Ke Eropa Bulan Ramadan

Posted on Updated on

Berlibur di Eropa pada bulan Ramadan menjadi pengalaman yang menarik. Ramadan 2018 ini kemungkinan mulai tanggal 17 Mei dan berakhir 15 atau 16 Juni 2018. Berpuasa musim panas di Belanda lebih panjang daripada di Indonesia. Jika memilih untuk tetap berpuasa. Apa saja yang harus disiapkan?

Pada bulan Mei dan Juni matahari cepat terbit dan lama tenggelam. Akibatnya Imsak sekitar pukul 04:00 pagi dan Magrib pukul 21:50 malam.
Jika kawan berpuasa di Eropa, akan merasakan suasananya. Waktunya yang panjang dan kehidupan yang tidak beda ubahnya hari-hari lain.

Berpuasa dengan durasi sekitar 18 jam ini jelas berbeda dengan Indonesia yang terletak di Garis Khatulistiwa. Di Indonesia durasi puasa setiap tahun hampir sama antara 13 – 14 jam. Selain itu perbedaan mencolok antara puasa di Indonesia dengan di Belanda adalah kehidupan masyarakatnya.

Masyarakat
Di Belanda, kehidupan sosial bermasyarakat, secara umum tidak banyak berubah, biasa saja seperti hari-hari sebelumnya. Di jalanan masih tetap ramai. Di tempat-tempat umum tidak terasa suasana bulan puasa. Kedai kopi dan makanan buka sepanjang hari tanpa memperhitungkan puasa. Pertokoan menjual barang yang mereka biasa jajakan.

Wilayah Migran
Namun bila kita perhatikan lebih cermat dan masuk lebih dalam ke tempat dan lokasi yang mayoritas penduduknya migran dari negara muslim, akan terasa beda. Di perkampungan muslim Maroko dan Turki di Amsterdam, Utrecht, Den Haag, Rotterdam terrasa suasana Ramadan. Mesjid menawarkan acara buka bersama.

2015-06-20 22.01.44 Tajil
Tajil untuk Iftar di Mesjid Utrecht

Makan Gratis
Tidak jarang pula mesjid dan musollah di Belanda ‘membuka pintu’ bagi warga non-muslim untuk berbuka bersama. Undangan itu merupakan anjuran dari pemerintah Belanda dengan tujuan untuk saling mengenalkan warga dari berbagai budaya dan agama.

Di saat bulan Ramadan, pertokoan menjual barang kebutuhan Tajil atau buka puasa. Korma dari berbagai bentuk dan harga terpampang di dekat kasa. Buah-buahan segar seperti Semangka dan Melon bertumpukan di keranjang dan peti. Semua tersaji di trotoar depan toko migran.

Satu Juta
Di Belanda ini terdapat sekitar 1 juta penduduk berlatarbelakang muslim. Dari jumlah total penduduk sekitar 17 juta jiwa. Walau demikian, Ramadan di Belanda tidak banyak mendapat perhatian dari publik maupun pemerintah. Dan masih cukup banyak penduduk di sini yang tidak bisa membayangkan, orang mampu dan mau menahan lapar dan dahaga selama 19 jam.

Eka Tanjung yang sudah sejak 30 tahun di Belanda, setiap tahun selalu saja mendapat pertanyaan dari orang Belanda: mengapa mau berlapar dan berhaus lama-lama?

Penjelasan yang paling mujarab dan masuk akal dan nalar orang Belanda secara umum adalah: puasa itu menjalankan perintah God agar solider kepada kaum miskin di negara lain yang tidak bisa makan setiap hari. Uang yang tersisih dari puasa, kami sumbangkan kepada kaum miskin.

Belanda Derma
Dengan penjelasan ini orang Belanda yang secara umum, sudah tidak menjalankan ibadah agamanya, bisa paham. Karena pada hakikatnya Belanda adalah masyarakat derma, yang rajin menyumbang kalau ada musibah di belahan lain dunia. Ketika tsunami, Gempa di Yogja, Gempa di Haiti dll. Selalu saja ada aksi nasional galang dana di Belanda.

Tetangga sebelah kami adalah orang Belanda. Dia juga pernah menanyakan tentang puasa pada kami. Dengan penjelasan itu mereka bisa faham.

“Ooo pantesan, kok kami mendengar suara-suara panci dari rumahmu pada pukul tiga pagi. Dan saya heran mengapa jam segitu masih bangun dan muncul aroma sedap,” kata Jaap si tetangga.

Tanpa Teriakan
Tidak heran jika dia, kemarin juga mendengarkan suara dan mengendus aroma itu dari rumah kami. Makan sahur pada hari pertama Ramadhan di rumah kami di Almere, berlangsung biasa saja. Seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tidak terdengar suara panggilan dari speaker masjid ataupun teriakan bapak jaga ronda. Hanya suara istri yang membangunkan, lalu ke kamar sebelah memanggil putra sulung kami berusia 16 tahun. Aslam ingin sekali berpuasa seperti tahun lalu. Dia sudah memutuskan sendiri tanpa paksaan untuk berpuasa penuh.

Puasa tahun lalu juga sama panjangnya dengan tahun ini sekitar 19 jam, barang kali berbeda hanya beberapa menit. Masyarakat Indonesia di Belanda tahun ini mulai melangsungkan ibadah puasa pada hari yang sama 17 Mei 2018. Dengan demikian kemungkinannya Idul Fitri pun jatuh pada hari yang sama. Eka Tanjung yang awam ini menduga barangkali Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 15 atau 16 Juni 2018.

Hawa Nafsu
Kami berharap bisa memetik manfaat dari berlatih menahan diri dan hawa nafsu di bulan Ramadan. Hasilnya semoga bisa berguna bagi orang-orang sekeliling baik yang muslim maupun non-muslim.

Kepada kawan yang menunaikan ibadah di bulan Ramadan ini semoga lancar dan tidak menghadapi banyak masalah ngantuk di tempat kerja atau bangku sekolah. Semoga kita dibersihkan dari dosa-dosa. Mohon maaf lahir bathin, selamat berpuasa!

Oh ya hampir lupa Serbalanda juga punya tips menarik tentang wisata Belanda lho:

 

Advertisements