Eka

*Let’s Make Your Dreams Come True!* Mari Bersama Meraih Cita-Cita!*

CruyffSelain memberikan layanan penginapan, wisata di Belanda dan Eropa lewat Tour Serbalanda. Eka Tanjung memiliki hobbi dan obsesi lain yaitu: Memajukan Sepakbola Indonesia!

Berprinsip  “Mari Bersama Meraih Cita-cita,”  Eka Tanjung sebagai pembimbing, penasihat dan penunjuk jalan bakat muda sepakbola Indonesia untuk meniti langkah ke depan. Mengenal Belanda secara umum, dan sepakbolanya secara khusus.

Belanda sebagai soko guru Totaal Voetbal, punya gudang ilmu sepakbola. Negara Johan Cryuff dan Wiel Coerver ini memiliki infrastruktur yang sudah tertata dengan baik. Kompetisi sepak bola yang sudah teratur. Setiap kampung memiliki klub besar dan kecil berakomodasi lengkap. Sepakbola sudah menjadi budaya Negeri Kincir Angin ini. Betapa iri rasanya, membandingkan kondisi sepak bola di Belanda dengan di Indonesia.

Jauh berbeda
Seperti Bumi dan Langit. Betapa baiknya jika Belanda bisa berbagi ilmu sepakbola secara menyeluruh kepada Indonesia. Berbekal pengalaman sebagai wartawan Radio Nederland Wereldomroep (RNW), Eka Tanjung menjadi jembatan penghubung sepakbola Indonesia dan Belanda.

Van_Basten
Marco van Basten

Bermula sejak Oranje meraih gelar juara Euro 1988, tidak lagi berhenti mengikuti perkembangan sepakbola negeri Marco van Basten ini.

“Saya yakin, tidak ada infrastruktur (sepakbola red.) lebih baik dari Belanda, yang mampu memberi ruang para bakat terus berkembang baik. Ini kekuatan yang harus dipertahankan.” Marco van Basten di VI 5-11-15 Nr. 45

Hal itu terlihat dari munculnya bakat muda ke klub dan liga besar Eropa. Bakat Indonesia pun memanfaatkan kesempatan itu. Seperti Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Yussa Nugraha dan lainnya. Kami memiliki daftar 200an nama pemain #keturunan Indonesia.

Melihat besarnya minat publik Indonesia akan sepakbola Eropa ditambah dengan banyaknya pemain sepakbola berdarah Indonesia, maka minat pun makin mengerucut pada pemain-pemain #keturunan di Eropa, secara khusus Belanda.

Rekan-rekan media olah raga Indonesia, Eka Tanjung dikenal sebagai “penemu” Irfan Bachdim.

Wawancara dengan Irfan Bachdim tahun 2004 dan 2006 untuk siaran Radio Nederland. Tahun 2010, dua kali membuat liputan video bersama Junito Drias. Junito salah satu Camera Journalist terbaik yang pernah bekerjasama.

Wawancara dengan Radja Nainggolan berlangsung lewat telefoon pada tahun 2008. Setelah itu disusul dengan berbagai liputan dan wawancara menarik dengan para pemain keturunan. Eka Tanjung pun menjadi kecanduan dan ingin terus mendalami materi pemain #keturunan.

12032654_10206504183314865_3015245799832946103_o

Ingin Maju
Pekerjaan dan hobbinya menyaji berita baru dari Belanda tentang sepak bola Belanda, Naturalisasi, Pemain #Keturunan, Pembibitan dan segala yang berhubungan dengan Indonesia. Sebagai orang yang masih setia memegang paspor Indonesia, ingin melihat sepak bola Indonesia juga maju, seperti Belanda.

Pemain, pelatih, scouts, manajer berdarah Nusantara bisa berkontribusi untuk Indonesia. Blasteran Indonesia, Maluku, Indo, Jawa Suriname yang aktif di Belanda dan Eropa bisa memberi kontribusi di keahlian masing-masing. Eka Tanjung berulangkali menyambungkan pemain dan pelatih dari Belanda untuk memberi clinic dan pelatihan singkat kepada adik-adik di SSB di Indonesia.

TanjungPro meminta waktu dari pemain atau pelatih #keturunan yang sedang liburan di Indonesia. Waktu yang tersedia itu ditawarkan kepada klub atau SSB lokal. Agar mereka bisa bertatap muka, karena “Football Brings Us Together.”  Tujuannya agar sepak bola Indonesia juga bisa maju!

  • Sejak 2006 menyampaikan pemikiran lewat dua blog Sepakbolanda.com tentang sepak bola. Dan Serbalanda.com berita Belanda berkaitan dengan Indonesia.
  • Tebar kabar cepat di Twitter: @ekatanjung dan@sepakbolanda.
  • Ingin melihat Indonesia dan sepak bolanya maju dengan dua roda bersinergi. Roda pembibitan dan roda naturalisasi.
  • Sudah 30 tahun hidup di luar Indonesia, pria kelahiran Belitung Babel ini tetap cinta Indonesia.
  • Ayah dua anak ini menilai bangsanya masih butuh masukan dan kritikan. Dia berprinsip “mengkritik boleh, asal menyertakan solusi!”
  • Menikahi seorang wanita Indonesia penganut faham “Cinta Suami Bermula dari Perutnya.” Tidak heran kalau dia dimanjakan makanan lezat. Akibatnya dia ingat rumah minimal 3x sehari.

EzranYussa

Sepak bola adalah Cerminan Bangsa | Indonesia Mempunyai Potensi Untuk Meraih Sukses! | Kita Bisa Belajar Sepakbola dari Belanda |

Advertisements