Paris oh Paris: Penipu di Mesin Tiket

Posted on Updated on

Paris_JalananNama Paris awalnya lengket dengan wisata Eropa. Dulu, kalau ke Eropa tidak syah sebelum sampai kota romantis di pinggir sungai Seine itu. Tapi belakangan ini nama Paris makin cemar. Serbalanda kerap menerima kabar buruk dari kawan-kawan Indonesia sekembali dari Paris. Tampaknya ada berbagai modus kejahatan yang menyasar pada para wisatawan. Eka Tanjung dari Serbalanda mencoba menggali, apa saya penyimpangan di ibukota Prancis itu.

Sudah banyak cerita dan kisah sedih yang datang dari Paris. Ada kawan Indonesia yang kehilangan Paspor, ada yang kecopetan HP, ada yang ditipu, ada yang kejebak “Judi Bola-Bola” ada yang diganggu penjaja souvenirs. Berikut ini beberapa keluhan kawan Indonesia yang pernah ke Paris dengan menggunakan kendaraan umum.

“Saya kecewa berat sama Paris. Mengapa polisi membiarkan kejahatan di depan mata?” 
“Saya kapok dengan Paris. Tidak mau lagi ke sana.”
” Saya lebih milih ke Giethoorn daripada ke Paris, sumpah.” 
“Saya hampir kecopetan HP. Untung saya masih lihat dan kejar tuh orang.” 
“Liburan kami berantakan, gara-gara Paspor hilang kecopetan.” 

Intinya ada beberapa hal yang membikin Paris kurang nyaman. Banyaknya warga pendatang yang berkeliaran di tempat-tempat keramaian dan transportasi umum. Seperti Stasion Gare du Nord, di sekitar Menara Eiffel, di Sacrecour, di Stasion Metro, di dekat Museum Monalisa Louvre dan dekat hotel.

Sejatinya kalau saja para kawan menyaksikan program TV Belanda itu maka, kemungkinannya akan sangat waspada sebelum ke Paris.

Serbalanda yang sudah 30 tahun berdomisili di Belanda, menemukan berbagai peringatan dari media maupun dinas pariwisata tentang pelanggaran yang terjadi di tempat-tempat wisata seluruh kota-kota besar dunia.  Termasuk peringatan modus kejahatan yang terjadi di Paris. Pembuat program investigasi Kees van der Spek, jurnalis yang juga membuat video pungli aparat Polisi di Bali.

Awas_Copet_02

Beli Tiket Metro
Para penipu sudah mengintai di sekitar mesin penjualan ticket metro. Ketika kawan bingung karena tidak familiar dengan bahasa Prancis. Maka dua atau seorang akan mendekati Anda. Dengan dalih ingin membantu. Seperti tampak pada video yang diperagakan Kees van der Spek sebagai korban.

Ketika Kees kesulitan memahami kinerja pembelian ticket, maka penipu akan mengatakan bahwa ticketnya seharga € 22,-  dan saat Kees memasukkan kartu ATM untuk membayar, si pelaku menyebut bahwa kartu ATM tidak berlaku.
Namun dengan baik hati sang pelaku menawarkan kartu ATM nya untuk membeli karcis. Ketika itu pelaku sebenarnya mengcancel pembelian ticket. Dan berpura-pura memasukkan ATM nya ke dalam mulut alat pembayaran.

Lalu dengan cekatan mengambil karcis yang sebenarnya sudah dia siapkan. Yaitu karcis untuk perjalanan ‘baby’ seharga 0,5 euro. Jadi Kees van der Spek membayar pemuda itu 20 euro untuk karcis seharga 0,5 euro. Penipu meraup untung sekitar € 19,-.
Dengan tiket baby di tangan, maka kita akan berresiko mendapat tilang dan harus bayar denda. Entah berapa puluh euro lagi harus keluar.

Ketika Kees kembali ke lokasi TKP, tampak disana banyak aparat kepolisian yang sedang melakukan razia. Salah seorang aparat menyatakan bahwa hari itu sudah menjaring 50 pelaku. Tapi ditambahkannya, itu adalah praktik sindikat kejahatan yang sudah terorganisir.

Jadi mohon berhati-hati jika ingin membeli tiket metro di stasion-stasion Paris. Hindari pembelian di alat jika tidak yakin. Dan pilihlah membeli di loket saja yang ada penjualnya. Aparat keamanan di Paris juga mengingatkan agar membawa tas di depan badan kita, jangan di punggung!


Tulisan ini mendapat berbagai tanggapan :
Edi yang pernah kena tipu:

“Saya pernaaaaaah 😢 dibeli tiket maunya buat 24jam dikasi tiket sekali jalan reduce fare, untung gak ketangkep.”  Dia sekaligus memberi saran: “Jangan pernah minta tolong sama orang yg disitu, karena bahkan petugas pun bilang tidak ada tim mereka yg standby di dekat mesin penjual tiket.”

Rizki punya pengalaman juga:

“Paris, Awas copet ya. Kemaren naik kereta dikuntit ma 2 orang di pepet-pepet untung pada waspada amsiong tu copet”

Rudy hampir kehilangan HP:

“Wah, aku jalan dengan tiga teman di Paris, hampir kehilangan HP, oom Eka. Waktu naik metro, HP diambil dari kantongku, saya nengok tiba-tiba orangnya sudah turun. Langsung saya kejar dan saya rebut kembali. Akhirnya naik metro berikutnya, untuk gabung lagi dengan kawan-kawan.”

Saran dari Retno:

“Untuk beli karcis metro, RER, kereta biasa di Paris ataupun dikota lain di France disini beli tiket melalui mesin tersebut.. setahuku tidak bisa beli langsung ke petugas loket. Jadi kalau mau beli tiket melalui mesin kalau kurang tau gimana caranya langsung tanya ke petugas kereta di ruang informasi.. nanti petugas bantu kita beli tiket di mesin.. kl ada orang lain yg mau bantu beli tiket langsung ditolak aja.. lebih percaya ke petugas itu.. Di paris emang banyak copet mereka ngincer orang turis.. jadi hrs hati2.. kalau bisa pakai tas serong jgn tas gendong.. semoga bermanfaat.”

Advertisements