Giethoorn

Serba Belanda: Kisah Bule Sunda

Posted on

Hubungan lama Belanda dan Indonesia meninggalkan banyak jejak menarik. Di Negeri Kincir Angin ini banyak kita temukan hal-hal menarik berkaitan dengan Indonesia. Salah satunya dari sisi humaniora. Eka Tanjung memperkenalkan Mang Theo, si Bule Sunda.

Mang Theo adalah pria kelahiran 1950 di Cisarua Bogor. Orang tuanya bekerja di Perkebunan Teh Cisarua Selatan. Sampai usia 13 tahun dia tinggal di Kaki Gunung Pangrango.

Kemudian dia pindah ke Belanda, karena ikut ibunya yang dirawat di Belanda karena sakit keras. Sejak itu Theo kecil memulai hidup di negara yang tidak dikenalnya.

Kisah Mang Theo ini menarik dari berbagai sudut. Masa kecilnya di Cisarua sangat berkesan. Semua bisa disaksikan pada serial perbincangan dengan Mang Theo yang kami tayang di Channel Youtube kami. Berbincangan bisa disaksikan di bawah ini.

Perjumpaan Pertama dengan Mang Theo terjadi pada 2017. Ketika sedang mengantar anak kami berlatih Bulutangkis di Gelanggang Indischebuurt, kami berjumpa dengan pria separoh baya ini:

Perkenalan dengan Mang Theo, si Bule Sunda.

Penampilan Mang Theo menjadi uniek karena beberapa hal. Pertama karena dia sebagai pria Bule bisa berbicara bahasa Sunda dengan lumayan baik. Bukan saja kalimat dan kata tetapi juga gesture atau gaya badannya Nyunda.

Mang Theo Nyanyi Sunda

Lagu Favoritenya pun bahasa Sunda. Bahasa Sunda sebenarnya di tempat asalnya sendiri sudah mulai punah. Tidak banyak remaja dan generasi muda yang masih menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari. Dalam video di bawah ini penjelasan mengenai belajar Bahasa Sunda. Dan pengalamannya ngurek belut di Paragajen.

Belajar Bahasa Sunda Sambil Ngurek Belut

Mang Theo sekarang tinggal di Belanda. Dan mungkin hanya sebagian kecil atau nyaris tidak banyak orang Belanda yang menguasai Bahasa Sunda DAN Bahasa Indonesia. Minimal tidak sebagus dia. Adapun orang Indonesia sendiri tentu masih ada beberapa di Belanda yang menguasai Bahasa Sunda.

Pada episode kedua, Mang Theo menceritakan tentang pengalaman berburu dan membakar Kelelawar. Cara menangkap Kelelawar yaitu dengan cara menangkap ketika binatang itu tidur bergerombol di gombong atau pipa bambu. Kali ini pun dia jalani bersama Uus, kawan karibnya yang setia.

Mang Theo Merasa Kebal Korona

Orang Belanda Disunat
Untuk perbincangan bagian ke tiga ini Mang Theo menuturkan tentang pengalamannya berenang di sungai Cisarua bersama-sama kawan-kawan. Berenang Telanjang Bulat tanpa celana. Saat itu dia merasa berbeda dari kawan-kawannya. Bukan saja warna kulit, rambut dan penampilan badan. Tapi juga kemaluan yang berbeda. Anak-anak lain sebayanya (11 – 14 tahun) sudah disunat dan tanpa ada kelatup. Sedangkan miliknya masih untuh. Melihat kondisi itu, sesampainya di rumah, Theo langsung minta kepada orang tuanya untuk disunat.

Demi Pertemanan Mang Theo, Rela Disunat

Selanjutnya dalam perbincangan di atas perahu Giethoorn itu, Mang Theo juga menyampaikan pengalaman bermain bola dengan Jeruk Bali. Hal lain yang juga disampaikan dalam percakapan ini adalah kenangan dua kali, kembali ke Paragajen setelah Mang Theo tinggal di Belanda. Pada tahun 1985 dan tahun 2010.

Dia menyaksikan banyak perubahan dalam dua kunjungan itu. Pertama, masih ada jejak Cisarua Bogor seperti 22 tahun sebelumnya yang melekat di-memory. Namun ketika kembali 2010, sudah banyak yang berubah.

Lokasi: Video perbincangan ini dibuat di Giethoorn, Dusun Sunyi yang Indah di Belanda. Tanpa kebisingan kendaraan bermotor, kami mengarungi desa indah ini dengan perahu. Pada perjumpaan selanjutnya Mang Theo akan menceritakan pengalaman di Paragajen yang meninggalkan trauma. Lalu mengenai sulitnya keberangkatan mendadak dari Kampung Paragajen ke Belanda.

Jika berkaitan dengan tulisan ini kawan ingin menghubungi Eka Tanjung, bisa berkirim lewat WA:

Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata Orang Indonesia di Belanda. Ingin Liburan Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik. One Day Tour Amsterdam, Transit Tour di Amsterdam, Wisata Belanda. Taksi Bandara. Transit di Amsterdam.
Klik Gambar untuk Berkirim Whatsapp. Terima Kasih.

Cara Murah ke Giethoorn

Posted on Updated on

Giethoorn, dusun air ter indah di dunia bisa dijangkau dengan kendaraan umum. Dengan sedikit kejelian maka bisa menjangkau dusun sunyi itu dengan beaya yang sangat ekonomis. Naik Kereta dan bis dari Amsterdam. Berikut tips serbalanda untuk bertamasya murah ke Giethoorn.

Sejak Giethoorn menjadi tujuan favorite wisata di Belanda. Maka semakin banyak pula wisatawan yang ingin membuktikan keindahannya. Dengan budget terbatas pun bisa sampai ke lokasi di propinsi Overijssel ini.

Di desa itu ada dua halte pemberhentian bis umum nomor 70 dan 71.
Nama haltenya: Giethoorn Zuid dan Dominee Hylkemaweg
Halte_Giethoorn_02Halte_Giethoorn_01
Bantuan App
Dengan bantuan App atau website: 9292.nl atau Moovit kawan bisa menjangkau salah satu halte di Giethoorn itu. Dari sana hanya jalan beberapa ratus meter saja bisa sampai ke kanal-kanal indah. Di sana kawan bisa menemukan restoran, penyewaan perahu atau memulai dengan jalan kaki menelusuri keindahan.

Perjalanan Menyenangkan
Perjalanan menyenangkan ini akan makan waktu sekitar 2,5 jam sekali jalan. Dan kembali juga 2,5 jam. Sisa waktu bisa dipakai untuk menikmati Giethoorn sekitar 3 jam. Perjalanan 8 jam yang sangat menyenangkan dan terutama ekonomis. Selamat Mencoba.

Namun jika kawan tidak terlalu punya banyak waktu, umpamanya hanya ada 1 hari dan ingin juga menjangkau Volendam, Zaanse Schans sebaiknya memanfaatkan paket tour Serbalanda.

Sebab dengan waktu sekitar 11 jam, bisa menjangkau tiga tempat ikon Belanda itu. Silakan membandingan dengan: Wisata Tiga Tempat Harga Bersahabat: Giethoorn, Zaanse Schans dan Volendam.

Links Menarik Lain: