Keluhan Layanan Kereta Api Belanda

Posted on Updated on

Stasiun Rotterdam 2015-03-11 18.58.51NS, Jawatan kereta api Belanda, serius menampung dan menanggapi keluhan konsumen. Keluhan wisatawan Indonesia yang mendapat perlakuan tidak baik ketika berkereta di Belanda, direspon. Kalau kawan punya keluhan juga, sampaikan kepada kami.

Serbalanda mendapat banyak keluhan dan pengaduan tentang sistem OV (Public Transport) di Belanda. Sistem yang men-charge maksimal (€ 20) dari kartu OV ketika tag-in sebelum naik kereta api. Uang itu akan dikembalikan ke saldo kartu OV ketika kita tag-out.  NOTE: Tag-In = Check-In  Tag-Out=Check-Out
Tanya Jawab Angkutan Umum Belanda

Tag-Out inilah yang sering kali kawan-kawan lupakan. Akibatnya perjalanan jadi sangat mahal. One-way dari Amsterdam CS ke Amsterdam Amstel yang sejatinya hanya € 2,20 jadi dicharged € 20! Gile hampir 10 kali lipat.

Maka itu jangan lupa untuk tag-out kalau keluar kereta atau station.

Hal ini dialami Melati, teman Serbalanda yang pulsa kartu OV nya yang berisi pulsa € 40, yang habis dalam dua kali perjalanan. Padahal seharusnya hanya 2 x 2,2 euro = € 4,40.
Tapi € 40 melayang, dia dirugikan € 35,60. Melati liburan berdua bersama suami dan memilih naik kereta karena dianggap nyaman dan aman.

Schermafdruk 2016-06-09 15.10.03

Tapi yang terjadi malah sebaliknya, bukan saja kerugian materi € 70 berdua, tapi lebih luka bathin. Sebab pada hari pulang ke Indonesia lewat Airport Schiphol, dia naik kereta. Dia tidak bisa menyadari bahwa OV nya sudah kosong. Dimakan oleh charged maksimal karena lupa tag-out.

shocked
Saat kereta mendekati Schiphol hampir sampai stasiun terakhir, kondektur berkepala pelontos menjalankan tugasnya memeriksa karcis dan kartu OV dengan alat canggihnya.

Karena melihat angka € 0,00 di OV si Melati, bapak kondektur tampak not amused  dan menegur di Melati dan suaminya. Keduanya dianggap penumpang gelap dan memaksa pembayaran denda € 50  dengan mengancam kalau tidak akan diperjarakan. Merasa takut tapi sekaligus tidak bersalah Melati menolak membayar denda sebesar itu.

Akhirnya dengan nego, pembayaran menjadi €40 berdua. Ditanya soal kwitansi, ternyata si kondektor tidak memberikan bukti pembayaran karcis on the spot itu.

Dipenjarakan
Tambah dua lagi pengalaman buruk Melati dan suami pada siang itu. Sebab dia sudah dituduh melanggar aturan, lalu diancam-ancam akan dipenjarakan, dan juga didenda € 40 untuk harga karcis.

Pengalaman ini mencemari kesan enak beberapa hari di Belanda. Yang tadinya nyaman dan menyenangkan menjadi hambar atau asam di ujung. Mendengar cerita ini dan juga pengalaman lain soal tag-in dan tag-out yang membingungkan di stasiun Duivendrecht dll, mendorong Eka Tanjung untuk mengisi formulir keluhan ke NS secara online.

Ditelepon
Seperti bisa diduga, NS dikenal proaktif dalam menangani keluhan, akhirnya jawaban pun datang. Pagi ini penulis mendapat telepon langsung dari pihak Costumers Service dan mereka meminta data lokasi, waktu dan orang secara detil. NS berjanji akan mengusut secara tuntas dan menemukan kondektur botak yang bersikap tidak ramah itu. Ibu dari NS di seberang telepon terkesan serius dan menyayangkan ada wisatawan yang mengalami perlakuan tidak layak.

Penulis sejatinya sebelumnya sudah beberapa kali melakukan pengaduan kepada NS, Connexion dan perusahaan public transport lainnya. Sebab sejak diberlakukan kartu OV, kami sebagai konsumen banyak dirugikan dan dikekang. Diwajibkan untuk mencari tag-in tag-out, padahal alat tidak selalu berjalan dengan baik. Kalau salah-salah, saldo bisa dimakan abis.

Keluhan biasanya berdasar, karena kerap kali pulsa OV kami dipotong tanpa ada alasan yang jelas. Rekam jejak itu bisa dilihat kalau kita mendaftarkan kartu secara online. Penulis yakin, kawan-kawan Indonesia di Belanda ini pernah dirugikan sejak adanya sistem kartu OV menggantikan Strippenkaart dan Karcis Kereta.

Pernahkan kawan merasa, saldo di kartu OV cepat habis??

Itu pertanda sesuatu terjadi dengan tag-in atau tag-out. Lewat tulisan ini kami mengimbau kawan-kawan yang pernah punya pengalaman negatif tentang kartu OV atau pelayanan petugas kereta, bus, tram atau yang lainnya agar menyampaikan kepada kami. Customer berhak mendapat pelayanan dan perlakuan  baik, sebab mereka yang memberi gaji kondektur, masisnis dan penjual karcis di belakang loket itu.

Mumpung penulis sedang menggarap kasus yang merugikan kita. Sekalian kita sampaikan. Setiap tambahan fakta bisa membantu NS memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan. Kami tunggu!

Advertisements