Belanda

Malam Sint Maarten, Kearifan Lokal Belanda

Posted on Updated on

SintMaarten_02
Alifa dan Renzio

Di Belanda, jarang ada kunjungan spontan ke tetangga lebih jauh dari 5 rumah di samping. Namun mereka menciptakan momen-momen tertentu untuk bisa beranjangsana.

Seperti Malam Sint Maarten. Serbalanda melihatnya hari Sint Maarten ini sebuah kearifan Belanda yang sangat baik untuk bermasyarakat. 11 November dari pukul 18.00 – 20.00 PM. Anak-anak mendatangi rumah dari pintu ke pintu. ” dari pintu ke pintu, ku tawarkan.. lagu Sinte-sinte Mik .. mak.”

Setelah anak-anak memijit bel rumah tetangga dan sang empunya membuka pintu, maka nanyian dari kerongkongan kecil-kecil itu berkumandang. Satu rumah, satu lagu  “Sint Maarten” di depan pemilik rumah. Satu tangan memegang lampion, atau tongkat berujungkan lampu pakai batrei. Ada lampion buatan sendiri ada yang beli di toko. Macam lagu ada minimal 5 lagu, atau mungkin lebih.

Usai bernyanyi, maka sang pemilik biasanya melontarkan pujian. “Mooi gezongen zeg!” “Nyanyinya bagus lho!” atau kalau pelantunnya mengeluarkan suara kurang enak di telinga, pemilik akan mencari hal lain yang membuat anak senang. “Wat heb je een mooi lampion.” Lampu kamu bagus! Karena anak-anak selalu membawa lampion saat bernyanyi itu.

SintMaarten_06 max

Usai lagu berdurasi 30 detikan itu, maka si pemilik rumah akan menyodorkan piring atau bejana atau keranjang berisikan bermacam gula-gula atau candies. Anak-anak boleh mengambil seorang satu. Atau kalau pelantunnya sendiri dan pemiliknya baik hati, bahkan boleh ambil lebih dari satu candy. Belakangan sudah mulai banyak pula yang memilih untuk menawarkan jeruk atau apel sebagai hadiah nyanyi. Itu lebih sehat dan mendidik menurut Serbalanda.

Sekitar satu jam anak-anak ngider, biasanya mereka jalan bergerombol ber dua-tiga atau berlima. Dengan ada pendamping satu orang dewasa. Untuk jaga-jaga kalau ada hal yang tidak diiginkan. Anak jatuh atau kesasar, maklum sudah malam dan gelap.

SintMaarten_04

Seusai ngider sekitar satu atau dua jam, anak-anak pulang ke rumah dengan masing-masing membawa candies dan gula-gula seransel penuh. Walaupun secara nominal mungkin nilai hasilnya itu tidak sampai 5 euro, tapi makna sosialnya yang sangat besar. Anak-anak memahami bahwa “bernyanyi untuk orang lain” kebaikan akan mendatangkan kebaikan pula.

Mereka senang, untuk sebulan ke depan tidak perlu lagi jajan. Kami orang tua yang mengawasi mana yang bisa dimakan dan mana yang tidak. Sehubungan dengan kadar gula berlebihan atau gelatine. Setiap orang tua punya aturannya masing-masing. Intinya anak anak senang dan dia sudah berkenalan dengan tetangga lagi. Saling Memberi Salam Adalah Hal yang Baik

Kesempatan untuk bersilaturahim dengan tetangga di kampung. 100 rumah kiri kanan, 100 rumah depan belakang. Dan mengajari anak untuk bersosialisasi dan menghargai. Berucap terima kasih ketika menerima sesuatu.

Perlu disampaikan juga bahwa tidak semua rumah berpartisipasi atau menyiapkan gula-gula atau candies untuk anak-anak. Ada rumah yang gelap karena tidak di rumah, atau ada di rumah tapi tidak ikut serta. Mereka biasanya memasang tulisan di pintu. “Maaf, tahun ini kami tidak ikut serta Sint Maarten.” Dengan tulisan di pintu, anak-anak tidak perlu lagi berharap. Tidask ikutan bukan sebuah kehinaan, tapi tentu mereka punya alasannya. It’s okay. Kejujuran Harus Bisa Diterima.

Dari rekaman video di bawah ini bisa terdengar sayup suara Alifa Mansini dan Renzio temannya menyanyikan lagu. Setelah itu sang pemilik rumah melontarkan apresisasi.

“Wat mooi lampionnen hebben jullie!” Alifa dengan lantang menjawab: “Danku wel. En Wat een mooi huis.” “Terima Kasih. Rumahnya bagus banget!” Dan pemilikpun menjawab:Terima Kasih. Alifa dan Renzio mengambil gula-gula dan mengatakan “Danku Wel”

SintMaarten_01

Giethoorn, Wisata Romantis dan Ngangenin

Posted on Updated on

Dusun Sunyi Tanpa Kendaraan Bermotor di Belanda, namanya Giethoorn. Sunyi menyedot wisatawan Indonesia. 

Giethoorn, Dusun Air yang Sunyi. Dusun Tanpa Kendaraan Bermotor. Tempat Wisata di Belanda, Transport ke Giethoorn, Menginap di Giethoorn
Giethoorn

Giethoorn kampung unik dengan parit berkelok-kelok belum banyak dikenal wisatawan Indonesia. Pelancong dari China sudah terlebih dahulu menginjakkan kakinya di dusun sunyi, damai di Overijssel nan indah ini.

2015-07-09 12.56.28

Eka Tanjung berkesempatan mengunjungi Giethoorn tempat yang indah itu 9 Juli 2015 bersama dua kawan.
Bari Muchtar, penyiar Radio SKS Belanda dan Parlindungan Marpaung, motivator ulung dari Bandung. Bagi Bari, ini adalah kunjungannya ke dua. Pertama kali pada tahun 2008 bersama Gerda sang istri, mengantar Sri Harsini kawan dari Solo Indonesia yang sedang berkunjung ke Belanda.

Suasana Tenang di Giethoorn

Bikin Kangen
Walau demikian lawatan kali ini lebih istimewa bagi Bari karena dia lebih bisa menikmati dan menghargai keindahan alam dan kanal sepanjang 7 km itu. Kali ini Bari mendapat kesan lebih baik lagi dan berjanji pasti akan kembali lagi.

Bagi sang motivator, Parlindungan, ini adalah lawatan pertama. Dia merasa tercengang dengan keindahan alam yang ditawarkan oleh kawasan yang beda dari yang dia biasa.

Giethoorn terletak di propinsi Overijssel, Timur Laut dari ibukota Amsterdam. Jaraknya sekitar 130 KM dari Amsterdam. Dan jarak tempuhnya sekitar 120 menit atau dua jam. Kalau dari Den Haag, jaraknya sekitar 180 KM dengan jarak tempuh sekitar 160 menit.

Transportasi ke Giethoorn
Untuk bisa sampai ke Giethoorn bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Naik kendaraan pribadi.

Wisata Romantis di Giethoorn, Malam Pengantin, Honeymoon
Terima Kasih Giethoorn dan Serbalanda

Mirip Bandung
Setiap kakinya melangkah satu meter, tidak hentinya dia mengatakan bahwa tempat ini sebenarnya mirip dengan lokasi di Bandung, kota tempat tinggalnya. Sama-sama indah, tapi dengan beberapa perbedaan saja. Menurutnya Giethoorn sedikit lebih rapih, bersih dan tempatnya bebas kendaraan bermotor. Kita hanya menemukan sepeda dan perahu air sebagai alat angkut.

“Walaupun menggunakan motor namun nyaris tidak berbunyi. Jadi terasa heningnya dan juga suara burung bisa terdengar dengan jelas.”

2015-07-09 13.51.15
Sungai Tenang merupakan sarana lalu lintas di Giethoorn.

Rindu Kembali
Faktanya memang tidak bisa dipungkiri. Penulis, Bari dan Parlindungan berjalan berbarisan di jalan setapak di sepanjang daerah air yang hijau itu. Keindahannya menyihir kami ke alam khayal masing-masing. Namun ketika kami sama-sama kelelahan di pertengahan jalan, sejenak bertukar angan-angan. Ternyata kami sama-sama rindu untuk bisa kembali ke tempat itu. Dan akan kembali dengan sang buah hati.

Giethoorn, Dusun Air, Wisata Belanda, Penginapan di Belanda, Naik Perahu, Dusun Sunyi

Bisa Gratis
Kita tidak perlu keluar uang untuk menikmati Giethoorn. Mobil bisa bebas diparkir, alias gratis parkir, tidak ada gerbang masuk tempat membeli karcis. Hanya saja kalau ingin menyewa perahu motor, perlu merogoh kocek antara €15 – 30 per perahu, tergantung jenisnya. Sisanya kami tidak perlu membeli makanan karena sedang berpuasa.

Bawa Pasangan

arief_testimoni_01

“Kami pasti akan kembali ke tempat ini. Dan yang pasti kalau datang lagi, tidak kan sendirian. “

2015-07-09 13.39.06-1
Bari, Eka dan Parlin

Romantis
Lokasi ini terlalu romantis untuk disambangi sendirian. Tampaknya kunjungan berikutnya Bari Muchtar, Parlindungan Marpaung maupun penulis akan membawa pasangan masing-masing. Semoga terlaksana, amiin.

Suryadi Sunuri
Giethoorn, cocok untuk berbulan madu.

Seperti disampaikan Dr. Suryadi Sunuri di Kompasiana:

Serbalanda Tour
Bila kawan yang mukim di Belanda, maupun di Indonesia ingin berkunjung ke Giethoorn, merasakan sentuhan romantis dan keindahannya, Serbalanda Tour siap memfasilitasi lawatan kawan. Tour ke Giethoorn Harga Teman

Giethoorn, Volendam dan Zaanse Schans, Wisata Bersahabat. Pemandu Wisata Orang Indonesia, Eka Tanjung, Serbalanda
Wisata Tiga Tempat

Dengan paket, pilihan penginapan, makanan dan transportasi yang paling pas dan murah. Kami memiliki jaringan resmi yang mengutamakan kenyamanan, keamanan dan keramahan.

* Tour Bersahabat ke Tiga Tempat : Giethoorn, Volendam dan Giethoorn

Giethoorn, Wisata di Belanda, Mencari Pemandu Wisata Orang Indonesia, Orang Indonesia di Belanda. Wisata ke Eropa berbahasa Indonesia. Orang Indonesia di Belanda.
Hubungi Eka Tanjung dari Serbalanda.

Awas di Belanda Ada Polisi Gadungan !!

Posted on Updated on

472353_10150687272244456_341717331_o

Belanda salah satu tujuan liburan yang tergolong aman, dibanding Prancis, Itali atau Spanyol. Namun perlu waspada terhadap polisi gadungan dan peminta-minta.

Peringatan
Penulis yang sudah 30 tahun domisili di Belanda, kerap membaca dan mendengar kejadian di tempat-tempat wisata. Tulisan ini hanya sekedar peringantan saja, karena Kepolisian Belanda juga mengeluarkan warning soal aparat gadungan dari Eropa Timur. Alasan lain, karena penulis tidak ingin orang Indonesia menjadi korban penipuan ini.

Waspada
Ketika kawan berada di tempat-tempat wisata, sebaiknya waspada dengan barang-barang. Sekalipun sedang melihat view bagus dan ingin segera berselfie ria tanpa harus kehilangan moment. Jangan lengah perhatian pada tas dan barang kawan. Sebab orang yang berniat jahat, akan beraksi pada sasaran yang meleng.

Polisi Preman
Salah satu modus kejahatan di tempat-tempat wisata Belanda adalah jaringan kriminal ringan seperti pencopetan dan penipuan yang dilakukan antara 2 sampai 6 orang. Dua orang menyamar sebagai polisi berpakaian sipil, atau preman.

Mereka berbekal ID-card tiruan yang mirip punya Polisi. Para pelaku berasal dari Eropa Timur dan tidak berbahasa Belanda, penguasaan bahasa Inggrisnya pun terbata-bata. Hanya kalimat-kalimat standar saja. Mereka menyasar wisatawan Asia yang berjalan sendirian atau dalam kelompok kecil, seperti dari Thailand, Korea, China, Singapura atau Indonesia.

polisi_gadungan_01

Modus Operandi
Menurut pihak kepolisian Belanda, para pelaku beroperasi paling sering berempat. Mereka terlebih dulu mengamati bakal korbannya sejak mulai dari masuk tempat-tempat wisata kalau di Rotterdam sekitar Euromast, Markthal atau Spido.

Setelah calon korban berada di lokasi yang sepi, dua orang pelaku akan menghampiri mangsa. Sapaan ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa bakal mangsanya bukan lokal Belanda. Mereka menyapa dan mengajak sang korban berbicara dalam bahasa Belanda. Tak lama kemudian muncullah dia orang yang mengaku sebagai aparat polisi dan menduga ada ‘transaksi narkoba’ dan ingin menggeledah korban.

Uang Raib
Mereka akan meminta Paspor, ID dan Dompet. Dan tanpa disadari mereka akan mengambil uang dari dompet korban dan mengembalikan dalam kondisi sudah berkurang banyak. Sang pelaku akan kabur dengan hasil jarahannya.

Mengapa Orang Asia ?
Mereka sengaja menyasar wisatawan dari Asia karena rumpun bangsa ini cukup patuh kepada otoritas, apalagi kepada aparat polisi. Haha dari mana ya kok kita bisa begitu?  Selain itu wisatawan Asia, selalu siap untuk membuktikan dirinya adalah orang baik-baik, maka menuruti semua pengarahan dari otiritas di tempat asing. Dan orang Asia juga dikenal senang membawa duit banyak di dompetnya. Lengkap sudah .. orang Asia menyandang status ‘sasaran empuk’ di mata para penipu.

Sabtu silam kejadian di Rotterdam dan korbannya turis dari Singapura. Dia diajak bicara oleh dua pria, lalu muncul dua aparat gadungan yang menunjukkan ID (palsu) dan mengatakan mencurigai deal narkoba. Meminta untuk menggeledah barang dan minta paspor dan dompet. Tak lama kemudian, korban ditinggal dengan kejutan bahwa dompetnya sudah kosong.

Beberapa tahun silam Eka Tanjung mendapat kabar dari seorang teman yang jalan sendiria ke Rotterdam dan mengalami hal serupa. Dia didekati dua aparat preman yang membawa ID polisi. Dan ingin melihat dompet dan paspor. Dasar kawan Indonesia ini adalah orang baik dan polos, dia turuti saja permintaan itu dan akhirnya dompetnya berkurang € 200,-. Dia cerita sudah dua pekan kejadian, karena “saya kesal tapi malu juga, kok bisa sampai ketipu.”

Polisi Belanda menanggapi kasus penipuan ini denga tegas mengatakan: 
“Kami tidak akan pernah meminta warga untuk menyerahkan dompet. Tidak pernah. Kalau ID ada di dompet, maka kami akan meminta pemilik mengambilnya sendiri dari dompet. Bukan kami. Kami tidak akan menyentuh dompet itu.”  Jadi bisa disimpulkan, kalau minta dompet berarti dia penipu!

Eropa Timur
Menurut kepolisian Belanda yang diwawancara AD.nl mengatakan bahwa pelakunya hampir selalu berasal dari Eropa Timur. “Penelitian kami menunjukkan bahwa mereka biasanya beroperasi di Belanda selama satu atau dua hari. Setelah itu pergi. Saya juga mendengar pengalaman yang sama dari rekan-rekan polisi di Belgia,” ungkap Pak Smit polisi Rotterdam yang sudah sering mendapat pengaduan tentang ‘polisi gadungan.’ Polisi tidak tinggal diam, mereka terus menguber pelaku yang mencemarkan nama institusi kepolisian.

Bulan lalu Polisi berhasil meringkus sindikat ‘polisi gadungan’ dari Rumania yang merampok turis satu famili dari Thailand. Dua pelaku meminta ID, paspor dan tas pinggang sang korban. Dari tas mereka mengambil uang € 1500.

Menyadari uangnya diambil, sang korban berteriak-teriak minta tolong dalam bahasa Thais mungkin atau bahasa Jane memanggil Tarzan. Yang pasti suara minta tolong itu terdengar oleh beberapa pekerja bangunan yang berada dekat lokasi. Mereka akhirnya membantu menangkap sang pelaku dan menyerahkan kepada polisi.

Tidak Kapok
Beruntung kali ini bagi sang korban, karena uangnya akhirnya kembali. Dan pelaku dikenai hukuman kurungan selama tiga bulan. Tapi kan tahu sendiri penjara di Belanda seperti hotel Melati ber-TV dan bersih. Kalau dasarnya memang penjahat, maka setelah keluar penjara dia akan mengulang perbuatannya dengan pengalaman dan lebih mahir lagi. Artinya jumlah kejahatan ini tidak akan berkurang.

Dari cerita tentang ‘aparat gadungan’ ini maka Eka Tanjung ingin menyampaikan beberapa saran atau tips kepada kawan yang bepergian liburan ke Eropa.

  • Jangan hiraukan orang asing yang mengajak Anda berbicara di tempat wisata.
  • Jangan tanggapi orang yang meminta-minta. Minta rokok atau korek api.
  • Jangan layani orang yang menjatuhkan benda dan menyebut itu punya Anda. Amankan barang Anda.
  • Jangan membeli barang murah di tempat yang mencurigakan.
  • Pisahkan uang yang anda di dompet yang berlainan.

Korban Belanda
Kejahatan dengan modus seperti ini terjadi di mana-mana dan korbannya bukan saja kalangan wisatawan. Para lansia Belanda yang tinggal sendiri sering pula jadi korban ‘aparat gadungan.’ Mereka datang menyamar sebagai aparat polisi atau dinas pemda, ingin mengontrol keamanan rumah penduduk dan melihat ke dalam dan menjarah barang-barang berharga.

Semoga masukan ini bermanfaat dan kawan bisa menikmati liburan di Belanda dan Eropa dengan nyaman, tanpa mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Eka Tanjung siap memberikan saran untuk penginapan maupun transportasi dan akomodasi yang baik dan aman.

Menghubungi Serbalanda

Anak di Belanda, Dimanja Buku

Posted on Updated on

Belanda sangat mengutamakan budaya membaca. Perpustakaan menstimulir anak-anak kecil rajin ke perpustakaan. Interior perpustakaan Belanda dirancang agar anak-anak suka dan betah.

Memilih Buku di Perpustakaan
Memilih Buku di Perpustakaan

Sabtu kemarin, seperti sudah menjadi ritual kami, dua minggu sekali mengantar anak-anak ke perpustakaan, dalam bahasa Belanda disebut Bibliotheek. Hari itu saatnya si bungsu memilih sendiri 10 buku kesukaan yang akan dia pinjam dan baca nanti di rumah jelang tidur. Hari itu cukup istimewa karena cuaca bulan Ramadan di penghujung Juni ini cerah, kuat alasan bagi kami naik sepeda ke tempat yang hanya berjarak sekitar 3 km.

Kali ini kami naik sepeda sendiri. Alifa Mansini naik sepedanya sendiri yang berukuran roda 20 inch. Sudah sejak dua tahun ini Alifa naik sepeda roda dua. Jadi kami bisa bebas dengan sepeda masing-masing di bawah mentari yang cerah. Di perpustakaan kami mengembalikan 12 buku yang sudah habis dilalapnya dua pekan belakangan.

Hari ini kami mencari buku dari tingkatan yang lebih tinggi. Juffrouw Edith, wali kelasnya di kelas 1 SD Dalton Bommelstein kota Almere itu pada kesempatan evaluasi tahunan berpesan bahwa Alifa sudah bisa naik ke buku-buku bacaan tingkat 4E. Pengelompokan itu berdasarkan usia dan kemampuan baca. Alifa yang memang senang baca, mungkin lebih cocok: menjadi senang baca, mulai hari itu boleh memilih buku-buku yang lebih mengandung lebih banyak teks daripada gambar.

Lokasi koleksi bukunya bukan lagi di bagian balita, namun berpindah ke tempat anak-anak 6 tahun ke atas. Karena masih belum mengerti letaknya, penulis dibimbing dengan ramah oleh ibu pegawai Perpustakaan itu. Dia menunjukkan kelompok buku A. Di mana di dalamnya juga ada buku-buku 4E.

Cuaca Cerah
Cuaca Cerah

Sebagai orang tua, Eka Tanjung hanya bisa berdecak kagum mengamati tawaran buku-buku yang ditata dengan rapi di lokasi yang nyaman. Walaupun sudah puluhan tahun di Belanda, tetap saja setiap kali terkagum-kagum dengan cara kerja orang Belanda ini. Mereka itu serius, apapun diseriusi. Sisi positifnya, produk buatan Belanda lebih kualitas dibanding dengan Indonesia. Tapi di sisi lain Belanda akan stress kalau menghadapi situasi yang genting di luar kendalinya. Sementara kita, orang Indonesia, selalu bisa mencari justifikasi “Untung masih.. anu.”

Alifa yang sekarang berusia 7 tahun, sedang masanya ingin melakukan semua pekerjaannya sendiri. Sikat gigi sendiri, men-scan buku sendiri dan memilih buku kesukaanya juga sendiri. Bahkan dia membacanya buku-buku 4E ini sebelum memasukkan ke keranjang. Perhatiannya terpusat pada buku Pim & Pom, cerita anak-anak yang juga sudah difilmkan.

Perpustakaan Belanda disubsidi untuk membangkitkan semangat baca pada anak-anak dari sejak dini. Gratis, tidak dipungut beaya, anak-anak boleh pinjam 10 buku, asal buku dikembalikan lagi setelah empat pekan. Anak-anak Indonesia semustinya juga berhak mendapat kesempatan membaca. Agar mereka memperoleh peluang yg sama dengan anak-2 di negara yg lebih maju. Masa depan bangsa, ditentukan oleh minat belajar dan membaca pada generasi remaja.

2015-06-28 21.04.03

Tampaknya dia melihat dunia yang baru, buku-buku yang menyenangkan. Lebih banyak cerita daripada gambarnya. Jadi ia meminta izin untuk membawa pulang 20 buku, bukan 10 seperti jatahnya. Terpaksa penulis mengorbankan kartu member milik kakaknya.

Semoga dari buku-buku yang dibacanya membawa guna dan manfaat bagi pertumbuhannya menjadi manusia yang mandiri dalam tindak dan keputusannya.

Melihat luapan informasi berupa buku dan arsip, maka rasanya mustahil jika ada anak sekolah di Belanda yang tidak bisa menyelesaikan papernya dengan alasan kurang bahan. Sebab perpustakaan memberikan semua sarana dan prasarana baca.

Eka Tanjung, sebagai orang tua hanya bisa mengantarkan saja ke perpustakaan dan menyemangatinya bahwa buku-buku itu sangat berguna.

Volendam, Gelar Festival Tahunan!

Posted on Updated on

Volendam Mumun 2015-05-11 13.28.21Suasana tradisional akan terasa kental di Volendam, Sabtu dan Minggu ini. Festival khusus untuk warga Volendam, menawarkan pertunjukan menarik. Mereka berpawai dan bersuka ria dengan pakaian adat Volendam. Tidak ada hari lain dimana banyak orang mengenakan pakaian adat, seperti yang selama ini kita lihat hanya di studio-studio foto.

Volendammerdag
Hari Volendam atau orang lokal menyebutnya “Volendammerdag” adalah hari khusus untuk masyarakat Volendam berkumpul dengan mengenakan pakaian adat. Eka Tanjung sebagai orang asing, bisa mencicipi sisi lain Belanda yang tidak kita temukan di hari-hari biasa.

Volendam Dery 2015-04-28 13.56.17Harmoni
Acara budaya Volendammerdag, dirayakan sekali setahun saja. Event ber-thema-kan Sekarang, Dahulu dan Masa Depan dari kampung nelayan Belanda yang kondang seantero jagad itu. Kebersamaan yang harmonis akan terasa pada hari itu. Penduduk lokal kampung kecil nelayan itu menyadari betul ketergantungan kehidupan mereka pada pemasukan dari pariwisata.

Kesadaran Budaya
Dengan kesadaran itu mereka bersama-sama membentuk yayasan dan komisi untuk tetap mempertahankan keunikan desa mereka dan sama-sama saling bahu membahu untuk terus mempromosikan ke dunia luar. Di jalanan sepanjang tanggul “Haven” berjejer pedagang souvenir dan restoran yang ditujukan untuk penduduk lokal dan juga untuk para turis.

Beda dari Biasanya
Eka Tanjung merasakan keunikan Volendam. Rasa nyaman dan damai bila datang ke tempat itu, walaupun hanya untuk kunjungan sejenak saja. Lawatan satu jam sudah cukup. Berfoto memakai baju tradisional seperti para artis dan para selebriti Indonesia, Almarhum Gus Dur, Maya Rumantir, Taufik Kiemas, Andy Noya dll.

Visafslag_volendam_01Sementara menunggu foto selesai dicetak, kita berkesempatan melihat-lihat barang souvenir untuk oleh-oleh, dan mencicipi makanan khas Volendam, kalau sedang tidak puasa tentunya haha. Tersedia Poffertjes, Wafels, Ikan Haring, Ikan Paling atau ikan goreng Kibbeling atau Lekkerbek dengan saus Bawang Putih campur Mayonaise. Dalam setengah jam kemudian, hampir semua tempat di Volendam sudah terjamah. Kecuali Anda ingin menyeberang dengan ferry ke pulau seberang. itulah kegiatan standar yang bisa dilakukan di Volendam.

Lain sekali kalau Anda datang hari Minggu 28 Juni, akhir pekan mendatang ini. Suasananya akan sangat berbeda. Bukan saja berbeda bagi wisatawan, tetapi istimewa juga buat orang Belanda sendiri dan penduduk setempat.

Puasa?
Ahad ini penduduk kota Volendam dan warga lain Belanda akan berbondong untuk mencicipi dapur asli ‘Volendammer keuken.’  Bagi Anda yang menjalankan ibadah puasa, bukan alasan untuk melewatkan Volendammerdag ini. Sebab sajiannya bukan saja makanan. Tetapi lebih banyak dari itu. Dapur di sini maksudnya acara sehari penuh dengan percampuran budaya, seni, oleh raga dan musik. Jika Anda ingin mencicipi warna asli kampung nelayan Volendam maka hukumnya wajib datang Ahad 28 Juni ini. Festival ini dilangsungkan serempak di kota Volendam. Bukan saja di kawasan Haven tapi juga di dalam kotanya sendiri.

Volendam_02 (1)Senang Berfoto
Hari Minggu itu Volendam akan menengok kembali ke sejarah,  ke masa ketika semua orang masih mengenakan pakaian tradisional. Tua dan muda berpakaian adat berjalan kian kemari diiringi suara musik tradisional dan juga musik moderen. Pengalaman Eka Tanjung mengenali karakter penduduk Belanda di saat festival seperti ini, mereka senang diajak foto bersama. Sebab bagi penduduk lokal, happening ini juga istimewa. Mereka sudah lama menantikan hari itu. Jadi para warga lokal yang berpakaian tradisional itu akan senang jika diperhatikan dan diajak untuk foto bersama.

Selain itu di berbagai titik kota berlangsung kegiatan menarik. Seperti

Misa di Gereja Santo Vincentius
Secara tradisional, penduduk Volendam menganut agama Kristen. Pada hari Minggu mereka memulai hari dengan acara misa pukul 9.30 di Gereja Vincentius. Para anggota Koor Santo Caecilia dan Volendams Vocaal Ensemble, berpakaian adat mengumandangkan lagu-lagu kebaktian.

Mulai sekitar pukul 11:30 di Pusat Kota dan sekitar Pelabuhan, pertokoan souvenir berlangsung berbagai kegiatan:

Di Europaplein dan Zeestraat
Pasar kaget khusus nostalgia hiburan anak-anak zaman baheula. Menarik untuk anak-anak usia 4-12 tahun. Si Badut Peppino akan menghibur dengan seni balon-balon berbagai bentuk. Kelompok Tari Club & Buurthuis mulai memperagakan kebolehan mulai jam 11.30 dan disusul dengan kelompok senam Mauritius menunjukkan kelenturannya mulai pukul 12:00.

Gudang Ikan
Pakaian Tradisional dan Ikan Paling (Belut Laut) menjadi thema utama di Visafslag. Di sana para ibu dari Yayasan Pakaian Adat Volendam, berpakaian tradisional memperagakan jahitan dan pembuatan pakaian tradisional yang kondang itu.

Belut Asap
Dan masih banyak acara dan pertunjukkan lainnya yang melengkapi hari itu. Anda pun bisa naik perahu berlayar di Markermeer, dengan harga khusus yang lebih murah. Selain itu mata Anda akan dihibur dengan hadirnya berbagai macam kapal yang bersandar di pelabuhan. Dan tentu saja Ahad itu Anda bisa mencicipi Belut Asap, Gerookte Paling yang kondang itu. Jangan kaget dengan harganya, karena Paling termasuk ikan mewah yang tidak murah.

Pokoknya dijamin Anda tidak bakal menyesal jika ke Volendam pada Ahad 28 Juni 2015 ini. Eka Tanjung punya kesan, ini hari istimewa, sekalipun tidak harus makan siang hari karena sedang berpuasa. Penulis sendiri berhalangan hadir karena ada kewajiban lain. Menyesal juga sih sebenarnya, karena tidak ada hari lain di Volendam dimana penduduknya massal berpakaian tradisional yang kondang itu.

Jangan Kalah!
Jangan lupa, siapkan Kamera untuk membuat gambar-gambar yang mengesankan.. jangan lupa dishare kepada Serbalanda. Penulis sebagai orang Indonesia yang mencintai negaranya, menyarankan jika Anda datang ke Volendam, Ahad ini untuk juga mengenakan pakaian adat Nusantara. Bisa memakai batik, atau blankon, atau baju daerah atau bahkan Koteka! Why not, toh cuaca kemungkinan akan panas..

Update:
Di sini, kawan bisa menyaksikan laporan foto Volendammerdag 2015.

Berpuasa di Belanda, Luar Biasa!

Posted on Updated on

Selamat_RamadanBerpuasa di Belanda berbeda dengan Indonesia. Puasa di Belanda tahun  ini, berdurasi lebih panjang daripada di Indonesia. Bulan Ramadan jatuh pada musim panas. Pada bulan Mei dan Juni matahari cepat terbit dan lama tenggelam. Akibatnya Imsak pada hari pertama sekitar 3.15 pagi dan Magrib pukul 21:30 malam. Tulisan ini berlaku untuk Ramadan 2018. Durasi Panjang ini berlaku di hampir semua wilayan Eropa.

Berpuasa dengan durasi sekitar 19 jam ini jelas berbeda dengan Indonesia yang terletak di Garis Khatulistiwa. Di Indonesia durasi puasa setiap tahun hampir sama antara 13 – 14 jam. Selain itu perbedaan mencolok antara puasa di Indonesia dengan di Belanda adalah kehidupan masyarakatnya.

Masyarakat
Di Belanda, kehidupan sosial bermasyarakat, secara umum tidak banyak berubah, biasa saja seperti hari-hari sebelumnya. Di jalanan masih tetap ramai. Di tempat-tempat umum tidak terasa suasana bulan puasa.  Taman-taman masih rapi seperti biasa. Pertokoan menjual barang yang mereka biasa jajakan.

Cendol_01_a
Cendol makanan tradisional yang dirindukan saat buka puasa di Belanda.

Wilayah Migran
Namun bila kita perhatikan lebih cermat dan masuk lebih dalam ke tempat dan lokasi yang mayoritas penduduknya migran dari negara muslim, akan terasa beda. Di perkampungan muslim Maroko dan Turki di Amsterdam, Utrecht, Den Haag, Rotterdam terrasa  suasana Ramadan. Mesjid menawarkan acara buka bersama.

2015-06-20 22.01.44 Tajil
Tajil untuk Iftar di Mesjid Utrecht

Makan Gratis
Tidak jarang pula mesjid dan musollah di Belanda ‘membuka pintu’ bagi warga non-muslim untuk berbuka bersama. Undangan itu merupakan anjuran dari pemerintah Belanda dengan tujuan untuk saling mengenalkan warga dari berbagai budaya dan agama.

Di saat bulan Ramadan, pertokoan menjual barang kebutuhan Tajil atau buka puasa. Korma dari berbagai bentuk dan harga terpampang di dekat kasa. Buah-buahan segar seperti Semangka dan Melon bertumpukan di keranjang dan peti. Semua tersaji di trotoar depan toko migran.

Singkong_2184675628089344_o_03
Singkong Goreng Makanan Buka Puasa di Belanda

Satu Juta
Di Belanda ini terdapat sekitar 1 juta penduduk berlatarbelakang muslim. Dari jumlah total penduduk sekitar 16,5 juta jiwa. Walau demikian, Ramadan di Belanda tidak banyak mendapat perhatian dari publik maupun pemerintah. Dan masih cukup banyak penduduk di sini yang tidak bisa membayangkan, orang mampu dan mau menahan lapar dan dahaga selama 19 jam.

Eka Tanjung yang sudah sejak 30 tahun di Belanda, setiap tahun selalu saja mendapat pertanyaan: mengapa mau berlapar dan berhaus lama-lama?

Penjelasan yang paling mujarab dan masuk akal dan nalar orang Belanda secara umum adalah: puasa itu menjalankan perintah God agar solider kepada kaum miskin di negara lain yang tidak bisa makan setiap hari. Uang yang tersisih dari puasa, kami sumbangkan kepada kaum miskin.

Belanda Derma
Dengan penjelasan ini orang Belanda yang secara umum, sudah tidak menjalankan ibadah agamanya, bisa paham. Karena pada hakikatnya Belanda adalah masyarakat derma, yang rajin menyumbang kalau ada musibah di belahan lain dunia. Ketika tsunami, Gempa di Yogja, Gempa di Haiti dll. Selalu saja ada aksi nasional galang dana di Belanda.

Tetangga sebelah kami adalah orang Belanda. Dia juga pernah menanyakan tentang puasa pada kami. Dengan penjelasan itu mereka bisa faham.

“Ooo pantesan, kok kami mendengar suara-suara panci dari rumahmu pada pukul tiga pagi. Dan saya heran mengapa jam segitu masih bangun dan muncul aroma sedap,” kata Jaap si tetangga.

Tanpa Teriakan
Tidak heran jika dia, kemarin juga mendengarkan suara dan mengendus aroma itu dari rumah kami. Makan sahur pada hari pertama Ramadhan di rumah kami di Almere, berlangsung biasa saja. Seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tidak terdengar suara panggilan dari speaker masjid ataupun teriakan bapak jaga ronda. Hanya suara istri yang membangunkan, lalu ke kamar sebelah memanggil putra sulung kami berusia 16 tahun. Aslam ingin sekali berpuasa seperti tahun lalu. Dia sudah memutuskan sendiri tanpa paksaan untuk berpuasa penuh.

Puasa tahun lalu juga sama panjangnya dengan tahun ini sekitar 18 jam, barang kali berbeda hanya beberapa menit. Masyarakat Indonesia di Belanda dan negara-negara lain Eropa, tahun ini mulai melangsungkan ibadah puasa mulai Kamis 17 Mei 2018. Eka Tanjung yang awam ini menduga barangkali Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 15 atau 16 Juni 2018.

Hawa Nafsu
Kami berharap bisa memetik manfaat dari berlatih menahan diri dan hawa nafsu di bulan Ramadan. Hasilnya semoga bisa berguna bagi orang-orang sekeliling baik yang muslim maupun non-muslim.

Kepada kawan yang menunaikan ibadah di bulan Ramadan ini semoga lancar dan tidak menghadapi banyak masalah ngantuk di tempat kerja atau bangku sekolah. Semoga kita dibersihkan dari dosa-dosa. Mohon maaf lahir bathin, selamat berpuasa!

Kiat Hemat Transport di Belanda

Posted on Updated on

Bus 2015-03-13 13.02.52
Transportasi umum Belanda teratur dengan baik. Jam keberangkatan bus, kereta, tram dan lainnya bisa dilihat jauh hari sebelumnya. Dengan planning yang baik kawan bisa berhemat di waktu dan uang. Inilah kiat-kiatnya.

1. Angkutan umum di kota-kota besar seperti Amsterdam, Rotterdam, Den Haag menawarkan tiket dengan harga khusus. Harga ini lebih murah daripada harga ngetengan. Jika kawan ingin explore kota Amsterdam, maka ada baiknya membeli tiket 24-jam, 48-jam atau bahkan 7 hari. Baca link: Tiket Amsterdam.

2015-05-25 17.33.12

2. Taxi merupakan pemecahan baik, jika kawan tidak ingin repot membawa-bawa koper naik turun bis. Tarifnya tentu saja lebih mahal dari kendaraan umum. Naik taksi resmi, memberi rasa aman dan cepat sampai tujuan. Ada tiga cara untuk memesan taksi. Pertama, ambil taksi on the spot langsung naik di tempat pangkalan taksi. Kedua, memesan taksi by phone atau di kantor perwakilan di bandara. Ketiga dan terbaik adalah dengan memesan taksi lewat online.

3. Nebeng Teman merupakan angkutan paling murah di luar negeri. Kawan bisa dibawa ke lokasi yang diinginkan. Kebersamaan waktu di mobil bisa menjadi momentum baik berbincang mengenang masa lalu. Itung-itung reuni di atas roda. Menemukan kawan di luar negeri tidak gampang, kalaupun sudah dapat teman dadakan dari Facebook atau media sosial lainnya belum tentu dia punya waktu atau belum tentu cocok.

Sepeda 2015-05-23 14.45.13

4. Menyewa Mobil. Jika kawan bepergian bersama keluarga, minimal 4 orang plus balita, maka sebaiknya menyewa dan mengemudikan sendiri kendaraan selama di Belanda atau Eropa. Usahakan kawan sudah mengurusi SIM Internasional di Indonesia. Mobil bisa diambil mulai di Bandara dan kembali ke Bandara. Mohon diperhatikan dengan perbedaan stir antara Eropa Daratan (Stir Kiri) dengan Indonesia (Stir Kanan).

5. Sepeda.
Salah satu angkutan yang juga sangat murah adalah sepeda. Kawan bisa menyewa sepeda di setiap stasion besar di Belanda. Sementara koper di simpan di locker stasion atau bandara, kawan bisa menggayuh pedal seperti layaknya orang-orang Belanda. Dengan cuaca yang cerah, maka sepeda merupakan transportasi paling ideal dan murah. Sehat, hemat dana dan ramah lingkungan pula.

Eka Tanjung. Serbalanda. Pemandu Wisata di Belanda. Ingin Berwisata Puas di Belanda dan Eropa. Mencari tour murah di Belanda. Angkutan umum hemat di Belanda. Penginapan Hemat dan Murah di Belanda. #supirsantun orang Indonesia di Amsterdam. Gaet Indonesia yang Asik.

Links menarik: