Sejarah

This is Holland, Belanda Dalam 9 Menit

Posted on Updated on

Thisisholland_20171225_152618Salah satu tempat yang bisa dikunjungi ketika di Amsterdam adalah “This is Holland.” Pertunjukan film 4 Dimensional yang baru dibuka November 2017 ini memberi gambaran keindahan Belanda secara singkat. Eka Tanjung dari Serbalanda merekomendasikan kawan yang berada di Belanda untuk berkunjung ke tempat ini. Siapkan waktu satu jam, untuk mengenal lebih baik “This is Holland.”

Dengan lokasi yang sangat strategis dekat dengan Stasion Amsterdam Centraal maka “This is Holland” 4D Movie merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Dari stasion Amsterdam bagian Utara dekat Sungai Ij, bisa dijangkau dengan menggunakan jasa Pont kapal ferry gratisan Amsterdam Centraal ke Buikslotweg pp.

Pont_Ferry_Amsterdam
Pont penyeberangan: Amsterdam Centraal – Buiksloterweg

Menyeberang menunggangi perahu hanya berlangsung selama tiga menit saja. Dari stasion pemberhentian Buiksloterweg di Pulau Eye itu hanya perlu jalan kaki tiga menit ke arah gedung This is Holland, bangunan bundar berada di antara Gedung Sekolah Tinggi Seni dan Menara A’DAM.

Peta_Schermafdruk 2017-12-25 20.19.29
Jalan dari Buiksloterweg ke Gedung This is Holland.

Tiket untuk pertunjukkan yang secara total berdurasi selama 50 menit itu harganya €16,50 per orang on the spot atau €15,50 lewat pembelian online. Beli tiket online This is Holland.   Harga untuk anak sampai 12 tahun, € 9,50 baik online maupun on go show tidak ada bedanya. Perlu diperhatikan bahwa ada syarat tinggi badan: minimal 102 cm. Jadi anak di bawah 102 cm belum boleh menyaksikan pertunjukkan menarik ini.

Eka Tanjung dari Serbalanda Tour sudah mengunjungi tempat ini dan menyaksikan langsung sajian yang menarik.  Sehingga kami bisa berbagi pengalaman pribadi. Selain ini serbalanda juga sudah membawa beberapa tetamu Indonesia nonton film di sana.

Puan Rose yang berkunjung bersama suami dan tiga putranya dari Brunei Darussalam dengan terang-terangan mengatakan: “Terima kasih Cik Eka, movie nya Seronok Sangat. Si kecil malah ingin dua kali nonton.” 

Lain lagi dengan Bu Sally dan keluarganya dari Indonesia yang jalan bersama Serbalanda ke This is Holland pada 24 Desember 2017.

thisisholland20171225_135351

Mereka ber tujuh sangat terkesan.

“Waah luar biasa anak-anak senang dan omanya juga sampai takut tasnya tercemplung di laut. Padahal itu hanya film. Tapi sangat menyerupai sungguhan.”

Eka Tanjung dari Serbalanda tidak bisa menampilkan rekaman film atau gambar, karena di sana berlaku larangan membuat gambar di dalam bioskopnya. Sebagai obatnya kami sampaikan rekaman dari tayangan promo di Youtube.

Grup 20 Orang
Setelah memiliki tiket maka, bisa menuju ke kamar foto untuk mengambil gambar dengan latar belakang yang menarik seperti terbang. Di jam ramai, kemungkinan masih akan menunggu sampai group berjumlah maksimal 20 orang. Sekali jalan dikelompokkan berdasarkan bahasa. Untuk wisatawan asing disiapkan bahasa Inggris.

20171225_140724

20171225_142200

20171225_142305

 

Locker Aman
Oh ya, di musim dingin, kita bisa memanfaatkan locker yang tersedia di samping rest room atau kamar kecil. Jaket atau tas sebaiknya disimpan saja dengan baik dan aman. Penitipan ini gratis, hanya perlu memasukkan koin 1 euro yang nanti akan kembali lagi setelah pintu locker terbuka.

Kunjungan sekitar satu jam ke This is Holland yang sangat berkesan. Lokasi Indoor sangat cocok di musim dingin. Dan juga kelak dalam kombinasi dengan Keukenhof, Volendam, Zaanse Schans maupun Madurodam dan Giethoorn.Tidak mengherankan jika This is Holland masuk dalam kategori Top 40 Tempat Wisata Menarik di Amsterdam. Semoga kawan berkesampatan juga datang ke tempat asik ini.

Bila ingin info lebih jauh tentang liburan di Amsterdam atau Belanda. Silakan hubungi kami:
eka_tanjung_2017_kontak

Tautan Menarik:

 

Advertisements

Buku Harian: Tentara Belanda di Indonesia

Posted on Updated on

Schermafdruk 2017-08-08 01.48.16
Ronald Nijboer (Facebook)

Pada Selasa 8 Agustus 2017, berlangsung peluncuran buku berjudul “Tabé Java, Tabé Indië.”  Karya tulis Ronald Nijboer (30 tahun) ini mengenai pengalaman kakeknya, Evert-Jan Nijboer di Indonesia. Ditulis dalam Bahasa Belanda, namun buku setebal 288 halaman ini sangat menarik bagi generasi muda Belanda dan bagi orang Indonesia untuk mengintip sisi pandang mata Belanda. 

Bulan Agustus selalu istimewa dalam hubungan sejarah antara Indonesia dan Belanda. Akhir pendudukan Jepang, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno-Hatta terjadi di bulan Agustus 1945.

Acara Bulan Agustus
Eka Tanjung sebagai warga Indonesia di Belanda, belakangan ini melihat berbagai publikasi yang menyangkut hubungan kedua negara. Masyarakat Indonesia di Belanda mempersiapkan acara 17 Agustus 2017, memperingati 72 tahun kemerdekaan. Seperti halnya di Tanah Air,  Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI) di Den Haag menggelar berbagai pertandingan memperebutkan Piala Kemerdekaan. Tenis Meja, Badminton, Tenis Lapangan, Catur dan lainnya.

Sementara itu di tempat lain Den Haag Belanda juga berlangsung hari peringatan pembebasan Warga Keturunan Hindia Belanda de Indo’s dari pendudukan Jepang, 15 Agustus 1945.

Bulan Agustus secara umum bagi Indonesia adalah awal dari kebebasan memiliki negara sendiri. Bagi warga Indo, adalah peringatan akhir penderitaan sepanjang 3,5 tahun, pendudukan Jepang.

Schermafdruk 2017-08-08 01.56.36
Evert-Jan Nijboer (facebook)

Evert
Sementara itu bagi Ronald Nijboer,  Agustus adalah hari peluncuran bukunya perdananya tentang diary kakeknya, Evert-Jan Nijboer. Sang kakek yang sudah meninggal pada tahun 2008 lalu itu, pernah bertugas ke Indonesia bersama ratusan tentara Belanda yang dikirim dalam upaya mengembalikan stabilitas Hindia Belanda usai penyerahan Jepang.

Perang Kalah
Buku yang resmi dirilis 8 Agustus 2017 ini merupakan napak tilas perjalanan selama tugas di Hindia Belanda. “Masuk dalam peperangan yang berakhir kekalahan.”
Tidak heran jika sang kakek tidak pernah cerita secara langsung kepada anak cucunya sekembalinya dari “perang”  di Hindia. (Indonesia)

Walaupun membisu sampai akhir hayatnya tentang pengalaman pahitnya dalam peperangan, namun hebatnya, Evert-Jan mewariskan buku harian, tulisan, dokumen dalam sebuah peti kayu. Peti itu mengungkap banyak hal tentang masa gelap nya di Pulau Jawa, terutama Batavia.

Schermafdruk 2017-08-08 01.39.36

Konon, selain kekaguman pada alam dan penduduk Indonesia yang memukau, Evert-Jan juga menuliskan tentang peperangan, penembakan, pemboman, operasi militer dan kehilangan rekan seperjuangan.

Schermafdruk 2017-08-08 01.38.12

Eka Tanjung dari Serbalanda membaca cuplikan buku ini yang ditayang online di website sang penulis. Dari 10 lembar yang bisa dibaca, tampak cara penuturan penulis yang bagus dan mudah dicerna. Mungkin juga karena Eka Tanjung sedikit banyak sudah mengenal sejarah perpisahan resmi Indonesia dan Belanda.

Buku berjudul “Tabé Java, Tabé Indië”  “Selamat Berpisah Jawa, Selamat Berpisah Hindia,” tampaknya menarik untuk generasi sekarang ini.
Penulisan oleh generasi muda Belanda ini tergolong langka. Sebab selama ini generasi muda Belanda, tidak banyak tahu tentang sejarah di Timur Jauh.Mungkin ada faktor kesengajaan para orang tua mereka. Untuk apa mengenang sebuah kehilangan dan kekalahan. Mirip dengan rasa kalau kita kalah pertandingan sepakbola di partai final. Rasanya malas untuk mengenang kembali kekalahan itu. Kita harus “Move On” !

Sejauh ini hanya satu dua saja penulis sejarah yang melahirkan buku tentang fakta sejarah yang kelam dan menyakitkan bagi Belanda. Dan baru Ronald ini yang mendalami dan menyelami perjalan Kakek kandungnya sendiri.  Yang usianya ketika mulai menulis diary itu 21 tahun. (8 tahun lebih mudah dari usia Ronald ketika menuliskan menjadi buku.)

Eka Tanjung sudah tidak sabar ingin membaca buku ini. Kebetulan ada sepekan waktu liburan. Menikmati penulisan tentang pengalaman sang kakek Belanda di Indonesia (1945-1949).

Mungkin ada baiknya juga buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda, agar ada gambaran dan contoh perlunya akan menghormati sejarah. Dan juga perlunya untuk menuliskan sejarah tanpa rekayasa.

Sekedar Informasi Menarik:
Tour Tiga Tempat Yang Murah Meriah di Belanda
Penginapan Murah Meriah di Belanda
Top 40 Macam Menu Makanan Indonesia di Belanda

Top 40 Resto HALAL non-Indonesia di Belanda.
Top 30 Resto HALAL, Indonesia – Suriname di Belanda
Top 60 Macam Sambal di Belanda
Top 40 Restoran Indonesia di Belanda
Top 40 Tempat Wisata Belanda