Agenda

Cari Harta Karun di Hari Raja

Posted on Updated on

20140426_132807 Gazelle
Gazelle Tua Hanya € 1

Kalau di Bandung baru saja berlangsung acara Napaktilas Konferensi Asia Afrika 60 tahun lalu, di Belanda baru akan mulai acara meriah Koningsdag, Kingday atau Hari Raja. Kesempatan menemukan harta karun. Eka Tanjung teringat tahun lalu.

Penjual Gazelle 1965 Superieur
Penjual Gazelle 1965 Superieur

Mulai tahun 2015 ini Belanda benar-benar merayakan pesta rakyatnya, Koningsdag untuk pertama kali pada 27 April. Anda beruntung kalau Senin ini berada di Belanda, bisa berdesak-desakan dengan massa yang menyemut sambil berburu barang second. Barang sejuta macam yang dijajakan sepanjang jalan itu cocok untuk yang mencari. Kalau Anda mujur bisa menemukan harta karun.

Seperti tahun lalu dialami Eka Tanjung dari Serbalanda menemukan harta karun berupa sepeda tua bermerek Gazelle Heren Superieur. Gazelle adalah merek sepeda asli Belanda, seperti halnya Fongers, Batavus, Sparta dll. Tanpa sengaja hari itu penulis berjalan menelusuri pasar rakyat kota Almere. Saat sedang menyeberang jalan, berpapasan dengan seorang bapak Belanda berbadan semampai.

Dia berjalan menuntun sepeda itu diikuti oleh sang istri yang juga orang Belanda. Saat kami menyeberangi jalan dekat toko Kijkshop Almere, bapan itu spontan saja menawarkan sepedanya seranya berkata: Mau beli sepeda ini 50 sen Euro saja? Kurang lebih sekitar Rp. 7000,-  Dengan terkaget-kaget penulis menanyakan sekali-lagi kebenaran tawaran itu. Sebab di hari Ratu atau Raja ini sering juga ada orang yang sinting dan aneh-aneh.  “Maaf, berapa harganya sepeda itu?”  dia bilang “Satu euro.. ”
“Oh berarti saya salah dengar. Yo wis ra popo, 1 euro pun masih tetap sangat murah untuk kondisi sepeda seperti itu. Saat ku pegang dan goyang-goyangkan masih kokoh. Pakai 3 versnelling dan ban profilnya masih bagus pula.” Pikirku.

“Kok naik? Tadi bapak bilang setengah euro.”  Bapak itu sambil berkelakar, “saya niatnya mau gratiskan saja, tapi karena lihat muka Anda yang semangat, ya untuk gayengnya saya naikkan saja. Saya toh ingin mengosongkan gudang 20140426_132817 Gazelledan ingin menggratiskan sepeda ini.”

Wal hasil, akhirnya kantong penulis berkurang sekeping € 1,- tapi nambah sepeda satu. Kebetulan memang sedang belajar mengenal Sepeda Onthel yang berasal dari Belanda.  Penulis merasakan betul bahwa pada hari Raja itu, uang masih sangat berharga. Dengan dua euro saja bisa membeli televisi. Sedangkan di luar itu harganya sampai € 50 atau 500 euro. Maka dari itu apapun yang Anda inginkan, biasanya akan ditemukan di hari Raja.

Jika tahun 2014, Eka Tanjung mendapatkan Gazelle Heren 1965, tahun ini akan merubah strategi buruan menjadi Batu Akik. Barang kali saja bisa menemukan akik dari zaman Gajah Mada atau Kerajaan Kutai yang dibawa ke Belanda.

Door Prize di Pesta Imlek Belanda

Posted on

Schermafbeelding 2015-02-16 om 00.41.30Pesta tahun baru Imlek di Almere Belanda tinggal hitungan hari. Panitia sudah menyiapkan segalanya termasuk hadiah Door prize berupa TV, Laptop dan Tablet.

Panitia penyelenggara acara temu kangen bernuansa Indonesia di Almere Buiten sudah hampir lengkap dalam membuat Sabtu malam di Almere Buiten menjadi meriah. Penuh nada dan kehangatan kebersamaan.

Selain para artis yang sudah disiapkan tampil prima di Gedung TMG Party & Congress Center itu, penyelenggara juga sudah siap dengan menu makanan dan juga hadiah menarik untuk pengunjung yang mujur malam itu.

Ferry Kusuma si motor acara ini mengatakan bahwa dirinya sangat termotivasi untuk kesuksesan dan kenyamanan malam itu. “Susunan acara kami susun sedemikian rupa sehingga para pengunjung, yang semua adalah teman-teman saya dari seluruh penjuru Belanda bisa terhibur setengah malam itu,” demikian ungkap pria yang memasang dua anting di daun telinga kirinya.
Lap Top Toshiba
Kepada Serbalanda, Kusuma menambahkan bahwa dirinya menggandeng berbagai artis dari semua jenis musik yang disenangi publik Indonesia di Belanda.  Bagaimana tidak, musik yang akan mereka suguhkan ke tiap pasang telinga pada malam itu lebih kental genre Indonesia daripada musik dari Negeri Tirai Bambu.

“Membuka Tahun Kambing yang jatuh pada 19 Februari, dirayakan pada akhir pekan berikutnya dengan Nuansa Indonesia.” Menurut salah seorang panitia, pilhan Sabtu 21 Februari karena besoknya hari Minggu. Acara ini bakal seru, bukan saja karena menu Prasmanan yang Menggiurkan, tetapi juga musik yang memeriahkan malam itu terdiri dari artis dan musisi yang jadi magnit bagi publik pencinta musik Indonesia di Belanda.

Schermafbeelding 2015-02-16 om 00.34.41

Panitia sungguh memperhatikan segala aspek kegembiraan. Sebab bukan saja lagu, musik, tari, makanan Prasmanan yang mak nyuss. Tetapi penyelenggara juga masih menyiapkan tiga buah hadiah Door prize untuk diundi.

Pesta yang bakal dipadati sekitar 300 orang pengunjung itu juga akan dimeriahkan dengan tiga hadiah:

Tahun Baru Imlek di Kampung Indonesia

Posted on Updated on

Imlek_flyer_2015aHampir dua kali se bulan di Negeri Belanda digelar acara bernuansa Indonesia. Pasar Malam, Malam Dansa, Indo Avond, Pekan Indonesia datang silih berganti. Menarik mengamati lokasi acara Tahun Baru Imlek Nuansa Indonesia di kampung Indonesia di Almere Belanda.

Indonesia sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat Belanda. Contohnya saja acara yang diselenggarakan pada 21 Februari 2015 ini di Amere Flevoland Belanda. Acara jumpa kangen antara masyarakat Indonesia, Belanda dan Asia ini mengambil thema Tahun Baru Imlek 2015.

Pulau Indonesia
Eka Tanjung dari Serbalanda melihat keunikan pilihan lokasi acara di Gedung TMG di Sumatraweg 22 Almere Buiten. Nama jalannya saja sudah membawa kita ke Indonesia.Salah satu pulau terbesar di Indonesia itu diabadikan di Almere, sebuah kota yang baru lahir tahun 1980an. Bukan saja Sumatra yang dipakai sebagai nama jalan, tetapi  masih ada Balistraat, Ambonstraat, Palembangstraat, Djokjakartaweg,

Genre Indonesia
Ferry Kusuma, musisi Indonesia yang sudah kondang di Belanda ini adalah motor di balik acara yang sejatinya lebih bernuansa Indonesia daripada Imlek atau Tionghoa. Bagaimana tidak, musik yang akan mereka suguhkan ke tiap pasang telinga pada malam itu lebih kental genre Indonesia daripada musik dari Negeri Tirai Bambu.

Soal artis dan musik yang akan tampil pada Sabtu malam 21 Februari ini, bisa dibaca di sini. “Membuka Tahun Kambing Nuansa Indonesia.”  Acara ini bakal seru, bukan saja karena menu Prasmanan yang Menggiurkan, tetapi juga musik yang memeriahkan malam itu terdiri dari artis dan musisi yang jadi magnit bagi publik pencinta musik Indonesia di Belanda.

Berita Belanda
Acara ini bukan saja menjadi sorotan di Serbalanda, tetapi juga muncul di media lain “Berita Belanda”  Portal terpercaya yang mengkhususkan diri pada berita-berita hangat di Belanda. Bari Muchtar, Pemimpin redaksi Berita Belanda adalah mantan redaktur ulung di Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum.

Cuaca Indonesia
Sepertinya acara temu kangen di Almere, Sabtu 21 Februari itu, akan membawa para tamu merasakan suasana Indonesia. Makanan, Musik, Pengunjung, Bahasa dan nama-nama jalan di seputar lokasi. Mungkin hanya cuaca saja, yang tidak bisa diIndonesiakan oleh panitia Tahun Baru Imlek 2015 di Almere itu.

Di Balik Bibir
Ferry Kusuma mengatakan bahwa, dirinya tidak berdaya kalau harus menyulap suhu di Almere menjadi seperti di Malang atau Semarang. “Wah dik, kalau menyulap suhu Almere jadi Malang kami tidak mampu, tapi kami akan berusaha maksimal menyihir suasana dalam ruangan Tahun Baru Imlek 2015 menjadi hangat,” ungkap musisi ramah seraya menampakkan barisan gigi putih dari balik bibirnya.

Mendengar pemaparan itu, Serbalanda melihat cukup alasan untuk hadir juga ke acara hari Sabtu di Almere itu. Semoga pulang bisa bawa Laptop, Tablet atau TV baru hahaha..