Wisata Eropa

Aturan Covid-19 di Belanda Mulai Longgar [September 2021]

Posted on

Pemerintah Belanda, melonggarkan peraturan terkait Covid-19. Sejak bulan September 2021, pemerintah Negeri van Oranje ini mengembalikan keleluasaan pada masyarakat. Pengumuman yang disampaikan paroh September ini berisikan antara lain, penghapusan aturan jarak 1,5 Meter dan Masker tidak lagi wajib di ruang terbuka. Berikut ini butir-butir penting untuk masyarakat:

Penghapusan jarak 1,5 Meter.
Terhitung mulai Sabtu, 25 September 2021, tidak wajib untuk menjaga jarak 1,5 meter di tempat terbuka maupun di dalam gedung dan kendaraan. Jika kita belanja di supermarket, ke kantor pemerintah dan ke sekolah tidak perlu menjaga jarak. Dengan kata lain maka semua kursi di kendaraan umum bisa dipakai. Tetapi masih wajib mengenakan masker.

Penghapusan Wajib Masker, Kecuali…
Eka Tanjung dari Serbalanda Tour melihat bahwa pemerintah Belanda masih agak ragu untuk menghapuskan wajib masker di kendaraan umum dan Bandara. Di moda transportasi umum masih berlaku aturan itu. Alasannya karena di tranportasi umum, bisa sangat ramai dan berdesakan. Karena napas orang lain, bisa sampai terasa di pundak kita dan kita tidak bisa mengelak Maka itu, ketika di semua tempat sudah bebas masker per 25 September 2021, kecuali di Bandara dan transportasi umum.

Karantina Mandiri dihapus mulai 22 September 2021.
Warga Belanda maupun asing yang tiba di Belanda dari luar negeri, untuk kunjungan keluarga, kuliah atau urusan bisnis, atau pulang ke Belanda tidak perlu lagi menjalani karantina (isolasi mandiri) antara 5-10 hari. Aturan itu berlaku mulai 22 September 2021. Salah seorang tamu Serbalanda yang tiba di Belanda dari Indonesia untuk kunjungan keluarga pada 22 September 2021, tidak perlu lagi menjalani isolasi mandiri. Tentu dengan syarat sudah memiliki bukti vaksinasi atau bukti kesembuhan minimal 14 hari sebelumnya. Dan dengan syarat sudah menjalani pemeriksaan PCR sehari sebelum tiba di Belanda.

Makan di restoran…
Untuk rumah makan yang menyajikan makanan di dalam ruang. Sudah boleh mengisi semua kursi yang tersedia. Namun restoran terkait wajib untuk mengecek, tamu yang makan di dalam restorannya sudah aman dengan divaksin atau sudah ada bukti sembuh. Kewajiban ini tidak berlaku bagi tamu yang take-away.

Demikian amatan Eka Tanjung dari Serbalanda Tour. (Update 25 September 2021)

Mencari Tempat Tinggal di Belanda

Posted on Updated on

Belanda memiliki masalah dengan pemukiman. Jumlah rumah lebih sedikit dibanding yang membutuhkan tempat tinggal. Mencari apartemen di Amsterdam, menyewa studio di Rotterdam Belanda sangat sulit. Terutama di kawasan ring dalam kota. Harga sewanya pun relatif tinggi dibanding negara lain Eropa. Serbalanda memiliki gagasan trobosan yang bisa dipertimbangkan.

Numpang Saudara
Salah satu cara untuk menemukan tempat tinggal di Belanda adalah dengan numpang di rumah saudara atau kerabat yang sudah menetap di Belanda. Sehingga harga sewa bisa dirembuk bersama. Namun demikian ada beberapa hambatan. Antara lain soal perpajakan, karena si induk semang akan mendaftarkan penghuni baru ke dinas kependudukan. Dia harus menjelaskan status dari “penghuni baru” ini. Kalau dia menerima pembayaran sewa, maka dia harus melaporkannya sebagai pendapatan ekstra. Sehingga dia harus mengembalikan ke pihak pajak. Kalau tidak menerima imbalan, maka si pemilik rumah harus menjelaskan relasi dengan si penghuni baru. Intinya murah tapi ribet. Belum lagi kalau rumah atau apartemen itu adalah sewaan yang bersubsidi. Penyewa akan dicurigai menyewakan kamar secara gelap. Masalah bisa panjang dan merepotkan semua pihak. Alternatif berikut ini mungkin lebih baik.

Menyewa Rame-rame
Salah satu solusi yang menarik adalah menyewa satu rumah atau apartemen di pinggiran kota. Kalau di Amsterdam, umpamanya di Amstelveen, di Bijlmer, Diemen, Weesp dan lainnya. Kawasan yang tidak jauh dari halte atau pemberhentian kereta. Sehingga perjalanan ke kampus atau ke tempat kerja atau magang tidak terlalu jauh. Menyewa satu rumah untuk jangka panjang, dengan kontrak umpamanya 5 tahun bisa lebih menguntungkan daripada kalau sewa jangka pendek. Rumah dengan 3 kamar tidur bisa dipakai oleh tiga students atau pekerja sesama dari Indonesia. Dengan begitu ongkosnya pun bisa dipikul bersama. Serbalanda memiliki jaringan mitra terpercaya di Belanda yang bisa memberikan bantuan menemukan rumah atau apartemen sewa di Belanda. Silakan menghubungi kami. info tersedia di kolom kontak.

Membeli Rumah di Belanda
Cara lain untuk bisa menghemat beaya dan ongkos sewa kamar adalah dengan membeli apartemen atau rumah di Belanda. “Apakah orang Indonesia bisa membeli rumah di Belanda?” Tentu saja bisa, semua orang bisa membeli properti di Belanda. Termasuk orang asing dan dari Indonesia. Dengan mematuhi aturan hukum dan undang-undang yang berlaku di Belanda. Membeli rumah adalah pertimbangan yang lebih baik daripada menyewa rumah.

Sebab harga rumah di Belanda selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dan kalau rumah ternyata diterjang proyek seperti bangunan jalan tol, maka harga jualnya tidak menurun, bahkan akan meningkat berdasarkan harga pasar.

Jika kawan sedang mencari tempat tinggal di Belanda untuk putra atau putri yang akan kuliah di Amsterdam, Rotterdam, Leiden, atau kuliah di Maastricht, sekolah di Tilburg maupun kerja di Eindhoven bisa menghubungi serbalanda di kolom kontak. Sebab anak kita bisa menempati satu kamar, dan 2 atau 3 kamar lainnya bisa disewakan kepada teman-teman lain yang juga kuliah atau bekerja di kota yang sama. Secara jangkan panjang, secara financial akan menguntungkan. Anak rampung kuliah, uang tempat tinggal kembali.

Jika kawan ingin informasi tentang kiat dan cara membeli atau menyewa tempat tinggal di Belanda, bisa menghubungi Serbalanda. Agar permasalah menemukan tempat tinggal segera teratasi.

Link Lain yang Menarik:



Amsterdam Jadi Kurang Asik Bagi Turis Pencari Ganja

Posted on Updated on

Wisatawan manca negara yang akan ke Amsterdam Belanda untuk menghisap ganja di kedai-kedai, harus siap kecewa. Sebab pemerintan daerah ibukota Belanda sedang menggodok aturan lebih ketat soal ganja. Dalam dua tahun ini kemungkinan hanya penduduk Belanda saja yang boleh nongkrong di kedai ganja di Amsterdam, yang biasa disebut dengan Coffeeshops.



Sampai Maret 2020, sebelum pandemi Covid-19, supirsantun melihat di Amsterdam Belanda terdapat 166 Coffeeshop yang menyediakan ganja bermacam rasa dan selera. Mereka juga menyediakan kursi dan meja bagi pengunjung untuk mengkonsumsi di tempat. Dengan syarat usia minimal 18 tahun. Kelonggaran dan toleransi ini memberikan kesempatan kepada pengguna dari luar negeri untuk juga ke Amsterdam.


Butuh Konsultasi
Serbalanda melihat kebijakan ini baru akan diterapkan paling cepat dua tahun ke depan. Pemerintah masih akan menerapkan sistem kontrol kartu ID. Jadi hanya penduduk Belanda yang boleh nyimeng dalam coffeeshop. Pengunjung kemungkinan hanya boleh take-away saja. Selama ini pengunjung terbesar coffeeschop di Amsterdam adalah turis asing. Hal itu pula yang disampaikan Walikota Amsterdam, Ibu Femke Halsema: “Kami melihat banyak kalangan anak muda datang ke Amsterdam untuk ke Coffeeshops.”


Keresahan Penduduk
Arus turis pengguna sof-drugs yang membanjiri Amsterdam memicu keresahan penduduk setempat, ungkap sang walikota. Ibu Halsema merujuk pada penelitian yang menyebutkan, banyak turis asing tidak akan datang ke Amsterdam jika tidak bisa ke Coffeeshop. Riset itu juga menunjukkan bahwa pada tahun 2025, nanti ‘hanya’ diperlukan 73 Coffeeshop saja untuk melayani pasar lokal, sementara saat ini di Amsterdam ada 166. Supirsantun melihat kebijakan ini ditujukan untuk menghalangi turis asing yang hanya ingin nyimeng saja. Serbalanda juga melihat sebagian besar wisatawan Indonesia, merasa kurang nyaman dengan aroma ganja yang merebak di jalanan.

Masih Setahun Lagi
“Kami belum akan menerapkan rencana ini besok. Saya pikir butuh setahun lagi sebelum aturan bisa diberlakukan,” kata Ibu Halsema. Gagasan ini masih akan dibicarakan dengan kalangan pengusaha Coffeeshops dan juga dengan pihak DPRD untuk menggulirkan aturan ini.

Dampak Sampingan
Dalam penggodokan nantinya juga akan dibahas dampak sampingannya. Antara lain munculnya perdagangan Ganja secara gelap di lokasi tak resmi. Walikota Halsema mengakui bahwa itu juga sebagai “risiko nyata” bahwa perdagangan akan berpindah ke jalanan.

Walau demikian, dia tidak keberatan jika turis yang sudah terbiasa merokok ganja di negara asal, tidak datang lagi ke Amsterdam:
“Turis-turis ini kebanyakan datang ke Amsterdam untuk duduk-duduk di kedai kopi kita. Pertanyaannya kenapa mereka harus tetap datang ke sini, kalau sudah tidak memungkinkan lagi. “

Walikota akan melakukan penelitian lebih mendalam, sejauh mana perdagangan ganja benar-benar berpindah ke jalanan, ketika tidak bisa lagi beli di Coffeeshop.



Sasaran Turis Budaya
Dengan pembatasan ini, Ibu Femke Halsema berharap bisa menyambut turis lain, pasca pandemi Corona: “Kami mengharapkan turis yang datang untuk kekayaan dan keindahan budaya. Bukan turis yang hanya datang ke sini untuk jalan-jalan sambil mabuk dan buat kegaduhan.”

Imej Amsterdam
Supirsantun dari Serbalanda menilai bahwa Walikota ini, berniat merubah imej kotanya menjadi tempat wisata budaya. Gedung-gedung bersejarah, Musea, Bangunan Megah dan aktivitas menarik seperti olah raga, festival dan konser. Dan di dalamnya, ada peluang menarik bagi kawan-kawan dari Indonesia yang menyenangi budaya untuk lebih tenang bisa jalan-jalan, tanpa terganggu oleh aroma rokok herbal yang menyengat hidung.

Namun demikian, jika ada kawan dari Indonesia yang memang sangat berminat untuk nyimeng di Coffeshop, masih akan tetap bisa melakukan di kota lain luar Amsterdam. Sebab aturan ini hanya akan berlaku di Amsterdam saja.

NB: Serbalanda juga mencatat bahwa Walikota Halsema ini juga yang menghilangkan spot tulisan I’amsterdam dari Museumplein depan Musem Rembrandt pada 3 Desember 2018.

Links:

Garuda Kagetkan Belanda dengan Pesawat 777 Bermasker

Posted on Updated on

Maskapai penerbangan Indonesia, Garuda akan mendatangkan Boeing 777-300ER yang istimewa ke Bandara Schiphol Amsterdam. Demikian diwartakan media penerbangan Belanda, luchtvaartnieuws dot nl.

Garuda Indonesia disebutkan sudah memiliki lima pesawat bermasker. Salah satunya Boeing Triple Seven. Salah satunya juga termasuk Airbus A330-900 yang baru.

Selain moncongnya yang ditutup dengan gambar masker, pada pesawat itu terbaca juga tulisan “Ayo Pakai Masker” di badan pesawat. Sosialisasi udara dengan masker mulut ini bertujuan mendorong masyarakat agar menggunakan masker.

Pendaratan Boeing 777, yang memakai masker, bernomor registrasi PK-GIJ, dijadwalkan tiba di Schiphol pada hari Jumat 11 Desember 2020. GA088 diharapkan di bandara sekitar pukul 07.30 Pagi Waktu Amsterdam. Penerbangan pulang dengan nomor GA089 dijadwalkan kembali ke Jakarta non-stop pada Sabtu, 12 Desember 2020 keesokan harinya sekitar pukul 11.05 AM.

Namun demikian berita di luchtvaartnieuws itu masih membubuhkan catatan bahwa dalam kondisi seperti saat Corona ini, setiap rencana bisa berubah. Termasuk kedatangan Pesawat Garuda Bermasker ini.

Deventer kota Belanda, Menyimpan Sejarah Indonesia

Posted on Updated on

Deventer, kota Belanda di propinsi Overijssel menyimpan sejarah Hindia-Belanda. Hotel Restaurant GAIA, adalah bekas villa milik Gubernur Jendral Duymaer van Twist. Di museum kota itu menyimpan buka kuno: Kedoengkebo, Transkrip Perang Diponegoro. Cukup alasan untuk juga berkunjung ke Deventer.

Musuh Multatuli
Perbincangan dengan Bule Brewok dalam Bahasa Indonesia di rumah Gubernur Jendral Hindia Belanda Duymaer van Twist di Deventer. Gubjen ini menjadi orang nomor satu di Hindia Belanda, ketika Multatuli di Lebak. Mereka saling bersinggungan.

Rumah Gubernur Jendral Hindia Belanda di Deventer

Villa Nieuw-Rande, milik mantan Gubernur Jendral Albertus Jacobus Duymaer van Twist. Dia menjadi orang nomor satu di Hindia Belanda, dari tahun 1851-1856.

Menurut Pak Sirtjo, rumahnya di sini bagus, ini semua bukan hanya gedung tapi Landgoed (estate – pekarangannya) pelataran halaman, seperti di Istana Bogor ini memang rumahnya Duymaer van Twist. Dengan luas 43 Hektar.

Namanya muncul dalam buku Multatuli “Max Havelaar”.
Ketika itu Multatuli Eduard Douwes-Dekker, jadi asisten resident di Lebak Banten. Multatuli menyaksikan bahwa regent atau bupati: (Raden Adipati Karta Nata Negara) yang menurut Multatuli, memaksa rakyatnya untuk kerja keperluan pribadi. Seperti budak.

Multatuli tidak setuju dengan kelakuan si bupati Lebak itu. Sebagai asisten residen Lebak, Multatuli mencoba merubah situasi itu dan mengeluhkan ke atasan. Dan sampailah ke Gubernur Jendral waktu itu Duymaer van Twist.

Belanda Butuh Kaki Tangan
Bahwa Gubernur Jendral harus merubah, politiknya, dan menggunakan pengaruhnya untuk menghukum bupati Lebak. Tapi justru sistem pemerintahan di Hindia Belanda adalah bahwa pengaruh langsung orang Belanda ke isu lokal, diminimalisir.

Berarti sebenarnya pada Zaman Kolonial, itu bupati-bupati yang tradisional raja dan lainnya sejatinya yang memerintah daerah masing-masing sesuai dengan cara dan adat yang berlaku di daerah itu.

Hanya saja, orang Belanda seperti asisten resident di kabupaten melihat tapi mereka juga menyampaikan kebijakan pemerintah kolonial kepada bupati-bupati. Tapi bupati tetap sangat berkuasa. Berarti, bagi pemerintah Kolonial Belanda bupati-bupati itu posisi paling penting untuk kelancaran kebijakan. Jadi kalau tanpa bupati-bupati, karena jumlah orang Belanda sedikit, tidak mungkin orang Belanda bisa langsung turun memerintah atau menguasai wilayah Hindia Belanda (Indonesia).

Duymaer Van Twist Tidak Menghiraukan
Berarti Gubernur Jendral, walaupun mungkin sependapat dengan Multatuli. Tapi seandainya Gubjend menghukum Bupati itu sama saja dengan melemahkan wibawa pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Akhirnya tidak ada satupun pejabat tinggi pemerintahan Hindia Belanda, yang mau mengikuti kemauan Multatuli, yang sangat keras kepala. Sepanjang hidupnya Multatuli bertengkar dengan siapa pun.

Karena Multatuli merasa tidak didengar pendapatnya, lalu menulis buku mengenai masalah itu yang menurut dia. Ketidakadilan di Hindia Belanda: Max Havelaar.

Pembacanya khususnya banyak mahasiswa yang akan menjadi ambtenaar-ambtenaar (PNS) yang akan dikirim ke Indonesia (Hindia Belanda) Waktu itu pun di Belanda tidak ada larangan buku Max Havelaar.

Ada temuan menarik dari Bule Brewok ini mengenai. Multatuli atau Edward Douwes Dekker. Dan yang menariknya sekarang ini banyak orang melihat Multatuli sebagai tokoh anti-kolinial padahal dia tetap kolonial. Dia tetap melihat ada peran penting untuk orang Belanda di Hindia Belanda.

Hanya saja, dia mau melawan kekerasan yang dilakukan penguasa pribumi terhadap rakyat. Tapi Multatuli tidak pernah bilang bahwa Belanda harus keluar dari Hindia Belanda. Jadi dia tetap mempertahankan penjajahan Belanda. Penjajahan baginya tetap ada tapi dengan cara di bawah bimbingan Belanda tanpa menindas rakyat. Tapi bagi Pak Sirtjo, dia tetap kolonial.

Duymaer van Twist waktu selesai masa tugas Gubernur Jendral tahun 1856. Karena memang berasal dari daerah sekitar sini dia membangun Villa ini setelah pulang dari Indonesia. Pasti gajinya Gubernur Jendral cukup tinggi dan dia juga bisa dilihat dia berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Duymaer – Van Twist, nama belakang yang ganda berarti dia kalau bukan dari latarbelakang keluarga yang kaya tidak mungkin jadi Gubernur Jendral.

Eka Tanjung: Jadi ketika mengirimkan Gub-Jend dari Belanda tidak begitu saja. Ada permaianan?

Pak Sirtjo: Bukan, karena bayangkan saja kalau orang biasa tidak akan masuk Universitas. Jadi kalau dia kuliah berarti orang yang berada orang yang punya pengaruh. Bukan dari zaman VOC. Itu sudah bangkrut 1795. Tahun 1810 Belanda sudah berdiri sebagai negara. Duymaer van Twist bangun rumah ini. Dia kalangan bangsawan. Dan dia kemudian masuk di parlemen setelah akhir masa jabatan di Hindia Belanda. Dia beli dari orang, sebelumnya ada bangunan bangunan lama yang sudah rusak kemudian direnovasi.

Di Villa di tengah lahan 43 hektar. Bahasa Belandanya Landgoed. (Inggrisnya : Estate) Ada beberapa barang-barang milik Duymaer van Twist dipertunjukkan di museum Deventer.

Top 60 Tempat Wisata Belanda

Posted on

Airport Schiphol di Amsterdam, merupakan salah satu bandara terramai di Eropa. Jika kawan sedang di Belanda, sempatkan mengunjungi salah satu tempat wisata yang menarik. Sebab Belanda atau Holland punya ikatan sejarah dengan Indonesia. Serbalanda mengumpulkan 60 Tempat Wisata di Belanda yang bisa dikunjungi. Urutan disusun acak dan tiap saat bisa berubah.

  1. Kastil Muiderslot
  2. Kastil de Haar
  3. Stadion Ajax ArenA Amsterdam
  4. Volendam, kampung Nelayan
  5. Marken, kampung Nelayan
  6. Zaanse Schans, Kincir Angin
  7. Kinderdijk, Kincir Angin
  8. Red Lights District, Amsterdam
  9. Keukenhof, Tulip (buka Maret – Mei)
  10. Amsterdam Canal Tour
  11. Tropenmuseum, Amsterdam
  12. Rijksmuseum
  13. Van Gogh Museum
  14. Batavia Stad Outlet
  15. Roermond Outlet
  16. Giethoorn, Little Venice
  17. Vredes Paleis, Den Haag
  18. Alun-Alun Delft
  19. Royal Delft Blue
  20. Rumah Kubus, De kubuswoningen, Rotterdam
  21. Madurodam, Den Haag
  22. Pasar Keju Alkmaar
  23. Pasar Keju Edam
  24. Pasar Keju Hoorn
  25. Pasar Keju Gouda
  26. Pasar Keju Woerden
  27. Old Port Pelabuhan Lama Rotterdam
  28. Bloemenmarkt, Floating Flower Market Amsterdam
  29. Markthal, Rotterdam
  30. Rumah Johan Cruyff, Amsterdam
  31. Madame Tussauds, Amsterdam
  32. Museum Nijntje Dick Bruna, Utrecht
  33. Pasar Albert Cuyp, Amsterdam
  34. Rietveld Huis, Utrecht
  35. Museum Kereta Api, Utrecht
  36. Deltapark, Neeltje Jans, Zeeland
  37. Anne Frank Huis Amsterdam
  38. NEMO Science Center, Amsterdam
  39. Velorama, Museum Sepeda Tua, Nijmegen
  40. Dom Toren, Utrecht
  41. Binnenhof, Parlemen Den Haag
  42. Museum Bahari, Amsterdam.
  43. This is Holland, Movie 4D, Amsterdam
  44. Stad Hart Zaandam
  45. Tong Tong Fair (TTF), Den Haag
  46. Pasar Gelap “Beverwijk”  (Sabtu dan Minggu)
  47. Magere Brug, Jembatan Kayu Sungai Amstel, Amsterdam.
  48. Patung dan Rumah Multatuli Amsterdam
  49. Damrak dan Istana Kerajaan, Amsterdam
  50. Monumen de Dam, Amsterdam
  51. Taman Sakura di Amstelveen (April)
  52. Rumah Tumpuk – Rumah Barbie Zaandam
  53. Rumah Kaisar Rusia Peter Agung Zaandam
  54. Studio Lukisan Karya Claude Monet Zaandam
  55. Taman Indonesia Kallenkote
  56. Hunebedden, the Dutch Stonehenge, Havelte
  57. Museum Jan Pieterszoon Coen, Hoon
  58. Rumah Kubus, Helmond
  59. Wereldmuseum, Rotterdam
  60. Museum Reklamasi Cruquius, Haarlemmermeer

Serba Belanda: Mang Theo, bule WNI ditolak masuk Belanda

Posted on

Mang Theo, bule Sunda ternyata berpaspor Indonesia. Dan sempat ditolak masuk Belanda. Menyaksikan dengan mata kepala sendiri, temannya menjemput maut. Trauma yang disandangnya sampai detik ini.

Eka Tanjung menjumpai Mang Theo, orang Belanda yang pandai berbahasa Sunda. Perbincangan di Schokland, salah satu situs bersejarah di Belanda. Sebuah bukit yang dahulu merupakan pemukiman, tempat ratusan penduduk Noordoostpolder bersembunyi dari amukan air laut de Zuiderzee.

Schokland
Lokasi Indah itu sekarang merupakan UNESCO Heritage pertama Belanda. Perhatikan alam indah yang membuat burung-burung tak berhenti berkicau saat kita berbincang.

Pada tayangan saat ini Mang Theo menceritakan tentang perjalanan selama beberapa pekan menggunakan kapal barang berbendera Norwegia, dari Jakarta menuju ke Pelabuhan Antwerpen. Pilihannya Belgia, karena Theo ber-4 kakak adik perempuannya serta ibunya berpaspor Indonesia. Sementara Belanda tidak memberikan izin visa kepada warga Indonesia sehubungan konflik Irian Barat.

Keluarga Belanda Milih NKRI
Theo, dan semua keluarga Keuchenius memang ketika pasca kemerdekaan Indonesia, memilih menetap di Indonesia dan mengambil paspor Indonesia. Ketika itu semua orang Belanda dan keturunan Belanda kelahiran Indonesia pun, diminta mengambil pilihan. Berbeda dengan kebanyakan orang-orang keturunan Belanda yang memilih pergi ke Belanda atau ke Australia, keluarga Keuchenius memilih menatap di Indonesia dan menjadi orang Indonesia.

Kelahiran Indonesia
Selain karena alasan Ayah dan anak-anak memang kelahiran di Indonesia. Juga karena sang ayah menjabat sebagai direktur administrasi di Perkebunan Teh Cisarua Selatan.

Ibunda Menderita Sakit Parah
Namun, keinginan bertahan hidup di Indonesia menjadi sulit ketika pada ibunda Theo ditemukan penyakit kanker. Dan pihak dokter di Indonesia sudah menyakan tidak mampu untuk menangani. Dan mereka menyarankan pengobatan di luar negeri. Amerika Serikat atau Belanda.
Pilihan Belanda lebih baik karena keluarga ibunda yang juga kelahiran Belanda, masih banyak tinggal di Belanda.

Ibunda Theo, Conny Keuchenius, semasa hidupnya adalah juga seorang yang memiliki bakat melukis. Sepeninggalannya, Theo mewarisi beberapa lukisan yang indah. Seperti tampak pada video di bawah ini:

Konflik Irian Barat
Namun kondisi politik tanuh 1963 itu tidak memungkinkan untuk perjalanan langsung dari Jakarta ke Belanda karena ada konflik Irian Barat. Akhirnya ibunda dan lima anak masuk Belanda melalui Antwerpen Belgia. Akhirnya mereka menyelundupkan diri menerobos gardu perbatasan di malam hari. Perjalanan yang cukup menegangkan. Perjalanan ini dituangkan dalam buku Mang Theo.

Sementara ibundanya dirawat di Belanda, anak-anak mulai sekolah. Karena kondisi kesehatan sang istri semakin memburuk, selang dua tahun kemudian ayah Theo menyusul ke Belanda lewat jalur Jerman, karena hubungan Indonesia Belanda masih tegang. Dan warga Indonesia belum bisa masuk Belanda.

Ayah Theo terpaksa meninggalkan pekerjaannya di Perkebunan Teh dan menyerahkan tugas kepada penerusnya. Empat tahun kemudian ibunda Theo akhirnya berpulang juga karena penyakit kanker yang diderita.

Perbincangan ini juga membahas pengalaman tragis Theo kecil, ketika berusia 6 tahun. Ia menyaksikan kawan mainnya Dedi (Freddy) kecelakaan jatuh dari pohon dan meninggal dunia karena terbentur batu di sungai. Dedi (almarhum) waktu peristiwa itu berusia 7 tahun.

Dengan mata kepala sendiri Theo menyaksikan langsung kejadian itu. Ketika Dedy memanjat pohon untuk mengambil sarang burung, akhirnya jatuh ke kali. Kejadian tragis yang berdampak pada Theo sampai hari ini. Kita bisa menyaksikan hal itu pada perbincangan di bangku Schokland itu.

Banyak suka duka yang ia dapatkan selama 13 tahun hidup di Paragajen khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.

FLORIADE, Peluang Indonesia Rebut Pasar Dunia Produk Pertanian

Posted on Updated on

Kota Almere Belanda bersiap membangun pameran agrikultural 10 tahunan terbesar di Belanda. Eka Tanjung meninjau kawasan yang sedang dalam persiapan. Peluang Indonesia menjual produk pertanian ke pasar Eropa. Expo pertanian berlangsung April – November 2022.

Eka Tanjung melaporkan dari kawasan informasi tentang Floriade pameran AGRO 10 tahunan sekali yang berlangsung di Belanda. Untuk Tahun 2022 berlangsung di Almere, kota kami Almere menjadi tuan rumah ajang pameran produk-produk pertanian. Saksikan laporan video dari kunjungan Eka Tanjung ke Preview FLORIADE 2022.

Negara-negara yang memastikan hadir dua tahun lagi antara lain Kanada, Kenia, Jepang, China dan juga Indonesia. Indonesia akan memamerkan produk-produk pertaniannya di Expo terbesar di Belanda 10 tahunan sekali. Dengan senang hati Eka Tanjung dari Serba Belanda dan Serbalanda Tour menyambut tamu-tamu dari Indonesia untuk menyaksikan Floriade. Dan di kawasan seluas 60 hektar ini akan muncul sebuah kota baru yang Green City. Kota modern dengan nuansa hijau dan ramah lingkungan.

Untuk menuju ke kawasan melihat Expo persiapan Expo 2022, pengunjung mendaftarkan diri ke website: Floriade.com . Menentukan tanggal hadir, membali ticket secara online kemudian mendapatkan code yang bisa dipakai sebagai ticket masuk.

Preview dimulai pada tanggal 31 Juli 2020 kemarin dan kami datang jadi tanggal 1 Agustus 2020 baru dua hari dibuka. Preview ini buka hanya setiap akhir pekan saja. Setiap weekend sampai November 2020 setiap akhir pekan. Jadi Jumat Sabtu Minggu. Ini perahu kapal yang biasa dipakai ini almere City Tours.

Gedung dimana kita mendapat banyak sekali penjelasan. Dan slogan mereka mengatakan “work in progress” Expo 2022 Floriade Amsterdam Almere NL. secara marketing lebih bagus kalau ada kata Amsterdam nya. Kalau Almere aja kurang. Ini disebutkan calon pengunjungnya diperkirakan dua juta pengunjung 70% dari Belanda sendiri kemudian diperkirakan 26 persen itu dari Jerman, Belgia, Prancis, Inggris kemudian dua persen itu dari Amerika, Cina dari Jepang tentang FLORIADE nya sendiri.

Sejarahnya: 1960 pertama kali berlangsung di Rotterdam, di kota pelabuhan Rotterdam. Bapaknya seperti orang Indonesia Ada tumpengan segala Dan selalu yang membuka acara peresmiannya itu oleh Raja atau Ratu. Jadi di Euromast dan Het Park. Dari 25 Maret – 25 September 1960 pembukaan oleh Ratu Juliana. Jumlah pengunjungnya 4 juta. Kemudian pertama kali saya dan keluarga datang itu waktu itu lagi di Haarlemmermeer, dekat schiphol tahun 2002 waktu itu Indonesia membawa kayak Ondel-Ondel Betawi gitu, seingat saya. Lalu 1992 di kota Zoetermeer dekat Den Haag terciptanya lah sebuah komplek perumahan Rokkeveen jumlah pengunjungnya 3,4 juta lokasi luasnya 68 hektar. diresmikan oleh Ratu Beatrix. Info tentang latar belakang yang dulu ya lalu tahun 1982 berlangsung di Amsterdam di lokasi rekreasi. Gaasperpark dibuka oleh lagi oleh Ratu Beatrix jumlah pengunjungnya cukup besar 4,6 juta orang dan luas kawasannya 54 hektar.

Jadi Floriade total ini usianya sudah 62 tahun 1972 lagi-lagi berlangsung di Amsterdam di Beatrixpark. Saya menangkap kesan persiapannya kurang matang, ada Kanada lalu Kenia Prancis sudah menyatakan kan hadir lalu Polandia ya dari Eropa juga Bendera China kulihat sayup-sayup di atas . Ada Qatar, India juga mengirimkan delegasi Cina juga akan memamerkan produk pertaniannya. Mereka siap bersaing Jepang juga menyatakan siap. Thailand.

INDONESIA.
Akan hadir untuk keempat kalinya sebenarnya keempat kalinya. Jadi Indonesia akan merebut pangsa pasar Eropa dunia. Mengalahkan Thailand kita siap.

ALMERE
Nah kawan sekarang informasi mengenai ALMERE, pertumbuhan kota tuan rumah. Kota dimana Supir Santun berdomisili jumlah penduduk Almere pada saat ini 211,612 Jiwa (Agustus 2020) Ada nambah – ada kurang sedikit, tergantung kemarin ada lahir dan ada yang meninggal kemudian luas wilayah itu 129,1 km persegi Itu lahan tanahnya Luas airnya 119,6 km persegi. Wilayah airnya tidak hampir sama ya. luas tanah dengan luas air. Dan menyediakan 723 kamar hotel untuk tamu. Lalu jumlah KK 87.390. Posisi Almere terhadap permukaan air laut 3,5 m di bawah permukaan air laut. Panjangnya total itu 62 KM. Itu benar-benar busway yang tidak ada dipakai oleh kendaraan yang lain lalu jumlah sepeda 257.914 unit sepeda lebih banyak jumlah sepeda daripada jumlah penduduknya. Jumlah perusahaan di Almere itu 20.883 termasuk di antaranya “tanjungpro” dan serbalanda dan sepakbolanda nah pertumbuhan ekonomi tahun 2019 = 4,6 persen. Usia pohon tertua di Almere itu 95 tahun Nah rumah pertama dibangun pada tahun 1976. Rumah pertama berdiri di Almere. Lalu gedung paling tinggi di Almere saat ini 141 meter, yaitu Carlton-Tower menara Carlton inilah fakta di Almere.

Gondola Skyline Skyline itu nanti kita akan bisa berpindah-pindah ada kabel gitu gimana kita bisa naik. Kelom Kayu Khas Belanda. Ini adalah sebuah gedung bulat dan ini di dalamnya itu semuanya terbuat dari bahan ekologis. Arsitektur menggagas komposisi petak-petak gitu ya kotak kotak kotak kotak itu.

Taman Tropis, Promo Indonesia di Belanda

Posted on

Ibu Marlisa, cewek bule yang pandai berbahasa Indonesia. Bermula dari rasa cintanya pada Pulau Mentawai. Kemudian beranjak menuju kecintaannya kepada Indonesia. Buat Taman Satwa, Flora dan Budaya Indonesia di Belanda.


Bu Marlisa menuturkan bahwa Taman Indonesia yang tadinya bermula dari Taman Burung menjadi. Taman Satwa binatang dan juga kebudayaan Indonesia. Eka Tanjung sempat merasakan suasana Taman Indonesia memasuki gapura seakan berada di Jawa atau di Bali.


Ada dua kandang besar burung. Tendengar kicauan burung berlari-lari. Burung nyaman karena cuaca musim panas saat ini di Belanda (Juni 2020) seperti di habitat aslinya. Suhu antara 20-25 derajat Celsius cocok sekali untuk burung-burung supaya mereka bisa bernyanyi.

Nah burung yang ada di Taman Indonesia burung air, ada juga gerobak sepeda laiknya yang dipakai tukang kerupuk zaman tahun 1970an mengantarkan dagangannya. Kami juga menyaksikan ada Bajaj, alat tranportasi yang masuk Indonesia di awal tahun 1980an. Ada Kucing Benggala yang bentuknya seperti kucing rumahan tapi sebelah ini lebih buas.

Kemudian ada Ayam Kate yang selalu kita temui di kampung-kampung di Indonesia. Ada pula angkringan sate Madura. Lalu Becak. Lalu gerobak sate ayam lagi di bawa dari indonesia Tidak jauh dari sana berdiri rumah tradisional Mentawai yang berseberangan dengan rumah Joglo dari Jawa.

Di Taman Indonesia, bisa duduk-duduk melihat ada wayang kulit berjejer Ada wayang kulit dan wayang golek serta patung dari Bali. Benda-benda yang ada di Indonesia juga. Ruang main untuk anak-anak ada video penjelasan mengenai wayang cerita tentang Kancil dan Buaya.

Anak-anak bisa melukis, membuat layang-layang sehingga ada bayangan. Jadi dibuat cantik dan menarik bagi anak-anak untuk bermain disini. Jadi anak-anak pun akan senang untuk datang kemari. Bukan saja orang tuanya yang senang, tetapi juga anak-anaknya. Benda yang bisa kita pakai ini anak-anak bisa mencobanya menjajalnya sambil bermain, mendapat cerita tentang budaya Indonesia.

Ibu Marlisa dengan saudaranya Pak Diederik untuk memperkenalkan budaya Indonesia di Belanda. Setelah keliling di Taman Indonesia, Eka Tanjung berbincang dengan Ibu Marlisa.

Tentang rencana kedepannya dari Taman Indonesia? Ibu Marlisa dan teamnya berambisi untuk “kasih tahu tentang budaya-budaya beragam yang ada di Indonesia. Ada Kalimantan, Papua, Mentawai, banyak suku dan kepada publik Belanda.” Ditanyakan siapa saja yang datang? “Kebanyakan juga orang Indo, Indo-European. Mereka kan suka kasih tahu sama anak-anak kecil, cucu mereka tempatnya nenek lahir gitu lho.”

Ungkap Ibu Marlisa. Selain itu banyak pula turis Belanda yang sedang berlibur dan menginap di camping sekitar lokasi Taman Indonesia. Selain itu pula orang-orang Belanda yang tinggal di sekitar lokasi. Bahkan mereka menggunakan kesempatan luang untuk jalan-jalan dan lihat-lihat binatang setiap minggu. Bahkan mereka itu mengambil kartu langganan tahunan.

Dan ada juga yang sekedar istirahat dan makan yang santai. Karena Taman Indonesia juga menyediakan snacks makanan ringan khas Indonesia. Seperti Lemper. Risoles, Kelepon, Lumpia, Pastei dan makan siang Nasi Rames juga. Para tetamu bisa juga berbelanja pernak-pernik oleh-oleh khas Indonesia. Batik, Layang-layang. Bahkan makanan Indonesia juga ada. Dari kopi Luak sampai dengan Kecap Manis.

Untuk ukuran Taman Indonesia, ibu Marlisa mengakui bahwa ukurannya tidak terlalu besar. Tetapi cukup untuk dinikmati jalan-jalan selama dua jam dengan santai. Menurut pengamatan Eka Tanjung penataannya menarik seperti IKEA, jalan berkelok-kelok dan selalu banyak yang bisa dilihat di kanan dan kiri. Menurut Eka Tanjung, publik orang Indonesia di Belanda pun bisa mengunjungi Taman Indonesia sebagai upaya mengobati rasa rindu. Apalagi bagi yang tahun ini tidak bisa pulang kampung atau batal mudik gara-gara Covid-19.

Selain untuk obat kangen, bisa juga sebagai ajang perkenalan Indonesia kepada anak-anak kelahiran Belanda. Kita bisa lebih tenang menikmati dan menjelaskan tentang barang-barang Indonesia yang ada di Belanda. Satu hal lagi, orang Indonesia bisa juga membawa ibu atau ayah mertua yang Belanda, untuk ‘melihat’ kampung menantunya.

Satu lah lagi yang disampaikan oleh Ibu Marlisa, tapi tidak disadari oleh Eka Tanjung dari Serba Belanda adalah kemungkinan untuk berpre-wed atau menikah di Taman Indonesia dengan pakaian adat tradisional Indonesia. Kawan kadang penulis tidak habis pikir ada bule yang begitu cinta pada Indonesia. itu sesuatu yang sangat inspiratif sekali sebenarnya buat kita yang lahir di Indonesia.

Oh betapa akan semakin indahnya Indonesia jika juga dicintai oleh orang-orang yang lahir atau besar di Indonesia ditambah dengan orang-orang bule yang cinta dengan Indonesia.

Marlisa Cewek Promo Indonesia di Belanda

Kiat Sukses Membangun Karir di Belanda

Posted on Updated on

Ketika wabah Corona melanda dunia, Eka Tanjung dari Serbalanda mengisi waktu dengan menseriusi Channel Youtobe menjadi Content Creator. Dia mewawancara berbagai sosok menarik di Belanda. Salah satunya Mbak Lia Hestina. Perempuan asal Kalibaru Banyuwangi Jawa Timur itu tiba di Belanda tahun 2001. Ia membuktikan, walaupun berasal dari desa, tapi bisa sukses dari bawah dengan kiat-kiat ampuh.

Wawancara ini terbagi dalam lima episode menarik yang diunggah ke Channel Eka Tanjung di Youtube. Yang pertama dari serial itu adalah, proses awal kedatangannya dari Indonesia ke Belanda.

Bincang Mbak Lia PART 1.

Terpaksa Ikut Suami
Dia hijrah ke Belanda tahun 2001, mengikuti suami yang orang Belanda. Pilihan terbaik waktu itu mengingat sang suami yang tidak berhasil mendapatkan pekerjaan di Jakarta. Awalnya mereka tinggal di kota Diemen Noord Holland Belanda. Beberapa tahun kemudian mereka pindah ke Almere di Propinsi Flevoland. Propinsi ini terkenal sebagai propinsi ke 12 dan termuda di Belanda. Hasil reklamasi rawa dan laut. Propinsi ini terkenal dengan Fashion Outlet Bataviastad.

Cleaning Service
Sebagai pendatang dari Indonesia dia memulai kehidupan baru di Belanda. Mbak Lia tidak tinggal diam, dia mencari pekerjaan seadanya. “Diam di rumah” baginya bukan pilihan. Pekerjaan pertama dijalani dua pekan setelah dia baru sampai di Belanda. Termasuk sangat cepat. Walaupun pertamanya hanya Cleaning Service di rumah kawan suami.

Juru Tarik Kabel
Merasa ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik, dia menghubungi berbagai job-shop dan job-center berbahasa Inggris. Sebab penguasaan Bahasa Belanda saat itu masih sangat terbatas, sehingga kemungkinan mendapatkan pekerjaan lewat biro kerja, Uitzendbureau berbahasa Belanda, kecil. Dengan modal bahasa Inggris yang baik, dia mendapat tawaran berbagai jobs. Antara lain menjadi “cableman” memegang kabel cameraman yang merekam live, acara populer televisi Belanda. “Een-Tegen-100”

Karirnyapun terus meningkat berkat prinsip: Bekerja Keras dan juga Tidak Takut untuk Mempelajari Ilmu baru. Seperti diungkapkan pada wawancara di atas. Berkat kerjakerasnya Mbak Lia sekarang memiliki jabatan yang cukup baik di sebuah organisasi internasional RIPE Atlas.

Bahasa Inggris
Penguasaan bahasa Inggris, baginya adalah sebuah modal atau jendela membuka peluang. Kemudahan komunikasi dengan kalangan internasional ini terbukti dalam peningkatan karirnya di Belanda. Soal awal mula belajar Bahasa Inggris, Mbak Lia punya cerita menarik yang bisa disimak disini:

Mengenai bahasa Inggris ini ada hal menarik. Pada postingan kami di Facebook mengenai kisah Mbak Lia ini, mendapat tanggapan menarik dari teman sekolah Mbak Lia dari Kalibaru.  Seperti ditulis Ikang Nadia di wall facebooknya. 

“Sahabat lama teko TK, SD, SMP barengan. teko SMP wis lancar bahasa inggrisse cas cis cus, lainnya sik plonga plongo hehehehe….buat panutan anak muda jaman sekarang…..meski wong ndeso yo iso sukses di negeri kincir angin,” 

Terjemahan Bahasa Indonesia: “Sahabat lama di TK, SD, SM bersama. Sampai di SMP sudah lancar berbahasa Inggris. Sementara yang lainnya menatap bengong. Ini bisa menjadi panutan bagi anak-anak muda zaman sekarang. Walaupun anak desa, bisa sukses di Negeri Kincir Angin.” 

Bermodalkan kerjakeras akhirnya pekerjaannya semakin membaik. Setelah 20 tahun ini ia mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan. BIsa berkarya dan jalan-jalan dibayari kantor. Bermodal etos kerja keras dan tidak takut.