Mang Theo, Merasa Kebal Corona

Posted on

Mang Theo, pria Belanda yang bernama asli Theo Keuchenius. Ia tinggal di Almere Belanda, tapi lahir Indonesia, pada tahun 1950 tepatnya di Paragajen Cisarua Bogor.

Di kawasan dekat Perkebunan Teh di kaki Gunung Pangrango itu dia banyak meninggalkan kenangan. Bermain dengan kawan-kawanya sebaya. Permainan yang mereka lakukan sangat nostalgis, seperti Bandring, Gatrik, Main Bola dengan Jeruk Bali dan lainnya.

Permainan tradisional yang sudah terlupakan di zaman moderen ini. Penampilan Mang Theo menjadi uniek karena beberapa hal. Pertama karena dia sebagai pria Bule bisa berbicara bahasa Sunda yang sebenarnya di tempat asalnya sendiri sudah mulai punah.

Tidak banyak remaja dan generasi muda yang saat ini masih menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari. Kedua karena Mang Theo sekarang tinggal di Belanda. Dan mungkin hanya sebagian kecil atau nyaris tidak banyak orang Belanda yang menguasai bahasa Sunda dan Indonesia sebagus dia.

Adapun orang Indonesia sendiri tentu masih ada beberapa di Belanda yang menguasai Bahasa Sunda. Pada kesempatan sebelumnya, Mang Theo menceritakan tentang mencari Belut atau Ngurek Belut bersama Uus, kawan karibnya waktu kecil.

Untuk perbincangan kali ini Mang Theo menuturkan tentang berburu Kampret binatang malam dan memakannya. Dari mengkonsumsi Kelelawar atau Kampret itu, Mang Theo sampai menduga bahwa dirinya mungkin sudah kebal Virus Corona, yang menurut sejarahnya ditularkan oleh Kelelawar.

Selanjutnya dalam perbincangan di atas perahu Giethoorn itu, Pak Theo juga menyampaikan kabar tentang dua kakak perempuan dan satu adik perempuan yang juga sudah tingga di Belanda.

Hal lain yang juga disampaikan dalah percakapan ini adalah kenangan dua kali kembali ke Paragajen setelah Mang Theo tinggal di Belanda. Tahun 1985 dan tahun 2010. Dia pelihat banyak perubahan dalam dua kunjungan itu. Kunjungan pertama, masih ada jejak Cisarua Bogor seperti 22 tahun sebelumnya. Namun ketika kembali 2010, sudah banyak yang berubah. Pada episode Bagian 3. Mang Theo akan menceritakan pengalamannya disunat.