Indonesia dan sahabat karib almarhum, menuturkan proses pemakaman yang hanya dihadiri beberapa orang saja. Pak Hamdi menduga karena Corona ini menjadikan orang takut mendekat.

Pemakaman hari Senin, Muslim di Belanda, Pemakaman Muslim di Belanda, Muslim Maluku di Belanda, Virus Corona, Orang Indonesia Pertama yang meninggal karena Virus Corona.

Berita duka yang disampaikan Ustadz Hamdi di laman Himmi itu diakhiri dengan rasa bersyukur dan doa semoga almarhum Husnul Khatimah.

Berita Duka dari Belanda, WNI Meninggal di Belanda, Korban Virus Corona, Covid-19 menelan korban WNI. Zulkifli bin Abdul Murad

Eka Tanjung melihat bahwa almarhum adalah (WNI) warga negara Indonesia pertama yang meninggal dunia karena wabah Virus Corona, Covid-19. Mengamini doa yang dipanjatkan oleh rekan dan kerabat lainnya. Walaupun serbalanda tidak mengenal almarhum secara pribadi, tetap ingin berkirim doa semoga Jalannya Terang dan Kuburnya Lapang.

Ucapan Belasungkawa
Berita Duka ini juga mendapat banyak ucapan belasungkawa dan simpati dari kalangan rekan dan kerabat yang mengenal almarhum dan putrinya. Mereka menyampaikan doa dan ucapan terima kasih atas jasa-jasa almarhum ketika masih hidup. Baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Belanda.

Almarhum kelahiran Laroe Bolak Sumatra Utara itu semasa hidupnya aktif di komunitas muslim di mesjid di Ridderkerk dekat Rotterdam. Salah seorang murid pengajian, menyampaikan terima kasih dan bersyukur atas bimbingan “Oom Zul” dalam mengaji.

Saya tidak akan pernah melupakan Om Zul. Atas bimbingannya juga, saya bisa hafal banyak surah-surah dalam Alquran. Saya sangat berterimakasih padanya. Setelah ibu saya, dia adalah guru ngaji saya. Semoga Allah SWT, memberikan tempat yang baik di Surga. Amiin.
Saya tidak akan pernah melupakan Om Zul. Atas bimbingannya juga, saya bisa hafal banyak surah-surah dalam Alquran. Saya sangat berterimakasih padanya. Setelah ibu saya, dia adalah guru ngaji saya. Semoga Allah SWT, memberikan tempat yang baik di Surga. Amiin.

Hingga akhir hayatnya, beliau aktif di kepengurusan masjid Komunitas Muslim Maluku di Ridderkerk, Bait Al Rahmaan. Namanya masuk jajaran sebagai salah satu dewan pembina.

Mesjid di Belanda, Masjid Indonesia di Belanda, Masjid Maluku di Belanda, Orang Maluku Islam di Belanda. Sholat di sekitar Rotterdam Belanda, Virus Corona, Covid-19, Pemakaman Muslim saat Corona.

Update 21:25 Waktu Belanda 2 April 2020:
1. Pihak KBRI menanggapi tulisan serbalanda ini dan setelah mengecek di data base WNI yang ada di Belanda ternyata Ustadz Zulkifli masih berstatus WNI (Warga Negara Indonesia). Masih memegang paspor Indonesia.
2. Masukan dari rekan dekat almarhum, menyebutkan Rumah Sakit tempat almarhum meninggal adalah: RS Albert Schweitzer di Dordrecht. Bukan di RS Maasstad, seperti tertulis sebelumnya.

Baca Juga:
Kugali Kuburku di Belanda.

Hoorn, Awal Penjajahan Belanda di Indonesia.

Posted on

Jika liburan ke Belanda dan ingin menelusuri sejarah Jakarta atau Indonesia, ada baiknya datang ke Hoorn. Eka Tanjung dari Serbalanda Tour sempat mengunjungi kota di Popinsi Noord Holland. Letaknya 40 KM sebelah utara Amsterdam itu.

Patung Jan Pieterzoon Coen, Gubernur Jendral Pertama Belanda di Hindia Belanda, berdiri tegak di alun-alun kota Hoorn. Sebagai putra asal kota di Propinsi Noord Holland ini, Jan Pieterzoon sangat mencintai kotanya. Bahkan setelah menaklukan Jayakarta, dia berencana mengadopsi kota baru menjadi: Nieuwe Hoorn. (Hoorn Baru)

Angan-angan itu melayang, karena Heren Van Zeventien, melarang nama itu dan memberikan nama: Batavia. Nama yang diambil dari kawasan Batavia, sebagai tempa

Patung Jan Pieterzoon Koen

Museum Hoorn
Menyimpan sejarah masa lalu VOC. Banyak kapal dari dan ke Hindia Belanda hilir mudik mengangkut barang perdagangan dan juga menampung rempah-rempah hasil dari Timur Jauh. Berikut foto-foto dan penjelasannya.

Raja & Ratu Belanda Nekad ke Indonesia

Posted on

Berita penyebaran Virus Corona sedang menyemarak di seluruh dunia, namun Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima tidak mengurungkan kunjungan empat hari ke Indonesia. Supirsantun melihat, sebuah pertanda bahwa Virus itu tidak terlalu menakutkan.

Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata Orang Indonesia di Belanda. Ingin Liburan Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik. One Day Tour Amsterdam, Transit Tour di Amsterdam, Wisata Belanda. Taksi Bandara. Transit di Amsterdam.
Salaman Sunda

Virus Momok
Di sini supirsantun, tidak akan menyelami sisi politis atau ekonomis dari kunjungan level pemimpin Kerajaan Belanda ini. Tapi lebih ingin menyampaikan makna lawatan ini dalam kaitannya dengan Virus Corona yang sedang jadi momok buat sebagian kalangan.

Eka Tanjung dari Serbalanda melihat bahwa kunjungan ini menunjukkan bahwa pemerintah Belanda, yang bertanggungjawab atas keselamatan Raja dan Ratunya, menilai bahwa Indonesia masih aman. Bayangkan saja bagaimana jadinya jika Raja atau Ratu jadi meriang sekembalinya dari Indonesia?

Indonesia Aman
Sebaliknya, puluhan anggota delegasi dari Belanda diperbolehkan masuk Indonesia, artinya Belanda masih aman untuk virus yang menyerang pernapasan ini. Mereka dianggap tidak akan menyebarkan penyakit yang ditandai dengan badan panas.

Salaman Sunda
Memang ada protokol, bahwa Raja dan Ratu membatasi dalam jabatan tangan. Sebagai penggantinya menurut sumber di Belanda, mereka akan menggunakan gaya salaman Sunda (lihat gambar.) Hanya dengan Presiden Joko Widodo dan dengan Sultan di Jogjakarta, mereka akan bersalam-salaman.

Taruhan Besar
Ketika Raja dan Ratu Belanda berani berperjalanan udara dengan jarak temput belasan jam dan bertemu dengan banyak orang, membuat supirsatun makin tidak takut pada Virus yang masih belum jelas statusnya ini. Bukan sesumbar atau sompral, tapi ini menambahkan rasa pe-de, bahwa Corona tidak harus menjadi momok yang menghalangi langkah kita.

Lebih penting bagi supirsantun. Semoga kunjungan Raja Belanda yang spesialis Water Management ini, bisa berkontribusi besar dalam penanggulangan banjir di Indonesia. Sebab ancaman banjir lebih masif ketimbang Corona. Lihat saja belakangan ini banyak penduduk Indonesia yang terendam air sampai ke dada. Lama terendam air kotor bisa menimbulkan multi penyakit seperti Disentri, Muntaber, Kudisan, Panu dan Tiktok. Yang barangkali lebih mengerikan ketimbang Virus Corona.

Naik Kapal Gratis di Amsterdam

Posted on Updated on

Wisata Belanda, Gratis di Amsterdam, Naik Kapal Gratis, Liburan Murah di Belanda. Supirsantun. Serbalanda, Wisata Belanda, Pemandu Wisata Orang Indonesia di Amsterdam

Hampir semua cruise di Amsterdam berbayar. Banyak kita temukan di depan stasion Centraal Amsterdam, yang membawa wisatawan keliling kanal-kanal. Namun demikian Serbalanda menemukan ada kapal ferry gratis. Lokasinya di belakang Stasion Centraal Amsterdam. di Ij-zijde.

Jika kawan sedang di sekitaran Stasion Pusat Amsterdam, dan ingin merasakan naik kapal, bisa mengambil perjalanan feri yang gratis. Tidak usah bayar, langsung saja masuk. Bersama orang-orang lokal yang berjalan kaki, sepeda, sepeda motor.

Gratis di Amsterdam, Semua Gratis, Kendaraan umum gratis di Amsterdam, Amsterdam, Murah Meriah.

Moda transportasi ini sejatinya diperuntukkan masyarakat lokal yang ingin menyeberang dari pulau Amsterdam Utara menuju ke Pusat Kota Tua Amsterdam. Lihat Web Feri Gratis GVB

Beroperasi sejak 1897, mengangkut penduduk menyeberang ke kota. Sejak 1943 pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan transportasi umum GVB.

Mengapa harus naik kapal feri selama 5 menit ini?
Sebab kawan bisa merasakan dua hal. Yang pertama, suasana unique di Amsterdam. Orang-orang lokalan banyak yang memanfaatkan ini, karena mereka yang berjalan kaki dan bersepeda, tidak ada pilihan lain kecuali naik feri ini. Alasan yang kedua, karena kawan bisa mengexplore tempat-tempat menarik di Amsterdam Noord. Dan juga bisa menyaksikan pusat kota Amsterdam dari sisi yang lain. Saksikan video bawah ini:

Supirsantun, Wisata Asik di Amsterdam, Jalan-jalan di Amsterdam, Pemandu Wisata Orang Indonesia, Orang Indonesia di Amsterdam, Wisata Transit di Amsterdam.
ADAM LookOut Amsterdam

Feri Line 907 ini berangkat dari Amsterdam Central dan berlayar setiap enam menit sekali. Walaupun pelayarannya tergolong singkat, tetapi di seberang sana ada beberapa tujuannya menarik. Eye Film Institute Netherlands buka sejak 2012. Dari kejauhan sudah tampak gedung mencolok, yang biasa disebut sebagai De Hagedis di Amsterdam atau (Kadam) Kadal Amsterdam haha. Nanti pulangnya naik Feri yang sama. Dari Buiksloterweg kembali ke Amsterdam Centraal.

Wisata Belanda, Liburan Murah di Amsterdam, Penginapan Murah di Belanda, Mancari Tempat Gratisan di Belanda. Liburan Backpackeran

Kawan bisa menyaksikan film-film tematis di sana atau sekedar menikmati pemandangan teras yang cantik. Tulisan tentang: Menara A’DAM LookOut.

Amstardam LookOut yang spektakule. Ayunan di Amsterdam, Wisata Keren di Amsterdam, Jalan-Jalan Menyenangkan di Amsterdam, Pemandu Wisata Orang Indonesia di Amsterdam
Ayunan Spektakuler di ADAM LookOut Amsterdam
Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata di Belanda. Ingin Berwisata Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik. One Day Tour Amsterdam, Transit Tour di Amsterdam, Wisata Belanda. Taksi Bandara
Klik Gambar untuk Mengirim Pesan Whatsapp

Rumah di Perbatasan Belanda – Belgia

Posted on

Rumah terbelah di jalur perbatasan negara Belanda dan Belgia. Pintu utama rumah di Baarle Nassau itu terletak persis di garis perbatasan kedua negara. Perbatasan Tanpa Konflik. Menarik untuk kawan-kawan Indonesia yang mengunjungi Amsterdam dan Brussel.

Rumah di Perbatasan Belanda dan Belgia. Wisata Belanda, Wisata Belgia, Private Tour Belanda, Paket Tour Belanda dan Belgia
Garis Perbatasan Menerjang Pintu
Wisata Musim Dingin, Wisata Musim Rontok, Rumah di Perbatasan Belanda dan Belgia. Wisata Belanda, Wisata Belgia, Private Tour Belanda, Paket Tour Belanda dan Belgia
Tetamu Serbalanda di Depan Rumah Perbatasan
Pemandu wisata Belanda, Orang Indonesia di Amsterdam, Rumah di Perbatasan Belanda dan Belgia. Wisata Belanda, Wisata Belgia, Private Tour Belanda, Paket Tour Belanda dan Belgia
Dua bendera Bersebelahan Belanda dan Belgia

Hati-hati Free Wifi!

Posted on Updated on

WiFi Gratisan, Internet Gratis, Hati-hati Wisata di Eropa, Wisata ke Eropa, Pemandu Wisata Indonesia di Eropa

Free WiFi atau berinternet gratisan di tempat-tempat umum, sangat menggiurkan. Aktivitas online kita bisa lancar karena memanfaatkan fasilitas Free WiFi. Mohon berhati-hati, bisa jadi tawaran WiFi itu dari orang jahat bin nakal. Mereka dikenal dengan sebutan Hacker atau Perentas. Dia bisa leluasa membobol data pin ATM, Kartu Kredit maupun inlog akun sosial media. Pesannya: Hati-hati dengan tawaran free WiFi.

Akun Instagram, Twitter maupun Facebook bisa mendadak terrentas oleh orang tak dikenal, sehingga pemilik kehilangan kendali. Postingan liar bermunculan. Dia bahkan bisa mengirim pesan ke kawan-kawan contact kita, minta bantuan uang. Atau mengirimkan postingan porno. Apalagi kalau sampai si perentas mendapatkan kata sandi e-mail yang memback-up akun media sosial itu. Kalau ini sampai terjadi, maka bisa berabe. Kita membutuhkan jalan panjang yang berliku, untuk mendapatkan kembali akun ke tangan kita.

Bukan hanya akun Media Sosial yang kena rentas, akibat menggunakan fasilitas Free WiFi, tetapi rekening bank bisa kebobolan juga. Dalam tempo yang singkat, kita melihat ada laporan transaksi dari rekening milik kita ke rekening lain. Booking hotel atau pembelian dengan kartu kredit kita.

Cara atau modus yang dipakai perentas mendapatkan segala info yang tersimpan dalam HP sangat canggih. Di tempat-tempat umum yang kerap didatangi wisatawan atau turis yang polos, perentas ‘menjebak’ dengan memasang WiFi Gratisan.

Dimaklumi, karena ‘calon korban’ yang polos sedang butuh koneksi oline gratisan, untuk aktivitas unggah foto di IG. Lumrah, karena kalau sedang di tempat wisata, penggunjung ini secepatnya unggah atau posting foto selfi nya. Tanpa sadar dia sebenarnya sedang masuk perangkap jebakan Badman.

Lokasi akses gratis WiFi tersedia di resto, hotel, airport, toko buku, mall dan bahkan di lokasi luar. Risiko penggunaan jaringan Wi-Fi publik, ketika hacker membuat Jaringan WiFi gratis dengan nama bonafide: “Free WiFi Airport” “Free WiFi” tanpa sandi. Kita jangan langsung sumringah, kalau bisa masuk terkoneksi internet tanpa harus memasukkan kata sandi. Bisa jadi itu jebakan.

Sudah cukup banyak contohnya, kawan-kawan yang menjadi korban perentasan HP lewat Free WiFi. Sebenarnya, untuk aktivitas online, sebaiknya memakai DATA internet 4G langganan atau pre-paid. Atau menggunakan Paket-WiFi sewaan yang bisa disharing ramai-ramai.

Sebagai Gambaran: Simak Video ini.