Copet Eropa Masuk Hotel dan Restoran

Posted on Updated on

Di musim dingin, copet-copet di Eropa memindahkan wilayah operasionalnya ke hotel-hotel dan restoran. Mereka beraksi dengan berbagai cara. Serbalanda mengumpulkan beberapa informasi.

Awas Copet

Eka Tanjung dari Serbalanda Tour mendapat informasi dari rekan-rekan sesama pelaku usaha Tour dan Travel bahwa di musim dingin, pencopet yang di Eropa memindahkan sasarannya ke ‘dalam’. 

Mereka tampaknya mulai meninggalkan tempat-tempat wisata outdoor ke indoor, sebagai sasaran jarahnya. Para pencopet yang kebanyakan dari Rumania dan Bulgaria tidak lagi aktif di tempat terbuka Volendam, Zaanse Schans, dan jalanan Amsterdam. Mereka mengalihkan ke kawasan di dalam gedung, yang lebih hangat. Restoran, Mall dan hotel menjadi sasaran.

Peringatan Awas Copet

Jari Beku 
Pencopet tampaknya juga merasa kedinginan untuk beraksi menggunakan ketrampilan dan kecepatan jari-jemarinya dalam melenyapkan barang berharga milik korban. Barangkali mereka merasa tidak nyaman juga ketika jari beku diterpa angin dingin atau pakai sarung tangan untuk ngerogoh dompet wisatawan yang sibuk berselfi atau fokus ke barang yang akan dibeli. 

Kiat dan Tips
Berikut ini beberapa kiat dan saran Serbalanda kepada tetamu dan kawan wisatawan dari Indonesia dan Malaysia. 

Eka Tanjung pakai Baju Polisi Gadungan
  • Waspada saat check-in di hotel. Tamu mohon jangan lengah kalau buka tas untuk keluarkan paspor. Saat terima kunci, jangan lengah dengan barang.
  • Waspada saat: Sarapan. Tas simpan di kamar atau kalau dibawa tetap diselempangkan. Jangan pikir di meja sarapan, barang anda sudah aman. Salah! Di pagi hari, biasa kita belum fokus. Masih terkantuk dan jetlag. Sementara lawan kita, ya itu sang copet sudah siap tempur untuk menggasak.
  • Waspada saat: Selfie. Jangan pisahkan tas dari tubuh anda. Lebih baik ketempelan tas. Daripada lepas tas, anda pikir sejenak, padahal tas ilang selamanya.
  • Waspada saat: duduk santai ketitipan tas-tas teman. Acuhkan jika ada yang minta tolong difotokan. Karena dia ini ingin mengalihkan perhatian kawan.
  • Waspada saat: di kendaraan umum. Di bus, kereta atau di tram juga merupakan lahan kerja pencopet.  Mohon tetap waspada dan mencari tempat yang tidak terlalu dekat dengan pintu. Sebab di tempat itu copet bisa cepat beraksi dan kabur

CCTV Percuma
Hal penting lain yang perlu diperhatikan, adalah peran CCTV. Alat rekam yang biasanya buram itu, hanya bisa menunjukkan bahwa orang tertentu yang mencuri barang. Tapi copet sudah sangat cerdik untuk segera kabur. Rekaman CCTV tidak bisa mengembalikan paspor, dokumen penting dan uang yang raib. 

Bu Octa dan Kawan-kawan di Schiphol Amseterdam

Update: Minggu 9 Desember 2018,  Ibu Octa yang berperjalanan di Eropa bersama 12 rekan lainnya. Sudah mengalami dua kali, menjadi sasaran copet. Pertam di London. Sebelum tanggal 7 Desember 2018, seorang anggota rombongannya terpaksa pulang langsung dari London ke Jakarta, karena dompet berisi paspor dan dokumen lainnya raib diambil copet. Sehingga rekan ini tidak bisa mengikuti wisata bersama serbalanda ke Giethoorn, Dusun Air Terindah di Dunia. Itu kejadian pertama di London.

Peristiwa ke dua, terjadi di Colmar Prancis 9 Desember 2018. Sehari setelah jalan-jalan dengan Eka Tanjung dari Serbalanda. Ibu Octa menyampaikan kabar lewat WA kepada Serbalanda. 

Pak Eka. Kami hampir kecopetan. Di station Colmar. Jd mereka nyelip di antara kami. Tangan sudah masuk ke salah satu tas kami. Kami teriak. Mereka santai saja pergi. Ini foto pencopetnya.

Ini dua wanita yang mencoba mencopet rombongan bu Octa di Stasion Colmar.

Ibu Octa juga menambahkan bahwa dirinya lebih waspada dan berani teriak karena telah mendapat masukan dan peringatan dari Serbalanda. Eka Tanjung menyampaikan pesan fokus dan waspada di perjalanan wisata. Di sela-sela cerita tentang pariwisata. 

Pencegahan tetap lebih baik dari mengobati. Jika paspor sudah hilang maka perjalanan anda dan rombongan akan terganggu. Harus mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor. (SPLP).

Tautan Menarik:

Advertisements