Sejarah

Uwa Agrar, Tergiur Arsip Indonesia di Belanda

Posted on

Uwa Agrar, warga Indonesia yang kuliah di Belanda pada tahun 1980an. Akhirnya pindah jurusan kuliah, karena tergiur pada tawaran arsip tentang Indonesia di pusat-pusat arsip Belanda. Eka Tanjung mewawancara Uwa Agrar. Video dapat disaksikan di Youtube.
Wawancara dengan Uwa Agrar soal Gali Arsip Sejarah Indonesia.

Uwa Agrar, menjelaskan asiknya mendalami arsip Indonesia di Belanda. Dia terkejut akan banyaknya informasi sejarah Indonesia yang ada di pusat-pusat arsip Belanda. Akibat informasi arsip yang menjajikan itu, menjadikannya ia berubah jurusan kuliah. Dari Sosiologi Barat menjadi pendalaman sejarah Indonesia. 

Di awalnya Uwa Agrar kuliah jurusan Sosiologi Barat, tapi di tengah perjalanannya beliau berubah arah.

Meremehkan Sejarah
Bermula ketika kuliah di tingkat empat. Sudah hampir selesai di saat yang sama dia ingin santai. Harapannya dengan mengambil mata kuliah yang enteng. Sejarah Indonesia.

Jadi saya mengambil mata kuliah pilihan Sejarah Indonesia. Meskipun saya dari jurusan Sosiologi Barat. Dengan pemikiran saya ingin santai dan enteng. Belajar sesuatu yang sudah saya tahu.

Tapi ternyata ketika mengikuti mata kuliah itu dia menyadari, pengetahuannya sangat minimal tentang Indonesia. Misalnya pada buku sejarah yang diwajibkan dia menemukan informasi yang mencengangkan. 

Dia membaca bagaimana pasukannya Sentot Prawirodirdjo Panglimanya Diponegoro itu ikut berperang di pihak Belanda melawan Imam Bonjol. Dia dikerahkan oleh Belanda untuk melawan atau menghadapi Imam Bonjol.

Nah, di situ saya baru menyadari juga. Hal-hal seperti itu, saya baca juga sejarah Indonesia yang lain. Bupati Sumedang umpamanya itu mengerahkan rakyatnya berpihak ke belanda memerangi Diponegoro.

Mata Terbuka
Uwa Agrar terbuka matanya, ketika membaca beberapa situasi sejarah. “ Yang sudah cukup banyak itu waktu Perang Aceh. Tentara-tentara yang namanya Marsose (Marechaussee) yang kejam itu orang-orang kita orang Ambon, orang Manado, orang Jawa, orang Sunda.Nah di situ, saya mulai tertarik Sejarah Indonesia. Mata jadi terbuka.”

Dosen Sejarah Indonesia di Universitas Vrije Universiteit Amsterdam itu Profesor Dr. Heather Sutherland. Profesor asal Australia itulah yang terus membujuk dia, supaya terus tertarik pada Sejarah Indonesia.

Profesor Heather melihat Uwa Agrar sudah menguasai bahasa Belanda dengan baik. Guru besar di Vrije Universiteit Amsterdam (VU) lah yang mendorong-dorong Agrar untuk melakukan penelitian arsip. Saat itu tahun 1985an masih jarang orang Indonesia yang benar-benar menguasai Bahasa Belanda dengan baik.

Akhirnya skripsi doktoral Uwa Agrar pun berubah menjadi “Pergerakan  pro kemerderkaan di Indonesia khususnya di Priangan.”

Pilihan Menyimpang
Diakui bahwa pilihan itu menyimpang dari jurusan semula dari Western Sociology menjadi Sejarah Indonesia. Sebelum mengambil keputusan ini Uwa Agrar sempat berkonsultasi dengan Profesor Dick Kuiper, Dekan Fakultas Western Sociology. Pilihan diambil setelah mendapatkan dukungan dan lampu Hijau. 

“Apakah boleh saya sebagai Western Sociolog, mengambil sejarah Priangan?”

Akhirnya mendapatkan lampu Hijau, untuk penelitian atau kerja lapangan Uwa Agrar memanfaatkan penelitian arsip. 

Sementara mahasiswa Indonesia itu ke Indonesia, ada juga yang ke India atau kalau mahasiswa Belanda penelitian di Belanda.

Pilihan studi arsip ini antara lian berkat saran dari Profesor Heather Sutherland yang memberi salah satu mata kuliah.  “Agrar, arsip itu sangat menarik. Kamu ini nanti akan dapat tugas itu. Aku usulkan kamu penelitian lapangannya itu penelitian arsip. Di Pusat Arsip Nasional di Den Haag. “

Jadi untuk kerja lapangan Uwa Agrar melakukan penelitian arsip yang dimulai saat Revolusi Prancis, tahun 1800an Revolusi Industri. Arsip yang menggiurkan itu panjangnya puluh ribu kilometer.  

Nah sebagai orang yang belajar Sosiologi, saya ingin tahu. Apa yang terjadi di Indonesia tahun 1800an. 1805 – 1810 – 1815 – 1820. Menurut temuan Uwa Agrar Itu ternyata periode yang penting. Di sana terjadi banyak perubahan.

“VOC bangkrut, muncul pemerintahan Belanda, lalu di Eropa ada perang Napoleon, tentara Inggris masuk, Indonesia dikuasai oleh Raffles, lalu Napoleon kalah, kekuasaan Belanda balik lagi. Nah itu juga arsip yang benar-benar kaya saya benar-benar tertarik.” 

Walaupun hampir setiap hari berkereta dari Amsterdam ke Den Haag pulang pergi, dijalani karena saking tertariknya dengan materi. 

“Waktu itu belum ada kereta api yang lewat Schiphol, selalu harus lewat Haarlem.” 

Satu temuan lain adalah sebenarnya perlunya penguasaan bahasa Prancis untuk bisa menggali arsip sejarah Indonesia dizaman pendudukan Prancis. 

“Selain diperlukan kemampuan bahasa Belanda juga sebenarnya bahasa Prancis bisa sangat berguna untuk menelusuri arsip Indonesia. Sebaiknya kalau untuk periode itu, apalagi kalau meneliti zamannya kekuasaan Prancis. Perlu juga bahasa Prancis. Karena banyak juga arsip-arsip berbahasa Prancis. Seperti ketika Gubernur Jendral Daendels itu kan kekuasaan Prancis, arsip-arsip yang terkumpul itu banyak berbahasa Prancis.” 

Minatnya akan sejarah, tidak saja terbatas saat kuliah saja. Setelah masa pensiun ini pun Uwa Agrar masih saja tertarik akan sejarah. Dia mengunjungi tempat-tempat di Eropa yang berperan bagi Eropa.


“Karena senang sejarah, saya tahun kemarin sengaja ke Waterloo (Belgia). Jadi perang tahun 1815 – 1817 bagaimana itu pengobatan puluhan ribu serdadu Prancis, Inggris dan Belanda. Itu ada tugu peringatan yang sangat besar.  Dibikin semacam gunung. Waktu itu Waterloo Belgia itu masuk wilayah Belanda 1815. Di sana ada tugu peringatan yang sangat besar. Untuk memperingati karena putra mahkota Belanda tertembak, pundaknya luka, begitu.”

Padahal di saat yang samapuluhan ribu atau ratusan ribu meninggal, praktis tidak dibangunkan monumen. Untuk pangeran Belanda Prins van Oranje, dibuatkan gunung, khusus di atas bukit dengan Singanya melihat ke Prancis.

Pemerintah Belgia sekarang juga mengusahakan agar hamparan lahan-lahan ladang itu tetap bertahan seperti 200 tahun lalu menarik itu. Uwa Agrar tidak bosan-bosannya berada di sana itu. Disampingi sang istri tercinta Ibu Atik.


“Istri saya yang sabar, mengikuti saya. Walaupun buat dia sih gak terlalu istimewa kecuali liburan. Saya itu ingin tidur di Waterloo, jalan-jalan di sana. Dan lihat-lihat. Sangat asik, buat saya itu. Juga seperti ke Pantai Normandia di Prancis itu. (Perang Dunia II)” 

Di sana uwa Agrar juga masuk-masuk te lokasi penting dalam sejarah.

“Ingin lihat gimana Tentara Jerman itu menembaki anak-anak muda wajib militer sampai dihujani peluru. Itulah, berjalan-jalan sekian lama itu di sana itu. Istri saya sih hanya membuntuti dari belakang saja, walaupun kelelahan.” 

This is Holland, Belanda Dalam 9 Menit

Posted on Updated on

Salah satu tempat yang bisa dikunjungi ketika di Amsterdam adalah “This is Holland.” Pertunjukan film 4 Dimensional yang baru dibuka November 2017 ini memberi gambaran keindahan Belanda secara singkat. Eka Tanjung dari Serbalanda merekomendasikan kawan yang berada di Belanda untuk berkunjung ke tempat ini. Siapkan waktu satu jam, untuk mengenal lebih baik “This is Holland.”

Paket Wisata Eropa Lima 5 hari, Belanda: Amsterdam City, Volendam, Zaanse Schans, Giethoorn, Rumah Tumpuk, Makanan Halal, Brussel, FO Roermond Shopping, Paris, Eiffel, Louvre, Rotterdam, Den Haag, Madurodam. Guide Indonesia, Orang Indonesia di Eropa, Tour Bahasa Indonesia.

Kontak Supir Serbalanda, Sewa Mobil di Eropa, Carter Mobil di Belanda, Keliling Belanda.

Dengan lokasi yang sangat strategis dekat dengan Stasion Amsterdam Centraal maka “This is Holland” 4D Movie merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Dari stasion Amsterdam bagian Utara dekat Sungai Ij, bisa dijangkau dengan menggunakan jasa Pont kapal ferry gratisan Amsterdam Centraal ke Buikslotweg pp.

Paket Wisata Eropa Lima 5 hari, Belanda: Amsterdam City, Volendam, Zaanse Schans, Giethoorn, Rumah Tumpuk, Makanan Halal, Brussel, FO Roermond Shopping, Paris, Eiffel, Louvre, Rotterdam, Den Haag, Madurodam. Guide Indonesia, Orang Indonesia di Eropa, Tour Bahasa Indonesia.
Kontak Supir Serbalanda, Sewa Mobil di Eropa, Carter Mobil di Belanda, Keliling Belanda.
Pont penyeberangan: Amsterdam Centraal – Buiksloterweg

Menyeberangi Sungai IJ dengan kapal feri Gratis, berbaur dengan warga lokal, selama tiga menit saja. Dari stasion pemberhentian Buiksloterweg di Pulau Eye itu hanya perlu jalan kaki tiga menit ke arah gedung This is Holland, bangunan bundar berada di antara Gedung Sekolah Tinggi Seni dan Menara A’DAM LookOut wisata panorama Amsterdam.

Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata di Belanda. Ingin Berwisata Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik. One Day Tour Amsterdam, Transit Tour di Amsterdam, Wisata Belanda. Taksi Bandara.
Jalan dari Buiksloterweg ke Gedung This is Holland.

Tiket untuk pertunjukkan yang secara total berdurasi selama 50 menit itu harganya €16,50 per orang on the spot atau €15,50 lewat pembelian online. Beli tiket online This is Holland.   Harga untuk anak sampai 12 tahun, € 9,50 baik online maupun on go show tidak ada bedanya. Perlu diperhatikan bahwa ada syarat tinggi badan: minimal 102 cm. Jadi anak di bawah 102 cm belum boleh menyaksikan pertunjukkan menarik ini.

Eka Tanjung dari Serbalanda Tour sudah mengunjungi tempat ini dan menyaksikan langsung sajian yang menarik.  Sehingga kami bisa berbagi pengalaman pribadi. Selain ini serbalanda juga sudah membawa beberapa tetamu Indonesia nonton film di sana.

Puan Rose yang berkunjung bersama suami dan tiga putranya dari Brunei Darussalam dengan terang-terangan mengatakan: “Terima kasih Cik Eka, movie nya Seronok Sangat. Si kecil malah ingin dua kali nonton.” 

Lain lagi dengan Bu Sally dan keluarganya dari Indonesia yang jalan bersama Serbalanda ke This is Holland pada 24 Desember 2017.

Pemandu Wisata di Belanda. Ingin Berwisata Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Tour Transit di Amsterdam.

Mereka bertujuh sangat terkesan.

“Waah luar biasa anak-anak senang dan omanya juga sampai takut tasnya tercemplung di laut. Padahal itu hanya film. Tapi sangat menyerupai sungguhan.”

Supirsantun dari Serbalanda tidak bisa menampilkan rekaman film atau gambar, karena di sana berlaku larangan membuat gambar di dalam bioskopnya. Sebagai obatnya kami sampaikan rekaman dari tayangan promo di Youtube.

Grup 20 Orang
Setelah memiliki tiket maka, bisa menuju ke kamar foto untuk mengambil gambar dengan latar belakang yang menarik seperti terbang. Di jam ramai, kemungkinan masih akan menunggu sampai group berjumlah maksimal 20 orang. Sekali jalan dikelompokkan berdasarkan bahasa. Untuk wisatawan asing disiapkan bahasa Inggris.

Pemandu Wisata di Belanda. Ingin Berwisata Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Tour Transit di Amsterdam.
This is Holland. Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata di Belanda. Ingin Berwisata Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik. One Day Tour Amsterdam, Transit Tour di Amsterdam, Wisata Belanda. Taksi Bandara.
Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata di Belanda. Ingin Berwisata Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik. One Day Tour Amsterdam, Transit Tour di Amsterdam, Wisata Belanda. Taksi Bandara.

Locker Aman
Oh ya, di musim dingin, kita bisa memanfaatkan locker yang tersedia di samping rest room atau kamar kecil. Jaket atau tas sebaiknya disimpan saja dengan baik dan aman. Penitipan ini gratis, hanya perlu memasukkan koin 1 euro yang nanti akan kembali lagi setelah pintu locker terbuka.

Kunjungan sekitar satu jam ke This is Holland yang sangat berkesan. Lokasi Indoor sangat cocok di musim dingin. Dan juga kelak dalam kombinasi dengan Keukenhof, Volendam, Zaanse Schans maupun Madurodam dan Giethoorn. Tidak mengherankan jika This is Holland masuk dalam kategori Top 40 Tempat Wisata Menarik di Belanda. Semoga kawan berkesampatan juga datang ke tempat asik ini.

Bila ingin info lebih jauh tentang liburan di Amsterdam atau Belanda. Silakan hubungi kami:

Kontak Serbalanda. Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata di Belanda. Ingin Berwisata Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik. One Day Tour Amsterdam, Transit Tour di Amsterdam, Wisata Belanda. Taksi Bandara.
Klik Gambar untuk Mengirim Pesan Whatsapp

Tautan Menarik:

Buku Harian: Tentara Belanda di Indonesia

Posted on Updated on

Schermafdruk 2017-08-08 01.48.16
Ronald Nijboer (Facebook)

Pada Selasa 8 Agustus 2017, berlangsung peluncuran buku berjudul “Tabé Java, Tabé Indië.”  Karya tulis Ronald Nijboer (30 tahun) ini mengenai pengalaman kakeknya, Evert-Jan Nijboer di Indonesia. Ditulis dalam Bahasa Belanda, namun buku setebal 288 halaman ini sangat menarik bagi generasi muda Belanda dan bagi orang Indonesia untuk mengintip sisi pandang mata Belanda. 

Bulan Agustus selalu istimewa dalam hubungan sejarah antara Indonesia dan Belanda. Akhir pendudukan Jepang, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno-Hatta terjadi di bulan Agustus 1945.

Acara Bulan Agustus
Eka Tanjung sebagai warga Indonesia di Belanda, belakangan ini melihat berbagai publikasi yang menyangkut hubungan kedua negara. Masyarakat Indonesia di Belanda mempersiapkan acara 17 Agustus 2017, memperingati 72 tahun kemerdekaan. Seperti halnya di Tanah Air,  Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI) di Den Haag menggelar berbagai pertandingan memperebutkan Piala Kemerdekaan. Tenis Meja, Badminton, Tenis Lapangan, Catur dan lainnya.

Sementara itu di tempat lain Den Haag Belanda juga berlangsung hari peringatan pembebasan Warga Keturunan Hindia Belanda de Indo’s dari pendudukan Jepang, 15 Agustus 1945.

Bulan Agustus secara umum bagi Indonesia adalah awal dari kebebasan memiliki negara sendiri. Bagi warga Indo, adalah peringatan akhir penderitaan sepanjang 3,5 tahun, pendudukan Jepang.

Schermafdruk 2017-08-08 01.56.36
Evert-Jan Nijboer (facebook)

Evert
Sementara itu bagi Ronald Nijboer,  Agustus adalah hari peluncuran bukunya perdananya tentang diary kakeknya, Evert-Jan Nijboer. Sang kakek yang sudah meninggal pada tahun 2008 lalu itu, pernah bertugas ke Indonesia bersama ratusan tentara Belanda yang dikirim dalam upaya mengembalikan stabilitas Hindia Belanda usai penyerahan Jepang.

Perang Kalah
Buku yang resmi dirilis 8 Agustus 2017 ini merupakan napak tilas perjalanan selama tugas di Hindia Belanda. “Masuk dalam peperangan yang berakhir kekalahan.”
Tidak heran jika sang kakek tidak pernah cerita secara langsung kepada anak cucunya sekembalinya dari “perang”  di Hindia. (Indonesia)

Walaupun membisu sampai akhir hayatnya tentang pengalaman pahitnya dalam peperangan, namun hebatnya, Evert-Jan mewariskan buku harian, tulisan, dokumen dalam sebuah peti kayu. Peti itu mengungkap banyak hal tentang masa gelap nya di Pulau Jawa, terutama Batavia.

Schermafdruk 2017-08-08 01.39.36

Konon, selain kekaguman pada alam dan penduduk Indonesia yang memukau, Evert-Jan juga menuliskan tentang peperangan, penembakan, pemboman, operasi militer dan kehilangan rekan seperjuangan.

Schermafdruk 2017-08-08 01.38.12

Eka Tanjung dari Serbalanda membaca cuplikan buku ini yang ditayang online di website sang penulis. Dari 10 lembar yang bisa dibaca, tampak cara penuturan penulis yang bagus dan mudah dicerna. Mungkin juga karena Eka Tanjung sedikit banyak sudah mengenal sejarah perpisahan resmi Indonesia dan Belanda.

Buku berjudul “Tabé Java, Tabé Indië”  “Selamat Berpisah Jawa, Selamat Berpisah Hindia,” tampaknya menarik untuk generasi sekarang ini.
Penulisan oleh generasi muda Belanda ini tergolong langka. Sebab selama ini generasi muda Belanda, tidak banyak tahu tentang sejarah di Timur Jauh.Mungkin ada faktor kesengajaan para orang tua mereka. Untuk apa mengenang sebuah kehilangan dan kekalahan. Mirip dengan rasa kalau kita kalah pertandingan sepakbola di partai final. Rasanya malas untuk mengenang kembali kekalahan itu. Kita harus “Move On” !

Sejauh ini hanya satu dua saja penulis sejarah yang melahirkan buku tentang fakta sejarah yang kelam dan menyakitkan bagi Belanda. Dan baru Ronald ini yang mendalami dan menyelami perjalan Kakek kandungnya sendiri.  Yang usianya ketika mulai menulis diary itu 21 tahun. (8 tahun lebih mudah dari usia Ronald ketika menuliskan menjadi buku.)

Eka Tanjung sudah tidak sabar ingin membaca buku ini. Kebetulan ada sepekan waktu liburan. Menikmati penulisan tentang pengalaman sang kakek Belanda di Indonesia (1945-1949).

Mungkin ada baiknya juga buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda, agar ada gambaran dan contoh perlunya akan menghormati sejarah. Dan juga perlunya untuk menuliskan sejarah tanpa rekayasa.

Sekedar Informasi Menarik:
Tour Tiga Tempat Yang Murah Meriah di Belanda
Penginapan Murah Meriah di Belanda
Top 40 Macam Menu Makanan Indonesia di Belanda

Top 40 Resto HALAL non-Indonesia di Belanda.
Top 30 Resto HALAL, Indonesia – Suriname di Belanda
Top 60 Macam Sambal di Belanda
Top 40 Restoran Indonesia di Belanda
Top 40 Tempat Wisata Belanda