Amankan Koper di Kereta Api Eropa

Posted on Updated on

Eka Tanjung dari Serbalanda Tour sering mendengar kabar, kawan-kawan Indonesia kehilangan koper atau tas saat dalam perjalanan kereta api. Cegah dengan Kunci Kabel dan Label!

Label Tas, Anti Copet. Tidak ada uang di tas ini.
Label berbahasa negara mayoritas copet di Eropa. Rumania dan Bulgaria.
Artinya: Tidak ada uang di tas ini

Kehilangan koper saat perjalanan sangatlah mengganggu. Semurah apapun isinya barang-barang yang dibutuhkan selama perjalanan wisata. Supirsantun mendengar kabar dari para korban langsung. Mereka kehilangan koper atau tas di kereta api: ICE, Belanda- Jerman. Thalys, Amsterdam – Brussel – Paris, maupun Eurostar, Amsterdam – Brussel – London UK.

Di kereta api cepat antar negara itu, tampaknya banyak pencuri yang gentayangan menyasar barang-barang milik penumpang. Biasanya barang milik orang-orang Asia. Entah mengapa. Mungkin karena barangnya bagus-bagus dan branded alias bermerek.

Logika maling:

“Di dalam tas branded, berisi barang dan uang besar. Di dalam tas biasa, isinya pun biasa.”

Selain di kereta api, pencuri yang konon berasal dari negara-negara Eropa Timur, seperti Rumania dan Bulgaria itu juga beraksi di stasion kereta api.
Dari penuturan kawan-kawan Indonesia yang mengalami kecurian di stasion kereta api Brussel, Paris Gare du Nord, Amsterdam, Cologne, Berlin, Milan. Pencuri itu seakan sudah punya jadwal jam pemberangkatan maupun kedatangan kereta api antar negara.

Supirsantun melihat Kunci Kabel dan Label ini bisa mengurangi penurunkan drastis koper diambil orang. Ruang atau rak penyimpanan koper di kereta api tidak dekat dengan kursi pemilik, sehingga kita tidak selalu bisa mengawasi, ketika koper ada yang mengambil atau memindahkan sekalipun.

Agar koper tidak berubah posisi atau berpindahtangan saat kita berperjalanan, sebaiknya diikat dengan kunci kabel. Seperti terlihat di gambar bawah ini.

Mengapa Gembok?

Sebab koper yang diikatkan ke tiang atau satu dengan yang lain, membuat si pencuri akan menghindar dan menyasar ke koper yang lebih gampang. Pencuri atau pencopet di Eropa biasanya mereka tidak bersenjata pisau atau tang besi. Sebab barang itu bisa menjadikan barang bukti yang sangat memberatkan ketika tertangkap. Angka statistik menunjukkan bahwa para copet tidak membawa senjata atau alat.

Kecepatan dan Ketrampilan
Pencopet lebih mengandalkan kecepatan dan ketrampilan dalam beroperasi. Tentu saja pengalihan perhatian sang sasaran. Kalau di kereta atau stasion, biasanya penumpang sibuk memikirkan hal-hal selain koper atau bagasi.

Ketika mendapati koper diikat dan bersambung, dan tas ransel atau tas pinggang juga tersambung tiang, maka dia akan mencari sasaran lain. Copet berfikir: “Waah pemilik ini sudah sangat well prepared. Dia tahu keberadaan kami kaum copet di sekitarnya. Ya sudah kita mencari orang yang polos dan tidak fokus saja.”

Supirsantun hanya sekedar memberikan saran. Dua-duanya sudah kami coba, dan sejauh ini koper kami aman. Walaupun gembok tidak bisa dikatakan sebagai penyelamat koper-koper kami selama ini. Tapi minimal kami tidak menjadi jengkel, marah dan sedih karena koper disikat maling.

Gembok-gembok sederhana ini harganya sekitar €3 atau sekitar Rp. 50 ribu. Jadi kalau perbandingan harga dan manfaatkan, seharunya bukan halangan untuk menyiapkan satu atau dua dalam tas kita, saat berperjalanan kereta atau bus. Semoga bermanfaat!

Tautan lain menarik:

Jika kawan ingin berkirim pesan Whatsapp, silakan Klik Kirim WA ke Serbalanda.