WNI

Tahun Baru Imlek di Kampung Indonesia

Posted on Updated on

Imlek_flyer_2015aHampir dua kali se bulan di Negeri Belanda digelar acara bernuansa Indonesia. Pasar Malam, Malam Dansa, Indo Avond, Pekan Indonesia datang silih berganti. Menarik mengamati lokasi acara Tahun Baru Imlek Nuansa Indonesia di kampung Indonesia di Almere Belanda.

Indonesia sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat Belanda. Contohnya saja acara yang diselenggarakan pada 21 Februari 2015 ini di Amere Flevoland Belanda. Acara jumpa kangen antara masyarakat Indonesia, Belanda dan Asia ini mengambil thema Tahun Baru Imlek 2015.

Pulau Indonesia
Eka Tanjung dari Serbalanda melihat keunikan pilihan lokasi acara di Gedung TMG di Sumatraweg 22 Almere Buiten. Nama jalannya saja sudah membawa kita ke Indonesia.Salah satu pulau terbesar di Indonesia itu diabadikan di Almere, sebuah kota yang baru lahir tahun 1980an. Bukan saja Sumatra yang dipakai sebagai nama jalan, tetapi  masih ada Balistraat, Ambonstraat, Palembangstraat, Djokjakartaweg,

Genre Indonesia
Ferry Kusuma, musisi Indonesia yang sudah kondang di Belanda ini adalah motor di balik acara yang sejatinya lebih bernuansa Indonesia daripada Imlek atau Tionghoa. Bagaimana tidak, musik yang akan mereka suguhkan ke tiap pasang telinga pada malam itu lebih kental genre Indonesia daripada musik dari Negeri Tirai Bambu.

Soal artis dan musik yang akan tampil pada Sabtu malam 21 Februari ini, bisa dibaca di sini. “Membuka Tahun Kambing Nuansa Indonesia.”  Acara ini bakal seru, bukan saja karena menu Prasmanan yang Menggiurkan, tetapi juga musik yang memeriahkan malam itu terdiri dari artis dan musisi yang jadi magnit bagi publik pencinta musik Indonesia di Belanda.

Berita Belanda
Acara ini bukan saja menjadi sorotan di Serbalanda, tetapi juga muncul di media lain “Berita Belanda”  Portal terpercaya yang mengkhususkan diri pada berita-berita hangat di Belanda. Bari Muchtar, Pemimpin redaksi Berita Belanda adalah mantan redaktur ulung di Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum.

Cuaca Indonesia
Sepertinya acara temu kangen di Almere, Sabtu 21 Februari itu, akan membawa para tamu merasakan suasana Indonesia. Makanan, Musik, Pengunjung, Bahasa dan nama-nama jalan di seputar lokasi. Mungkin hanya cuaca saja, yang tidak bisa diIndonesiakan oleh panitia Tahun Baru Imlek 2015 di Almere itu.

Di Balik Bibir
Ferry Kusuma mengatakan bahwa, dirinya tidak berdaya kalau harus menyulap suhu di Almere menjadi seperti di Malang atau Semarang. “Wah dik, kalau menyulap suhu Almere jadi Malang kami tidak mampu, tapi kami akan berusaha maksimal menyihir suasana dalam ruangan Tahun Baru Imlek 2015 menjadi hangat,” ungkap musisi ramah seraya menampakkan barisan gigi putih dari balik bibirnya.

Mendengar pemaparan itu, Serbalanda melihat cukup alasan untuk hadir juga ke acara hari Sabtu di Almere itu. Semoga pulang bisa bawa Laptop, Tablet atau TV baru hahaha..

Kalau ke India, Paspor Indonesia Lebih Sakti dari Paspor Belanda

Posted on Updated on

india-indonesiaSelama ini Eka Tanjung beranggapan paspor Indonesia lebih terbatas dibanding paspor Belanda. Kalau bepergian ke United Kingdom, warga Belanda bisa langsung masuk. Orang Indonesia harus anprah dulu.

Tapi tidak demikian halnya kalau ke India, negerinya Mahatma Gandhi. Sejak tahun 2011, orang Indonesia bisa langsung minta Visa on Arrival di banyak bandara di India. Sedangkan kalau orang Belanda harus terlebih dahulu meminta resmi visa lewat online dan syarat-syaratnya lebih ribet.

Saya jadi tahu ini karena terpaksa menyelidiki. Aslam (Desember 2001) putra kami berencana ikuti studi tur ke India tahun depan, untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan pelajaran sosial. Dia sempat khawatir batal berangkat karena dia berpaspor Indonesia.

Dari pengalaman hidupnya yang masih pendek, ia merasakan paspor Indonesia lebih terbatas dari Belanda. Ia mengalami ketika studi tur ke Inggris baru-baru ini, lebih banyak urusan dibanding kawan yang paspor Belanda. India ternyata memasukkan Indonesia ke dalam kelompok negara yang mendapat kemudahan untuk masuk ke negeri itu. Hal itu dimungkinkan sejak tahun 2011 lalu, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kenegaraan ke India. 24-26 Januari 2011.

Orang berpaspor Indonesia dan belasan negara lain bisa langsung meminta visum di bandara Tourist Visa on Arrival di India. Cukup dengan menyiapkan:

  1. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan.
  2. Dua kali pasfoto ukuran  5cm x 5cm
  3. Photocopy paspor
  4. Alamat hotel atau tempat tujuan (jika memungkinkan)
  5. Tiket pulang-pergi
  6. Uang € 50.

Sementar itu bagi kawan yang berpaspor Belanda, harus menjalani prosedur yang lebih panjang, harus mengantar permohonan ke perwakilan imigrasi India, nunggu minimal empat hari. Pokokna lebih ribet dah.

  1. Mengisi formulir permohonan,
  2. Mengisi Formulir Pernyataan ,
  3. Dua pasfoto 5cmx5cm,
  4. Paspor masih berlaku minimal enam bulan,
  5. Untuk pekerja, pebisnis, penganggur harus mengisi formulir tambahan,
  6. Mencantumkan photocopy laporan bank dan bla-bla-bla..
  7. Mengantar formulir secara pribadi ke salah satu perwakilan imigrasi India di Belanda,
  8. Menunggu keputusan minimal 4 hari,
  9. Membayar beaya € 50,-
  10. Untuk warga Belanda kelahiran luar Belanda, harus ngisi formulir ektra lagi. Wedeeeh..

Intinya sih penulis senang, putranya Insya Allah tahun depan bisa ikut studi tour ke India tanpa harus ribet. “Papa, aku bangga punya paspor Indonesia. Tapi sekarang malah lebih bangga lagi,” katanya setelah membaca kemudahan yang dia akan dapatkan dari dinas imigrasi India.

Tanjung Kontak
Tanjung Kontak

Links menarik: