Serbalanda

Paket Jalur Utara: Volendam – Zaanse Schans – Rotterdam

Posted on Updated on

Paket menarik di bulan April selain kombinasi Giethoorn dan Keukenhof adalah Volendam – Zaanse Schans dan Amsterdam. Wisata Jalur Utara ini disaji dengan sentuhan tempat-tempat khas Belanda.

Itinerary

  • 08:00 – 08:30 penjemputan di Airport Schiphol atau Stasion Sloterdijk
  • 09:00 – 11: 30 Zaanse Schans dan Rumah Tumpuk
  • 12:30 – 14: 30 Volendam dan Lunch Fish & Chips
  • 15:30 – 18:00 Rotterdam: Markthal, Cube Houses dan Erasmus Bridge.
  • 19:30 kembali ke Amsterdam atau Schiphol

Antara 08:00 – 8:30 AM penjemputan di Meeting Point Schiphol dan Starbucks di Stasion Sloterdijk atau penjemputan di lokasi lain Amsterdam. Mengawali perjalanan wisata ke Zaanse Schans.

Zaanse Schans

Kompleks kincir angin tradisional di tepian sungai Zaan. Kawan akan memulai dari jembatan Juliana. Menyaksikan pemandangan kincir angin berjejer di tepian sungai dan perumahan tradisional di seberangnya.

Zaanse Schans, Kincir Angin, Wind Mollen, Wisata Belanda, Serbalanda, Serbalanda Tour
Zaanse Schans
Julianabrug
Kincir Penggiling Rempah
Rumah Tumpuk di Zaandam

Volendam

Desa Nelayan, Volendam adalah tujuan kedua. Sejak dahulu sudah sangat dikenal karena penduduknya yang konsisten menggunakan pakaian tradisional nelayan. Bahkan hampir 70% pengunjung Indonesia berfoto di Volendam.

Paket Volendam, Zaanse Schans dan Rotterdam

Rotterdam

Advertisements

Cabut Tulip Gratis di Amsterdam

Posted on Updated on

Sabtu, 19 Januari 2019, merupakan hari Tulip Nasional di Belanda. Peresmian musim tulip digelar di Amsterdam. Jantung ibukota negara Belanda, tepatnya di pelataran Istana Kerajaan, The Royal Palace. Ayo mencabut bunga-bunga Tulip yang Indah itu secara Gratis!

Bungat Tulip, Bunga Khas Belanda, Acara di Amsterdam, Tulip, Keukenhof
Hari Tulip di Pelataran Istana Negara Amsterdam

Jika kawan kebetulan berada di Amsterdam, jangan lewatkan kesempatan ini. Eka Tanjung dari Serbalanda Tour, tahun lalu hadir di tengah keramaian publik. Ikut pula mencabuti bunga khas Belanda asal Turki itu dengan cuma-cuma alias Gratis!

Perhimpunan, pak dan bu tani Tulip se Belanda mengundang kawan untuk datang ke sana. Silakan memilih seikat tulip secara gratis di pot-pot yang tertata dengan rapih di depan istana di Lapangan Dam.

Kegiatan Anak-anak di Belanda, Amsterdam, Keukenhof, Bunga Tulip Khas Belanda, Wisata Musim Semi
Tua Muda Boleh Petik Tulip Maksimal 20 Pucuk

Power of Flower

Penyelenggara memilih thema tahun ini adalah ‘Kekuatan Bunga’ dan itu tercermin pada desain taman yang penuh warna. Power of Flowers itu akan diusung juga dalam Pameran Bunga di Taman Keukenhof 2019.

Mahasiswa Indonesia di Belanda, Memetik Tulip di Amsterdam, Sekolah di Belanda, Menuntut Ilmu di Belanda, Beasiswa ke Belanda
Mahasiswa Indonesia dari Maastricht pun datang Petik Tulip

Bagi yang ingin mencicipi dan merasakan ‘kekuatan bunga’ datanglah ke De Dam’. Penyelenggara menyediakan 200.000 pohon Tulip yang dapat dipetik untuk disimpan di pot di rumah sendiri atau rumah mertua.

Acara Gratis Petik Tulip mulai pukul 13.00 yang ditandai gong pembukaan seorang selebriti lokal. Update: Menurut sumber dari penyelenggara. Acara pembukaan dilakukan oleh Putri Pewaris Tahta Catharina-Amalia. Mohon datang lebih awal, karena ngantri mengular. Jika giliran tiba maka kawan diizinkan memilih seikat 20 lembar pohon tulip. Acara buka sampai jam 5 sore.

Putri Catharina-Amalia
Wisata Musim Semi, Bunga Tulip yang Indah, Serbalanda, Tour Giethoorn dan Keukenhof
Supir Serbalanda Dapat Tulip Juga

Selain Amsterdam
Jika kawan tidak bisa hadir di Amsterdam, maka cobalah menanyakan penjual bunga di kota kawan. Barang kali sedang ada promo juga. Sebab Sabtu 9 Januari 2019 adalah hari pembukaan musim Tulip. Siapa tahu kawan bisa dapat lima pohon gratis.

Bunga Tulip, Tulip Gratis di Belanda, Ladang Gratis Tulip, Acara di Amsterdam, De Dam

Sejarah Hari Tulip
Hari Tulip Nasional dimulai sejak 2012. Selalu jatuh pada hari Sabtu ketiga bulan Januari.

Tautan Menarik:

Cara Mendapatkan Visa Schengen via Belanda

Posted on Updated on

Mendapatkan Visa Schengen, Visa ke Eropa. Memohon Visa Lewat Belanda
Schengen Dusun Perbatasan di Luxemburg

Liburan ke Eropa, selain didorong niat yang besar juga oleh syarat-syarat lain. Ticket, Paspor dan Visa. Eka Tanjung dari Serbalanda mengumpulkan informasi visa Eropa: Schengen yang diajukan dari Kedutaan Belanda.

Museum Schengen di Eropa, Visa Schengen, Visa masuk lewat Belanda
Museum Schengen

Eropa merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat menarik. Karena selain harga tiket pesawat dewasa ini relatif murah dibanding beberapa tahun silam. Juga visa yang didapat bisa mencakup banyak negara. Saat ini 26 negara.

Museum Schengen di Luksemburg, Wisata di Luxemburg
Museum Schengen di Luksemburg

Visa negara-negara Schengen :

  • Austria,
  • Belanda,
  • Belgia,
  • Republik Ceko,
  • Denmark,
  • Estonia,
  • Finlandia,
  • Hungaria,
  • Islandia,
  • Italia,
  • Jerman,
  • Latvia,
  • Lithuania,
  • Luxemburg,
  • Malta,
  • Norwegia,
  • Polandia,
  • Portugal,
  • Prancis,
  • Slovakia,
  • Slovenia,
  • Spanyol,
  • Swedia,
  • Swiss,
  • Yunani.
Pohon Anggur di Eropa, Memetik Anggur, Buah Anggur.
Kebun Anggur di Dusun Schengen

Nama Schengen diambil dari sebuah dusun di Luxemburg yang berbatasan dengan Prancis dan Jerman. Di Schengen inilah ditandatangani kesepakatan bersama pada 1984 antar lima negara Belanda, Belgia, Luxemburg, Jerman dan Prancis. Lima sekawan ini bisa dikatakan sebagai bidan atau sokoguru kelahiran negara-negara Schengen yang luas ini. Mereka menyepakati untuk menghapuskan perbatasan lalu lintas barang dan manusia dalam wilayah bersama. Eka Tanjung sempat berkunjung ke Desa Schengen. Liputan pendek bisa disaksikan di video ini:

Di internet sangat banyak tulisan mengenai pengalaman mendapatkan visa Schengen. Berikut beberapa tautannya yang mencari visa lewat Belanda:

Tautan Lain yang Menarik

Wisata Eropa, Pemandu Wisata Orang Indonesia, Orang Indonesia di Amsterdam
Kontak Serbalanda

Spot Cantik Giethoorn, Volendam & Zaanse Schans

Posted on Updated on

Banyak lokasi menarik yang didapat saat mengikuti Tour Tiga Tempat – TT4 – bersama Serbalanda Tour

Giethoorn, Dusun Air Terindah di Dunia

Volendam, Dusun Nelayan & Foto Busana Tradisional.

Zaanse Schans, Kincir Angin, Pabrik Keju & Sepatu Kayu.

Wisata Bersahabat. Dalam Sehari Bisa mengunjungi tiga tempat di Belanda. Lebih hemat dan menyenangkan.
Wisata Tiga Tempat

Copet Eropa Masuk Hotel dan Restoran

Posted on Updated on

Di musim dingin, copet-copet di Eropa memindahkan wilayah operasionalnya ke hotel-hotel dan restoran. Mereka beraksi dengan berbagai cara. Serbalanda mengumpulkan beberapa informasi.

Awas Copet

Eka Tanjung dari Serbalanda Tour mendapat informasi dari rekan-rekan sesama pelaku usaha Tour dan Travel bahwa di musim dingin, pencopet yang di Eropa memindahkan sasarannya ke ‘dalam’. 

Mereka tampaknya mulai meninggalkan tempat-tempat wisata outdoor ke indoor, sebagai sasaran jarahnya. Para pencopet yang kebanyakan dari Rumania dan Bulgaria tidak lagi aktif di tempat terbuka Volendam, Zaanse Schans, dan jalanan Amsterdam. Mereka mengalihkan ke kawasan di dalam gedung, yang lebih hangat. Restoran, Mall dan hotel menjadi sasaran.

Peringatan Awas Copet

Jari Beku 
Pencopet tampaknya juga merasa kedinginan untuk beraksi menggunakan ketrampilan dan kecepatan jari-jemarinya dalam melenyapkan barang berharga milik korban. Barangkali mereka merasa tidak nyaman juga ketika jari beku diterpa angin dingin atau pakai sarung tangan untuk ngerogoh dompet wisatawan yang sibuk berselfi atau fokus ke barang yang akan dibeli. 

Kiat dan Tips
Berikut ini beberapa kiat dan saran Serbalanda kepada tetamu dan kawan wisatawan dari Indonesia dan Malaysia. 

Eka Tanjung pakai Baju Polisi Gadungan
  • Waspada saat check-in di hotel. Tamu mohon jangan lengah kalau buka tas untuk keluarkan paspor. Saat terima kunci, jangan lengah dengan barang.
  • Waspada saat: Sarapan. Tas simpan di kamar atau kalau dibawa tetap diselempangkan. Jangan pikir di meja sarapan, barang anda sudah aman. Salah! Di pagi hari, biasa kita belum fokus. Masih terkantuk dan jetlag. Sementara lawan kita, ya itu sang copet sudah siap tempur untuk menggasak.
  • Waspada saat: Selfie. Jangan pisahkan tas dari tubuh anda. Lebih baik ketempelan tas. Daripada lepas tas, anda pikir sejenak, padahal tas ilang selamanya.
  • Waspada saat: duduk santai ketitipan tas-tas teman. Acuhkan jika ada yang minta tolong difotokan. Karena dia ini ingin mengalihkan perhatian kawan.
  • Waspada saat: di kendaraan umum. Di bus, kereta atau di tram juga merupakan lahan kerja pencopet.  Mohon tetap waspada dan mencari tempat yang tidak terlalu dekat dengan pintu. Sebab di tempat itu copet bisa cepat beraksi dan kabur

CCTV Percuma
Hal penting lain yang perlu diperhatikan, adalah peran CCTV. Alat rekam yang biasanya buram itu, hanya bisa menunjukkan bahwa orang tertentu yang mencuri barang. Tapi copet sudah sangat cerdik untuk segera kabur. Rekaman CCTV tidak bisa mengembalikan paspor, dokumen penting dan uang yang raib. 

Bu Octa dan Kawan-kawan di Schiphol Amseterdam

Update: Minggu 9 Desember 2018,  Ibu Octa yang berperjalanan di Eropa bersama 12 rekan lainnya. Sudah mengalami dua kali, menjadi sasaran copet. Pertam di London. Sebelum tanggal 7 Desember 2018, seorang anggota rombongannya terpaksa pulang langsung dari London ke Jakarta, karena dompet berisi paspor dan dokumen lainnya raib diambil copet. Sehingga rekan ini tidak bisa mengikuti wisata bersama serbalanda ke Giethoorn, Dusun Air Terindah di Dunia. Itu kejadian pertama di London.

Peristiwa ke dua, terjadi di Colmar Prancis 9 Desember 2018. Sehari setelah jalan-jalan dengan Eka Tanjung dari Serbalanda. Ibu Octa menyampaikan kabar lewat WA kepada Serbalanda. 

Pak Eka. Kami hampir kecopetan. Di station Colmar. Jd mereka nyelip di antara kami. Tangan sudah masuk ke salah satu tas kami. Kami teriak. Mereka santai saja pergi. Ini foto pencopetnya.

Ini dua wanita yang mencoba mencopet rombongan bu Octa di Stasion Colmar.

Ibu Octa juga menambahkan bahwa dirinya lebih waspada dan berani teriak karena telah mendapat masukan dan peringatan dari Serbalanda. Eka Tanjung menyampaikan pesan fokus dan waspada di perjalanan wisata. Di sela-sela cerita tentang pariwisata. 

Pencegahan tetap lebih baik dari mengobati. Jika paspor sudah hilang maka perjalanan anda dan rombongan akan terganggu. Harus mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor. (SPLP).

Tautan Menarik:

 

Wisata Transit di Amsterdam

Posted on Updated on

Amsterdam_20180526_105523
Kesempatan transit selama beberapa jam di Amsterdam bisa dimanfaatkan untuk mengunjunggi beberapa lokasi wisata seperti Damrak, de Dam, Royal Palace, Red Lights District, Rumah Multatuli. Berikut masukan dari Serbalanda Tour.

Eka Tanjung dari Serbalanda menerima banyak pertanyaan dari kawan-kawan Indonesia dan Malaysia tentang aktivitas yang cocok, ketika hanya punya waktu berwisata beberapa jam saja di Airport Schiphol Amsterdam. Dan cara paling ekonomis, naik kendaraan umum.

Kereta Api Belanda, Angkutan Umum di Belanda, Naik kereta ke Bandara, Serbalanda, Serbalanda Tour, Eka Tanjung
Papan Info di Stasion Belanda

Stasion Kereta di Schiphol

Schiphol memiliki stasiun kereta api bernama Station Schiphol. Berbeda dengan  bandara Soekarno-Hatta yang jalur keretanya di lantai atas. Di Schiphol, lokasi peron di basement, lantai -1. Bisa dijangkau jalan kaki  dari hal kedatangan sekitar 300 meter. Sebelum kawan naik kereta, perlu membeli karcis di mesin atau di loket kereta api belanda, NS. Jam keberangkatan Kereta Api Schiphol ke Amsterdam.

BUS-397 Amsterdam Airport Express

Selain kereta api, cara lain adalah naik bus ke Amsterdam Centraal Bus Station. Lokasinya juga tidak jauh dari stasion Amsterdam. Bus bisa menjadi pilihan yang murah dan nyaman. Bus ini difasilitasi WiFi gratis. Keterangan lebih rinci mengenai: Bus 397 Schiphol – Amsterdam.

Schiphol – Amsterdam ( 1 jam)

Sambil menantikan penerbangan atau perjalan darat lanjutan, bisa mengunjungi tempat-tempat menarik sekitar bandara yang jarak tempuhnya sekitar 30 menit saja. Dari airport bisa mengambil kereta api ke pusat kota Amsterdam yang berlokasi hanya 5 menit jalan kaki dari Centraal Station atau Stasion Kereta Api Amsterdam.

NOTE: Mohon diperhatikan soal bagasi dan koper. Kalau kawan membawa koper sebaiknya dipirkikan. Apakah akan dibawa jalan? Atau dititip di locker Bandara atau Stasion Kereta Amsterdam. Keduanya menyediakan service itu. Serbalanda pernah menulis tentang: Menyimpan Koper di Locker Stasion. Menyimpan koper di locker airport Schiphol Amsterdam.

Dari Stasion Amsterdam tinggal berjalan kaki saja menelusuri Damrak yang kondang dengan kedai-kedai dan hotel di sebelah kanan. Sementara itu di sebelah kiri adalah Damrak.

Rumah Miring Amsterdam Damrak

Damrak, Kanal, Kapal dan Rumah Miring

Canal Cruise  (1 jam)

Dermaga pemberangkatan kapal-kapal Canal Cruise. Dengan harga kisaran €15 euro bisa mengikuti tour sepanjang kanal-kanal di Amsterdam yang berkelok-kelok itu. Dengan penjelasan sejarah yang menarik. Termasuk gudang-gudang historis rempah milik Kongsi Dagang VOC. Sejarah ini berkaitan erat dengan Nusantara atau Indonesia. Tour Kanal itu berlangsung selama sekitar 1 jam, sudah plus mengantri masuk dan turun.

Rumah Miring (15 menit)

Masih disekitar Damrak, bisa menyaksikan keindahan rumah Amsterdam yang berbaris tanpa ada pemisah. Beberapa rumah itu tampak sudah mulai miring karena dimakan usia dan pondasi yang tidak lagi rata. Rumah-rumah itu disebut “Rumah Miring” Kawan bisa mengabadikan gambar di spot menarik Amsterdam itu.

Red Lights District – Lampu Merah (30 menit)

Sekitar 500 meter dari Damrak, kawan bisa menelusuri lorong-lorong Lampu Merah atau Red Lights District atau yang biasa di sebut De Wallen, oleh orang lokal. Itulah lokalisasi PSK, ala-ala Belanda. Para wanita penjaja, berpose di balik kaca pintu sambil mempertontonkan kemolekannya.

Para wanita itu menunggu peminat dan mencari penghasilan disana, namun mereka juga paham bahwa banyak wisatawan berlalu lalang, hanya semata karena rasa penasaran.

NOTE: Dilarang membuat foto atau video dari pada wanita PSK di sana. Kamera anda bisa direbut dan dibanting. Hormati mereka yang mencari nafkah. Sebab mereka bekerja legal dan dilindungi undang-undang Belanda.

Multatuli, Douwes Dekker, Edward Douwes Dekker, Wisata di Amsterdam, Serbalanda, Serbalanda Tour, Eka Tanjung, Sejarah Indonesia.

Rumah dan Patung Multatuli

Jika kunjungan ke Red Lights District dirasa tidak cocok, bisa diganti dengan lawatan ke rumah Multatuli dan menyaksikan patung Eduard Douwes Dekker yang berlokasi tidak jauh dari Damrak.  Museum Multatuli berlokasi di Korsjespoortsteeg 20, Amsterdam. Sementara patung penulis Max Havelaar itu berdiri di jembatan Torensluis, 1012 SM Amsterdam.

Sebagai orang Indonesia, ini bisa sangat menarik untuk mengenal “dari dekat” salah satu penulis Belanda yang  memihak kaum tertindas di Hindia Belanda. Di era ketika Indonesia masih dijajah Belanda.

De Dam Amsterdam, Damrak, Pusat Kota Amsterdam, Royal Palace, Madurodam, Serbalanda Tour, Eka Tanjung
De Dam Amsterdam

De Dam dan Royal Palace (30 menit)

Selesai dari kawasan lampu merah atau Multatuli, bisa melanjutkan perjalanan ke arah de Dam, tugu Nasional Belanda berwarna Putih yang terletak di depan Istana Kerajaan atau Royal Palace. Di sana kawan akan merasakan keramaian dari para wisatawan yang ingin berfoto di lokasi tempat berbagai peringatan nasional Belanda.

NOTE: Mohon waspada dengan copet.

Lanjut Perjalanan

Dari sana bisa kembali ke Schiphol untuk melanjutkan penerbangan. Atau ke Sloterdijk jika kawan akan ke pool Flixbus ke Paris, Praha, Berlin, Brussel atau ke kota lain di Eropa. Ke Schiphol bisa menggunakan kereta Api dari Stasion Amsterdam Central. Atau dengan Bus397.

Lupa Waktu
NOTE: Mohon tetap memperhatikan waktu. Karena Amsterdam bisa menyihir kawan menjadi lupa waktu. Terlalu banyak yang asik dan menarik. Tapi pesawat, kereta atau bus sudah menanti!

Private Transit

Jika kawan memerlukan informasi berkaitan dengan tour Transit secara umum. Atau tour transit dengan kendaraan pribadi dengan pendampingan orang Indonesia, bisa menghubungi kami.

Menghubungi Serbalanda, Pemandu Wisata Orang Indonesia, Orang Indonesia di Belanda, Serbalanda Tour, Eka Tanjung

Links:

Jalan-jalan ke Amsterdam, Saat Transit di Schiphol

Kiat Mengurus Visa Schengen Sendiri

Kiat Sukses Dapat Visa Schengen

Tour Tiga Tempat Yang Murah Meriah di Belanda

Sim Card Mudah dan Murah untuk Liburan di Eropa

Penginapan Murah Meriah di Belanda

Top 40 Macam Menu Makanan Indonesia di Belanda

Top 40 Resto HALAL non-Indonesia di Belanda.

Top 30 Resto HALAL, Indonesia – Suriname di Belanda

Top 60 Macam Sambal di Belanda

Top 40 Restoran Indonesia di Belanda

Top 40 Tempat Wisata Belanda

Top 30 Oleh-Oleh dari Belanda

Posted on Updated on

Zwitsal_Parfume
4. Eau de Zwitsal

Ketika liburan ada baiknya membeli oleh-oleh khas setempat. Jika ke Belanda, bisa belanja oleh-oleh khas negeri Kincir Angin ini. Eka Tanjung dari Serbalanda mengumpulkan 30 jenis buah tangan yang bisa dibawa ke Tanah Air.

  1. Keramik Delft Blue
  2. Klompen, Sepatu Kayu
  3. Kaos Timnas Oranje dan Klub Belanda
  4. Eau de Zwitsal, Parfum Baby
  5. Purol, bedak dan cream kulit.
  6. Sepeda: Gazelle dan Fongers
  7. Bunga Tulip
  8. Drops
  9. Knoppers
  10. Hopjes, gula-gula khas Den Haag. (10)
  11. Cokelat
  12. Stroopwafels
  13. Kopi Bubuk
  14. Teh
  15. Kaastengels
  16. Keju Asap Belanda (Smoked Cheese)
  17. Enk­hui­zer Jo­de­koek
  18. Speculaas
  19. Zaans Huisje Koek (Albert Heijn)
  20. Gerookte Paling 
  21. Mayonaise
  22. Kruidenthee
  23. Wilhelmina Pepermunt
  24. Ontbijtkoek
  25. Muisjes
  26. Wijko Saus Sate
  27. Rookworst (Sosis Asap)
  28. Hagelsag
  29. Pindakaas
  30. Apelmoes. 
2. Klompen, Sepatu Kayu
5. Purol. Bedak dan Cream