Kuliner

Nyeruput Starbucks, Ternyata dari Indonesia

Posted on Updated on

20150301_111353Acara buka puasa dan sahur, terasa lengkap setelah nyeruput kopi panas seduh, jenis Arabika. Sudah kecanduan, karena tanpa kopi bisa sakit kepala. Barang nikmat di Starbucks itu berasal dari Indonesia.

Kecanduan
Sejak puluhan tahun tinggal di Belanda ini Eka Tanjung menjadi kecanduan kopi. Setiap hari sudah pasti minum dua gelas kopi seduh merk Douwe Egberts, Van Nelle atau kalau sedang berhemat Golden Coffee dari Lidl. Kalau sudah minum kopi, rasanya badan jadi segar. Detak jantung naik dan adrenaline melonjak..

Dan di jam kantor, orang di Belanda rata-rata minum kopi 3,5 cangkir per hari. Jadi bangsa Belanda sudah termasuk kecanduan kopi. Tidak terbayangkan seandainya di dunia ini tidak tumbuh pohon kopi. Mau kemana orang Itali mencari espresso?

Stroopwafels Sumber: Wikipedia.org

Tadi malam, di hari pertama buka puasa, sejenak melamun sambil ditemani secangkir kopi dan dua keping Stroopwafels rasa Roomboter, Eka Tanjung bertanya tentang asal usul kopi nikmat ini.

Kopi 28

Website Menarik
Akhirnya ketemu website menarik yang menjelaskan proses mulai penanaman kopi sampai pemetikan dan pembakarannya. Sambil menscroll website Bizbrain.com itu, penulis mulai menyadari bahwa biji kopi itu merupakan tanaman istimewa yang hanya tumbuh di dataran tinggi wilayah sekitar garis khatulistiwa. Tidak bisa tumbuh di sembarang tempat.

Di Eropa dan Amerika Utara tidak tumbul satu batang kopi pun di alam. Seperti Bunga Tulip yang tidak bisa tumbuh indah di alam Indonesia.

Starbucks sering menulis salah.

Indonesia Penting
Dengan kata lain Indonesia, negeri kita merupakan pemain sangat penting untuk memenuhi hasrat minum kopi manusia di seluruh dunia. Indonesia disebutkan sebagai eksportir terbesar nomor empat dunia. Kedai kopi ternama seperti Starbucks pun mengakui bahwa mereka menggunakan jenis kopi pilihan untuk memberikan kepuasan pengunjung. Salah satu jenis yang disajikan di kedai kopi Starbucks itu adalah jenis Isla Flores Indonesia

Kopi 01

Tempo Travel
Dan memang, jika kita menengok tulisan Yati Maulana “7 tempat asal kopi terbaik” di Tempo Online, disebutkan bahwa ada tujuh perkebunan kopi Indonesia yang sudah terkenal dengan hasil kopinya. Kopi-kopi dahsyat dari dataran tinggi ini sangat mendunia.

  1. Kopi Arabica Gayo
  2. Kopi Sidikalang Bukit Barisan
  3. Kopi Arang Java Jampit
  4. Kopi Toraja, Sulawesi Selatan
  5. Kopi Kintamani “Starbucks”
  6. Kopi Flores, Ngada NTT “Starbucks”
  7. Kopi Wamena, Lembah Baliem

Petani Kaya?
Jadi sebenarnya, ketika kita menyeruput kopi dari cangkir kertas dengan tulisan nama yang salah di Starbucks itu, kita sedang menikmati kopi hasil petikan saudara sendiri. Dengan harga yang fantastis di Starbucks dan merek serta label lain dunia, kita membayangkan betapa para petani di Lembah Baliem itu kaya raya, jika mereka mendapat 25% saja dari harga percangkirnya di kedai kopi.

Di sini Eka Tanjung bukan ekonom dan tidak sempat menganalisa perbandingan harga kopi dari petani dengan harga kopi di eceran. Tapi seperti zaman moderen ini, maka upah buruh di hilir jauh lebih rendah dari kedai di hulu. Dengan alasan karena ongkos produksi menjadi sajian kopi jadi, sangat panjang dan mahal. Yah.. kalau kopi berkarung-karung diangkut dulu ke Seattle, Washington USA untuk diperiksa dan dibakar dulu, lalu diangkut lagi untuk Kedai Starbucks di Jayapura ..ya su pasti saja harganya ja mahal. Kerna kaka rasanya juga sangat mak nyuss.

Sedangkan kopi yang lebih murah di kedai-kedai Banda Aceh atau di Bireun, tidak bisa bersaing dengan pemain internasional, karena berbagai kendala produksi dan distribusi. Intinya kita menjadi penikmat kopi Indonesia berlabel ‘asing.’  Kasus kopi ini bukan satu-satunya.

Tuna Ahok
Masih banyak kasus hasil bumi atau laut kita seperti hasi tambang, minyak bumi dan juga hasil laut seperti ikan. Sebagai contoh, Basuki Cahaya Purnama Gubernur DKI dalam acara penandatanganan MoU dengan Sumatera Barat mengenai kerjasama hasil laut. Ahok menyebutkan bahwa Ikan Tuna yang disajikan di restoran di Jakarta, merupakan impor dari perusahaan Jepang. Sedangkan ikan-ikan Tuna itu asalnya dari perairan Indonesia. Alasannya karena Jepang memiliki teknologi pengirisan ikan Tuna yang canggih. Indonesia belum memiliki teknologi itu.

Irisan Jepang
Gilaaaa.. pikir ku, lha sudah setengah abad kita punya hubungan kerjasama dengan Jepun dan mengirimkan ratusan peneliti dan kandidat PhD ke Negeri Sakura itu apakah tidak ada satupun yang mendalami teknik mengiris daging? Come on! gumamku dalam hati, tak terasa tangan kiriku menyampluk cangkir kopi Belanda dari Indonesia sampai hampir tumpah.

Kita Kapan?
Ahok menurutku sudah menyentuh inti persoalan dan permasalahan. Sederhana banget.. secara theori .. tapi praktiknya memang tidak mudah. Apa sih sebenarnya yang menjadi permasalahannya? Kenapa kita juara penikmat kopi dan Tuna segar serta penonton setia Champions League dini hari? Kapan kita bisa menjadi pembakar kopi terenak se dunia, pengiris Tuna terbaik dan pemain sepakbola terhandal?

Makin Pahit
Sambil memikirkan jawabannya, Eka Tanjung menyeruput kopi seduh yang mulai dingin, permukaannya sudah menyentuh ampas dasarnya. Setelah memahami dan menyadari ternyata kopi yang ku minum ini dari Gayo atau Flores, kok rasanya sedikit lebih PAHIT ya sekarang? Woo.. karena emosi .. ternyata ampasnya ..jadi .. terminum..

Kiat-Kiat Wisata Murah di Belanda

Posted on Updated on

Suasana di Giethoorn. Dusun Air Terindah di Dunia. Tempat wisata di Belanda ini sunyi, tidak ada kendaraan bermotor. Hanya jalan setapak.
Perahu di Giethoorn

Jika berlibur ke Eropa, Belanda jadi bagian yang menarik disambangi. Di negeri Kincir Angin dan Tulip ini, kawan tidak perlu buang waktu dan uang. Eka Tanjung dari Serbalanda menyampaikan berbagai tips dan kiat berhemat penginapan, makan  dan transportasi. Serta hemat pipis.

Serbalanda kerap mendapat pertanyaan dan request mengenai tempat menginap murah dekat Stasiun Amsterdam Centraal dan harganya murah. Kombinasi yang sulit didapat, karena penginapan di lokasi strategis harganya mahal. Hampir tidak mungkin nemu hotel dekat stasiun Amsterdam Centraal di bawah harga € 50,- per orang.

Museum Rembrandt sudah tidak ada lagi Icon Iamsterdam. Yang berdiri malah tulisan #serbalanda.
Museum Square Amsterdam

Penginapan
Eka Tanjung dari Serbalanda yang sudah lebih 30 tahun berdomisili di Belanda mengenal banyak tempat murah. Kami sarankan penginapan di pinggir kota Amsterdam yang bisa dijangkau Bus, Trem atau Metro. Serbalanda pernah menulis tentang:  Tiket Kendaraan Umum di Belanda. 

Penginapan yang ditawarkan kawan-kawan Serbalanda, harganya antara €20 – € 35,- per orang per malam. Tergantung lokasi dan peak season. Biasanya untuk anak-anak balita berlaku harga khusus. Kemarin kawan Serbalanda pemilik B&B di Amsterdam bahkan tidak meminta harga untuk anak di bawah 5 tahun.

Kincir Angin di Zaanse Schans, salah satu tujuan wisata yang penting di Belanda. Kombinasi dengan tour Volendam dan Giethoorn.
Zaanse Schans Pic:©Serbalanda

Mudah Dijangkau Kendaraan Umum
Walaupun lokasi penginapan di pinggir kota Amsterdam atau di kota lain, tapi mudah dijangkau kendaraan umum. Jarak tempuh maksimal 30 menit. Masalah koper dan bagasi yang besar tetap bisa dibawa dengan kendaraan umum. Kendaraan umum di Belanda sangat ramah penumpang, bagi penumpang sehat maupun yang berkursi roda.

2015-05-25 17.33.12

Koper di Simpan
Kalau kawan tidak mau ribet dengan bagasi ketika berperjalanan di Belanda, maka koper atau tas besar bisa disimpan di locker yang disediakan stasiun besar di Belanda. Silakan baca informasi Locker di Bandara Schiphol.
Dan Locker di stasiun Amsterdam dalam bahasa Inggris.

So, kawan bisa leluasa jalan-jalan di Amsterdam tanpa membawa bagasi besar. Tangan tidak terganggu untuk ber-selfie-ria. Dan senyum bisa sumringah karena tidak perlu khawatir bagasi disikat maling ketika sedang menatap kamera dan mengambil posisi mannequin mode on. Walau demikian mohon tetap waspada ketika sedang berada di tempat-tempat wisata. Banyak copet yang mencari kesempatan.

Tiket Harian
Jika kawan berencana menjelajah Amsterdam, atau kota besar Belanda lain bisa memanfaatkan ticket per hari yang ditawarkan. Sebagai contoh di Amsterdam ada bermacam jenis ticket angkutan umum untuk 24 jam, 48 jam bahkan sampai ticket untuk 7 haripun ada.

2015-04-04 10.48.08

Orang Lokal
Berbeda dengan Tour dan Travel Standar, maka Serbalanda bisa membawa kawan ke tempat manapun, berdasarkan keinginan. Ke calon mertua atau calon suami pun, bisa. Kalau tour dan travel umum biasanya hanya membawa ke tempat-tempat yang biasa dikunjungi saja. Volendam, ke Zaanse Schans, Madurodam, Canal Cruise, Diamond Factory dan tempat shopping. Mereka tidak akan membawa kawan ke Giethoorn yang indah itu. Dan juga tidak ke tempat bagus yang biasa dikunjungi locals.

Saran Locals
Kalau kawan ingin juga melihat tempat-tempat locals Belanda berbelanja, makan, souvenirs, oleh-oleh coklat, membeli kebutuhan sehari-hari. Maka perlu masukan dari penduduk locals. Mereka tahu tempat belanja murah, karena mereka sendiri terbiasa hemat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Itu pula sebenarnya salah satu keuntungan jika menginap di rumah orang Indonesia yang sudah lama domisili di Eropa.

Supermarket Super Murah
Jangan lupa pula mencari oleh-oleh di supermarket yang biasa menawarkan coklat atau keju harga promo. Dengan harga korting bisa memborong oleh-oleh sampai koper beranak pinak. Supermarket harga sahabat yang terkenal di Belanda: LIDL (banyak coklat), ALDI (banyak kejutan), Albert Heijn (coklat dan keju), Dirk van den Broek, DEEN , Jumbo dll.

Tips Murah Locals
Di setiap kampung di Belanda memiliki komisi yang menyelenggarakan kegiatan untuk penduduk lokal. Jadi jika kawan sedang menginap di salah satu jaringan B&B Serbalanda, bisa mendapatkan masukan tentang pawai atau braderie locals yang menarik disaksikan dan disambangi. Acara-acara tradisiona Belanda ini biasanya sangat menarik dan penduduknya tidak terlalu commercials oriented.

Air Keran Gratis
Barang kali kawan tidak terbiasa meneguk air langsung dari keran, untuk menghilangkan rasa dahaga. Tapi sebenarnya tidak perlu takut meneguk air dari keran di Belanda. Sebab air keran di Negeri yang terletak di bawah permukaan air laut itu, terkenal sangat bersih dan tidak beraroma kaporit atau aroma Cendol Susu Durian. Mohon diperhatikan, hanya air keran dingin yang aman diminum tanpa dimasak. Sebab kalau air panas dari keran, itu kurang sehat karena panasnya tidak sampai 100 derajat Celsius.

Penyaringan Air
Proses pembersihan air minum Belanda sangat canggih dan mencapai saringan yang maksimal. Jadi salah satu cara berhemat adalah, berbekal botol kosong. Jika kunjung ke restoran, mohonlah izin ke toilet, dan mengisi botol dengan air keran. Maka kawan akan menghemat minimal €2 per botol. Toilet dan Air Gratis.  Air Keran Belanda Bersih.

Pipis Dapat Duit
Atau kalau kawan harus ke kamar kecil di tempat wisata Zaanse Schans, biasanya berbayar. Setengah Euro sekali masuk. Memang sulit untuk berhemat kalau urusan pakai toilet berbayar. Karena kalau pipis ditahan, bisa menimbulkan penyakit yang lebih parah. Ginjal bisa teriak-teriak kesakitan. Pipis Murah di Belanda

Botol Kosong
Nah untuk mengantisipasi penghematan itu, maka bawalah botol kosong saat masuk toilet. Sehingga dengan keluar membawa botol ukuran 2 liter yang penuh air minum maka ada sejatinya sudah memperoleh pendapatan sekitar € 2,-

Host Ramah
Seperti diungkap Flora, wanita Indonesia yang menginap di B&B Serbalanda selama tiga malam di Amsterdam. Ia datang ke Amsterdam dari Paris dengan menggunakan kereta Thalys. Masuk Amsterdam Sentral malam-malam dan sesampainya di penginapan Serbalanda, disuguhi makan. (padahal bukan janjinya dapat makan. red.) Dan maaf ini bukan jaminan bahwa akan selalu dapat makan. Tergantung kebaikan si pemilik rumah.

“Waah mas Eka, host nya baik banget. Servicenya oke banget. Suaminya juga kasih tips transportasi dan belanja murah di Amsterdam.” 

Ikut Makan
Karena Serbalanda mengutamakan service lebih baik lagi, maka kami meminta saran dan masukan kepada setiap tamu. Flora dalam hal ini menyebutkan bahwa kamarnya terlalu kecil. Memang harus diakui di Belanda ini rumahnya rata-rata lebih kecil dari di Indonesia.

“Kami jadi malu juga, beberapa kali diajak ikut makan malam. Hostnya rajin dan rasa-rasa seperti di rumah keluarga sendiri. Sambutannya hangat.” 

Tour Private
Ditanya review  angka antara 0 sampai 10, Flora dan kawan-kawan memberikan 8,5 untuk Service dan 7 untuk fasilitas. Dengan bekal masukan ini, Serbalanda dan team berusaha terus meningkatkan services. Contoh Paket Murah Serbalanda.

Saat ini semakin banyak requests masuk untuk tour-tour wisata Belanda untuk group kecil 4 – 8 orang. Kami mulai melebarkan sayap pelayanan tour Eropa dengan mempertahankan service baik ini.

Testimonia:
Bersyukur Serbalanda selama ini menerima tanggapan positif dari kawan-kawan Indonesia dan Malaysia. Ingin baca testimoni tetamu yang sudah pernah menginap dan jalan dengan Serbalanda. Silakan klik. Apa Pendapat Tamu Tentang Serbalanda.

Tahun Baru Imlek di Kampung Indonesia

Posted on Updated on

Imlek_flyer_2015aHampir dua kali se bulan di Negeri Belanda digelar acara bernuansa Indonesia. Pasar Malam, Malam Dansa, Indo Avond, Pekan Indonesia datang silih berganti. Menarik mengamati lokasi acara Tahun Baru Imlek Nuansa Indonesia di kampung Indonesia di Almere Belanda.

Indonesia sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat Belanda. Contohnya saja acara yang diselenggarakan pada 21 Februari 2015 ini di Amere Flevoland Belanda. Acara jumpa kangen antara masyarakat Indonesia, Belanda dan Asia ini mengambil thema Tahun Baru Imlek 2015.

Pulau Indonesia
Eka Tanjung dari Serbalanda melihat keunikan pilihan lokasi acara di Gedung TMG di Sumatraweg 22 Almere Buiten. Nama jalannya saja sudah membawa kita ke Indonesia.Salah satu pulau terbesar di Indonesia itu diabadikan di Almere, sebuah kota yang baru lahir tahun 1980an. Bukan saja Sumatra yang dipakai sebagai nama jalan, tetapi  masih ada Balistraat, Ambonstraat, Palembangstraat, Djokjakartaweg,

Genre Indonesia
Ferry Kusuma, musisi Indonesia yang sudah kondang di Belanda ini adalah motor di balik acara yang sejatinya lebih bernuansa Indonesia daripada Imlek atau Tionghoa. Bagaimana tidak, musik yang akan mereka suguhkan ke tiap pasang telinga pada malam itu lebih kental genre Indonesia daripada musik dari Negeri Tirai Bambu.

Soal artis dan musik yang akan tampil pada Sabtu malam 21 Februari ini, bisa dibaca di sini. “Membuka Tahun Kambing Nuansa Indonesia.”  Acara ini bakal seru, bukan saja karena menu Prasmanan yang Menggiurkan, tetapi juga musik yang memeriahkan malam itu terdiri dari artis dan musisi yang jadi magnit bagi publik pencinta musik Indonesia di Belanda.

Berita Belanda
Acara ini bukan saja menjadi sorotan di Serbalanda, tetapi juga muncul di media lain “Berita Belanda”  Portal terpercaya yang mengkhususkan diri pada berita-berita hangat di Belanda. Bari Muchtar, Pemimpin redaksi Berita Belanda adalah mantan redaktur ulung di Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum.

Cuaca Indonesia
Sepertinya acara temu kangen di Almere, Sabtu 21 Februari itu, akan membawa para tamu merasakan suasana Indonesia. Makanan, Musik, Pengunjung, Bahasa dan nama-nama jalan di seputar lokasi. Mungkin hanya cuaca saja, yang tidak bisa diIndonesiakan oleh panitia Tahun Baru Imlek 2015 di Almere itu.

Di Balik Bibir
Ferry Kusuma mengatakan bahwa, dirinya tidak berdaya kalau harus menyulap suhu di Almere menjadi seperti di Malang atau Semarang. “Wah dik, kalau menyulap suhu Almere jadi Malang kami tidak mampu, tapi kami akan berusaha maksimal menyihir suasana dalam ruangan Tahun Baru Imlek 2015 menjadi hangat,” ungkap musisi ramah seraya menampakkan barisan gigi putih dari balik bibirnya.

Mendengar pemaparan itu, Serbalanda melihat cukup alasan untuk hadir juga ke acara hari Sabtu di Almere itu. Semoga pulang bisa bawa Laptop, Tablet atau TV baru hahaha..

Polisi Belanda Senang Pesta Indonesia

Posted on Updated on

Di Belanda, migran asal Indonesia dinilai baik dan tidak menimbulkan masalah. Dibanding etnik lain, kepolisian jarang berurusan dengan imigran Indonesia. Orang-orang Belanda demen orang, dansa dan makanan Indonesia.

Polisi Belanda paling senang kalau ditugaskan menjaga keamanan acara-acaranya orang Indonesia. Mereka tahu di tempat itu jarang ada perkelahian, jarang ada keributan. Pelanggaran biasanya hanya sebatas ketertiban anak-anak yang berlari-lari keluar lokasi dan parkir liar saja.

Tidak Agresif
Acara orang Indonesia di Belanda hampir setiap pekan, seperti Pasar Malam, Indisch Avond, Dansavond, dan acara budaya lainnya. Biasanya saji dengan makanan Indonesia, lagu Indonesia dan tarian Poco-poco. Jenis lagu dan makananan ini pun tidak memberi efek agresif yang bisa memancing keributan. Berbeda banget dengan pesta yang memutar musik keras dengan dentuman kencang yang diproduksi oleh pengeras suara dan publiknya yang jingkrak-jingkrak sambil mutar-mutar kepala, pamer rambut panjang. Belum lagi kalau kalangan publik mereka itu mengkonsumsi suplemen yang mempengaruhi emosi.

Polisi Girang
Aparat polisi Belanda biasanya sudah kegirangan kalau mendapat jadwal menertibkan pesta Indonesia. Mereka sudah tahu saja hari itu santai dan tugasnya ringan, dan kalau mujur bisa dapat makan pula. Eka Tanjung beberapa kali mengamati aparat polisi yang bertugas di pesta Indonesia.

Bahkan polisi-polisi itu sepertinya rebutan sengaja merayu komendan supaya dapat tugas menjaga pesta Indonesia. Selain karena makanan, musik dan ketertibannya yang rapi, orang-orang Indonesia cenderung ramah dan patuh otoritas. Bapak-bapak datang melempar senyum kepada polisi. Dengan langkah-langkah kecil didampingi teman dan saudara. Anak-anak kecil yang minta difoto bersama polisi. Pak polisi sudah tahu itu dan menikmati saja.

Imej polisi Belanda lembut, dibanding polisi Amerika dan Indonesia yang lebih garang dan seperti menjaga jarak dengan warga. Penelitian di Belanda dua tahun lalu menunjukkan bahwa separoh warga Belanda menilai bahwa polisi terlalu soft atau lembek dalam menangani kasus. Selain itu warga Belanda menilai kepolisian sulit dihubungi kalau ada pelaporan. Sikap itu sebenarnya cocok untuk karakter bangsa Indonesia yang juga lembut di Belanda.

Kasihan Polisi
Walau demikian Eka Tanjung, agak kasihan kepada polisi ketika menghadapi para ibu-ibu Indonesia pengunjung pesta-pesta Indonesia. Ibu-ibu muncul dengan koleksi baju dan gaun pilihan, yang setahun tergantung di lemari. Dengan persiapan dandan sejak pagi, kaum hawa muncul satu persatu dengan setelan baju dan tas tangan, serta tatanan rambut yang tahan badai berkekuatan Wind Power 10.

Cara Bicara
Bukan soal kerapihan dan kewangian ibu-ibu Indonesia, yang membuat kasihan pada polisi. Tetapi cara mereka berbicara. Kalau ibu-ibu Indonesia ketemu dengan otoritas yang rapi seperti aparat polisi atau pabean biasanya saya melihat ada semacam kegugupan. Bicaranya setengah berteriak dan diucapkan cepat dengan intonasinya yang tidak pas, sehingga orang yang mendengarnya tidak faham arti harfiahnya.

Tapi itupun pak polisi Belanda bisa mengerti dan memahami maksudnya. Satu karena di tangannya lawan bicara ada semangkok atau sekotak nasi, bakmi dengan segala lauknya. Dan ibu-ibu ini menyampaikannya dengan senyum. “Wah berarti dapet makan kita,” simpul polisi.

Kalau Eka Tanjung boleh kasih saran kepada ibu-ibu, mohon kalau berbicara dengan pak polisi, tenang saja. Atau lebih baik tidak perlu mengeluarkan kata-kata. Pasang senyum di bibir merahmu, dan serahkan makanan itu dengan dua tangan. Cukup dengan “Nyoh panganen!”  Dijamin 10 menit kemudian pak polisi sudah menghabiskan makanan itu.

Retno Marsudi, Srikandi Bermata Panah “Diversity”

Posted on Updated on

Schermafbeelding 2015-01-13 om 23.05.39Retno Marsudi membawa misi dalam tiap tugasnya. Sebagai Dubes di Norway misi diplomasi Batik, di Belanda giliran Kuliner dan sekarang ini sebagai Menlu tampaknya membawa senjata “Diversitas.” Eka Tanjung mengingat sekelumit langkah Srikandi Indonesia lewat rekaman video acara perpisahan dengan warga Indonesia.

Malam Dingin
Jari-jemari mulai tergelitik menulis sejak nonton Youtube. Ceritanya bermula kemarin dini hari. Selesai membuat tulisan tentang sepak bola Belanda, di malam yang sunyi dan udara di ruang kamar yang mulai ngedrop ke 2 derajat Celsius, aku berencana naik ke kamar di lantai satu untuk tidur. Saya kemasi alat tulis, kertas, bungkus kacang yang terbuka kosong dan berserakan di atas meja. Membawa muk kopi yang nyaris kosong tinggal ampasnya dan gelas bekas minum Air Jeruk yang menyisakan kuning di dasarnya. Ketika itu aku dengar suara.

Video
“bliiing.. bliiing” beberapa kali dari laptop di pojok meja. Pertanda ada pesan atau posting masuk di salah satu media sosial Twitter, Facebook atau email. Ku pijit tombol ‘enter’ untuk membangunkan laptop dari posisi standby nya. Setelah layar menyala terlihat ada beberapa posting dari seorang kawan bernama Wahyu Koen. Perhatianku terhisap ke beberapa video cuplikan dari acara perpisahan Retno Marsudi.

Mencicipi Suasana
Tampaknya Oom Koen ingin share pengalaman dari acara di Rijswijk dekat Den Haag itu kepada kawan-kawan di media Facebook. Kawan yang hanya ku kenal lewat media sosial dan nota bene kami tidak terkait pertemanan, bisa membawa saya mencicipi suasana malam perpisahan. Dengan rekaman video Youtube ini saya jadi bisa melihat kawan-kawan yang hadir dan menyelami perasaan mereka. Untuk itu saya disini ingin berterima kasih pada Oom Wahyu Koen.

Den Haag
Dari 10 video yang diunggah Wahyu ke Youtube, aku tonton hampir semuanya. Terutama sambutan dari Retno Marsudi dan doa bersama. Saya tonton sampai dua kali. Di rekaman berdurasi 10 menitan itu mantan dubes Belanda dan Norway menuturkan tentang sejarahnya dia bertugas di Den Haag periode pertama sebagai diplomat dan kedua sebagai duta besar.

Menlu Retno yang berbekal contekan kertas kecil, mengisahkan proses cepat penunjukkannya menjadi Menteri Luar Negeri. Dan menyampaikan rasa bangga, sebagai wanita pertama Indonesia yang menjabat menteri luar negeri. Dia menyadari beratnya tugas sebagai Menlu.

Lalu ungkapan syukur atas perampungan tugasnya di Belanda. Dan dia terkesan merasa misinya berhasil mempererat hubungan Belanda-Indonesia. Dia menyebutkan puncak hubungan baik dan kepercayaan Indonesia Belanda dengan terbentuknya Kemitraan Komprihensif. Silakan saksikan pesannya di video ini:

Diplomasi Kuliner
Dengan hubungan yang begitu pelik antara Indonesia dan Belanda, dubes ini mampu mencapai kesepakatan kemitraan kedua negara dan mengundang PM Mark Rutte datang ke Jakarta. Padahal usai menyerahkan surat-surat kepercayaannya kepada Ratu Belanda, dia menyebutkan misinya adalah Diplomasi Kuliner.

“Whaaat…” pikir banyak orang ketika mendengar Diplomasi Kuliner. Tapi ternyata kita bisa menyimpulkan beberapa tahun kemudian. Itu adalah bahasa diplomasi Jawa.
Saya jadi ingat cerita Eyang Kakung Sastrodiwirjo yang mantri Polisi di Gemolong dan Sumberlawang di era tahun 1960an. Beliau sering menangani kasus kejahatan begal atau pencurian sapi. Menurut eyang putri, Kakung kalau datang ke rumah orang yang dimintai keterangan dan kesaksian, jawabannya sama.

Kalau si tuan rumah bertanya: Ada apa datang ke mari pak matri?
Kakung: Ora ono opo-opo, saya cuman ingin mampir minta minum saja. (Mampir ngombe)

Nah ini yang saya perhatikan ada di Menlu Retno juga. Ternyata sambil berkuliner ‘diselingi’ obrolan serius. Mantan siswa SMA 3 Semarang itu di depan seratusan tamu undangan, menyatakan rasa terhormat dengan penugasan selama di Belanda, negara bermasyarakat Indonesia yang besar. Ia menikmati di Belanda dan merasa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Menurut Eka Tanjung, sejauh itu kata sambutannya standar dari seorang diplomat yang ulung. Itu memang pekerjaannya sehari-hari. Tekankan yang positif dan hindari ungkapan pedas.
Saya melihat inti penyampaian Menteri Luar Negeri Indonesia yang lebih penting. “Saya mendapat tugas yang tidak mudah sebagai menlu.” Mmmm.. Ya memang semua tugas tidak ada yang mudah, kalau dikerjakan secara serius. Atau ungkapan itu menyimpan arti yang lebih dalam?

Arah Indonesia
Sebagai Menlu, malam kemarin Retno Marsudi bermain keren. Dia pakai kesempatan bicara di Belanda untuk menyampaikan pesan yang jelas tentang satu sisi penting arah Indonesia beberapa tahun ke depan. Sebagai wartawan, Eka Tanjung biasa menilai sikap seseorang ketika menanggapi suatu kejadian besar.

Retno Marsudi menyampaikan keprihatinan akan pembunuhan belasan pekerja tabloid satir, Charlie Hebdo di Paris.
“Kita prihatin dengan kejadian di Paris, yang mengatasnamakan apapun. Itu sebenarnya tidak boleh terjadi.” Itu ungkapan standar yang juga akan disampaikan pada pidato di depan publik Belanda atau internasional.

Eka Tanjung melihat imbauan yang sangat penting bagi bangsa Indonesia di Belanda dan di Indonesia disini:

“Indonesia adalah negara yang sangat majemuk…. Saya ingin bangsa Indonesia yang berbeda-beda, menebarkan cinta kasih kepada dunia. .. Sehingga dengan perbedaan, kita bisa hidup damai di dunia ini.”

Pesan yang terkandung ini sebenarnya mengena langsung kepada bangsa Indonesia, dimana pun. Termasuk di Belanda. Eka Tanjung melihat saat ini bangsa Indonesia masih terkotak-kotak menjadi kubu-kubu pasca pemilu presiden. Polemik pilpres ini masih terasa dan memperkuat ketidakakuran yang sudah ada dalam masyarakat muslim Indonesia di Belanda.

“Dengan perbedaan kita bisa hidup damai. make the world safer for diversity. Jadikan dunia ini tempat yang lebih aman dengan kemajemukan.”

“make the world safer for diversity”

Pamitan
Retno dengan sopannya, berpamitan pada masyarakat Indonesia yang hadir maupun yang tidak bisa hadir di Rijswijk. “Saya pulang dengan rasa senang. Saya tahu, meninggalkan cinta kasih. Silaturahmi yang tidak terputus. Sebagai anak bangsa, kita teruskan persaudaraan. Indonesia majemuk. Majemuk ini harus dikedepankan kepada dunia. Minta maaf kalau ada kesalahan. Terima Kasih, Terima Kasih dan Terima Kasih.”

Eka Tanjung ikut terharu dan memang mengakui karir melejit yang dijalani Srikandi asal Semarang kelahiran 27 November 1962 itu. Orangnya sederhana, pendapatnya tajam dan ingatannya kuat. Mulai sekarang ia bersenjatakan panah bertuliskan: “make the world safer for diversity” Siap mengarungi dunia. Semoga ia sukses dengan misinya. DAN rakyat Indonesia juga bisa memaknai arti diversitas itu. Jangan sampai Indonesia sukses meyakinkan dunia menjadi “safer for diversity” tapi di dalam negeri masih saja gantok-gontokan karena perbedaan.

Seumpama sosok Retno adalah Gajah, maka tulisan ini hanya pendapat dari satu sisi ganjah itu. Saya tidak melihat dari ekornya dan tidak dari atas, tapi dari samping dengan rasa hormat dan kagum. Perempuan kecil tapi bernyali Gajah!

Tautan: Reno Marsudi Pulang, Saya ingin Sedih jadi Tertawa.

Penulis: Eka Tanjung

Kiat Belanja Murah di Belanda

Posted on Updated on

Schermafbeelding 2015-01-12 om 10.08.29

Strategi marketing satu negara disesuaikan karakter masyarakatnya. Pertokoan Belanda hampir sepanjang tahun ada promo barang atau makanan merek A yang murah. Sudah beberapa tahun ini Eka Tanjung mencari yang termurah di internet.

Tepat Sasaran
Sejak anak kami Aslam lahir Desember 2001 saya menggikuti gaya belanja kebanyakan orang di Belanda ini. Melihat folders atau flyers yang disebar oleh toko-toko barang dan makanan. Sejak lima tahun ini kami pindah mencarinya barang lewat internet. Lebih tepat sasaran dan tidak boros kertas.

Barang Kualitas
Sebelum belanja Eka Tanjung menyempatkan diri untuk menengok situs Voordeelmuis. Seperti contohnya hari ini saya butuh Krupuk (Kroepoek) untuk menemani makan malam bersama istri dan anak-anak. Di Belanda hampir semua toko menjual barang-barang merek KW1 tapi harganya berbeda-beda.

Sepanjang Tahun
Promo murah ini biasanya berlaku dalam jenjang waktu tertentu. Umpamanya seminggu, dua minggu atau sebulan. Pekan berikutnya giliran barang yang lain atau toko yang lain. Tapi sepanjang tahun di Belanda ada promo harga murah.

Ide Cerdas
Celah itu yang sebenarnya dimaksudkan menyasar konsumen agar datang ke lapak mereka dan belanja barang-barang lainnya. Muncullah akhirnya ide cerdas si pembuat mesin pencari aanbiedingen (promo murah) Voordeelmuis ini. Berhubung publiknya adalah orang Belanda, maka mesin ini mengenalnya istilah Belanda. Seperti:

  • Krupuk ditulis Kroepoek
  • Handuk ditulis Handdoek
  • Buku ditulis Boek dll

Hasil pencarian mesin itu memberi info tentang : Harga (sebelum dan sesudah diskonnya), nama toko, masa berlaku promonya. Kroepoek diskon bisa didapat di tiga toko Hoogvliet, Poiesz dan C1000 berlaku sampai tanggal tertentu. Kalau aanbieding ini sudah berlalu, website ini juga memberitahu dengan mencoret guntingan folder dengan tulisan “Verlopen” “Lewat” berwarna merah.

Contoh Promo yang sudah lewat
Contoh Promo yang sudah lewat

Dengan membayangkan makan Sajoer Lodeh berteman Kroepoek yang krauk-krauk, Eka Tanjung hari ini akan menyempatkan diri mampir ke C1000. Menurut pengalaman saya situs ini sangat aktual. Hampir mencantumkan semua barang promo yang disebar dalam bentuk folder maupun flyer.

Dua Kelemahan
Tentu saja untuk situs ini pun berlaku pepatah: tak ada gading yang tak retak. Walau tawaran cukup luas, tapi tentunya tidak bisa memberikan info semua obral dan diskon. Kalau ada toko butik yang cuci gudang atau akan tutup, tidak akan muncul di situs ini. Untuk itu perlu info dari mulut ke mulut atau kebetulan lewat. Satu lagi kelemahan dari situs ini, mereka tidak punya versi app untuk telepon pintar.

Walau dengan kekurangan itu, saya sangat terbantu dengan web ini. Saya tidak mengenal pembuatnya tapi saya ingin berterima kasih padanya, atas amal kebaikan. Semoga dia panjang umur dan hidup bahagia.

Sirsak Berasal dari Belanda

Posted on Updated on

Buah Indonesia, Buah Enak, Sirsak dari Belanda, Eka Tanjung, Serbalanda
Buah Sirsak Kalengan

Buah Sirsak sudah dikenal luas di Indonesia. Semua orang menyukainya, apalagi buah ini memiliki khasiat yang multi kebaikan.

Semut Hitam
Sejak kecil di kampung dekat Gunung Kemukus di Sumberlawang dahulu saya sudah mengenal buat Sirsak. Rasanya masam campur manis kalau sudah matang. Apalagi nenek saya di kampung Ngandul itu punya beberapa pohon Sirsak. Walaupun banyak dihuni Semut Hitam, tapi dua pohon itu rajin memberikan buahnya. 

Read the rest of this entry »