Paris oh Paris: Judi Bola-bola

Posted on Updated on

JudiBola_Paris.jpg.png
Ini adalah jebakan!

Paris tidak lagi seromantis dahulu. Jika wisatawan tidak waspada, maka harapan indah bisa menjelma jadi nightmare. Di balik kemegahan: Menara Eiffel, Arc de Triomphe, Place de la Concorde, Musée de Louvre, Notre Dame du Paris, Montmartre dll, terdapat ribuan tangan yang ingin memanfaatkan uang dari kantong wisatawan.
Selain Penipu di Mesin Tiket, ada juga sindikat Judi Bola-bola. Jangan sampai terjebak!!


Kontras
Eka Tanjung dari Serbalanda, mendapati oleh-oleh kisah pedih yang dituturkan tiga kawan yang ketipu Judi Bola-bola di Paris. Mereka ini berangkat dari Amsterdam Centraal menuju ke Gare du Nord Paris, naik kereta api.  Setelah sehari sebelumnya menikmati tour tiga tempat dengan aman dan nyaman ke: Giethoorn, Zaanse Schans dan Volendam bersama Serbalanda.

Terkejut
Belum dua hari tiga kawan ini menikmati indahnya tiga tempat di Belanda, harus mengalami hal-hal menjengkelkan di ibukota Prancis. Baru tiba di Gare du Nord sudah ketipu oleh Penipu di Mesin Tiket. Diminta menyerahkan 100 euro untuk 4 karcis balita senilai € 1,- Sampai di metro ditegor kondektur dan diturunkan di stasiun terdekat.

Paris_Louis_Vuitton

Sialnya seperti beruntun. Setibanya di stasiun mereka menelurusi tangga, dengan koper bawaan naik ke atas, sambil meratapi nasib ketipu 99 euro.

Di sekitar setasion metro, mereka mendapati kerumunan massa sedang bermain bola-bola di atas kardus. Mereka tergiur oleh gampangnya penebak mendapatkan dua kali lipat uang yang dipasangnya.

Saksikan contoh penipuan yang menimpa seorang wanita Asia.

Note: Tanpa disadari sejatinya orang-orang yang nebak dan menang terus itu adalah satu geng atau gerombolan penipu. Yang ingin memancing betapa mudahnya dapat uang.

Dengan pemikiran polos, dua wanita dan satu pria asal Indonesia ini, terpancing pula ikutan main nebak Bola-bola. Mereka beranggapan bahwa mungkin dengan sekali pasang €100, bisa kembali €200. Sehingga, kehilangan 99 euro di Stasion Gare du Nord tadi bisa terkompensasi di sini.

Eh tampaknya mereka sudah jatuh malah tertimpa tangga pula.

Dengan perasaan yakin sudah mempelajari dan mencermati bola di balik tempurung, mereka memasang 2 lembaran uang kertas € 50,- Dan ternyata tebakan mereka keliru. Pilihan mereka salah. Melayang sudah uang €199,-  dalam hitungan satu jam saja.

Belum lagi pengalaman hampir dicopet di dekat Menara Eiffel beberapa jam kemudian. Akhirnya dengan perasaan sedih, jengkel, lelah mereka menelpon Eka Tanjung untuk dicarikan penginapan di kawan Serbalanda.

Untung di salah satu kawan di Almere masih ada kamar yang kosong untuk ber-3. Menggayuh sepeda ke penginapan bos Serbalanda menuju ke tamu yang sedang bersedih. Berbincang malam hari ditemani secangkir teh dan kue Stroopwafel, ketiganya merasa aman dan tenang kembali.

Persiapan Matang
Berhati-hatilah kawan jika menemukan sebuah kejanggalan selama Anda dalam perjalanan wisata. Salah seorang kawan lain, Serbalanda memberikan masukan yang berguna sehubungan dengan ancaman copet dan modus lain untuk memindahtanggankan uang anda ke kantong dia. Dia melakukan persiapan yang sangat matang sebelum explore Paris.

Susi:
“Kalo saya sih aman nyaman aja solo travelling di Paris. Entah karena pede atau kerena tampang kere.  Tapi yang jelas sebelum berangkat harus rajin baca-baca modus2 penipuan yangg biasa terjadi. Dan pinter-pinter “baca gelagat orang”.”

Susi pun memberi contoh kasus yang dialaminya dan kiat menangkis:

“Contoh di Gare du Nord banyak remaja yg minta tandatangan dan ngejar-ngejar. Karena aku sebelumnya udah pernah baca, langsung tunjuk aja ke si Gipsy “stop! I know what you will do” atau gerombolan Nigeria di Basilique du Sacré-Cœur yg pasang-pasang gelang.  Langsung ngomong aja “Stop I know ur trick”  sambil kabur gitu, dan mereka juga langsung ketawa tiap saya omong gitu.”

Advertisements