Sejarah Sint Maarten di Belanda

Posted on Updated on


Tiap11 November Belanda memperingati hari Sint Maarten atau Santo Martin. Walaupun sekarang hanya menjadi ajang anak-anak mendapatkan candies dari rumah-ke-rumah. Sejarahnya dari agama Katolik Roma.

Anak-anak berramai-ramai berjalan memegang lentera mengetuk pintu ke pintu menyanyikan lagu Santo Martin, sebenarnya berasal dari legenda Kristen.

Martin lahir pada 316 di Hungaria, putra  perwira tentara Romawi. Pada usia lima belas tahun ia bergabung dengan tentara Romawi. Dari masa menjadi serdadu itulah konon muncul cerita bahwa Martin bertemu dengan seorang pengemis yang sedang menggigil kedinginan di Gerbang Amiens Perancis.

Melihat penderitaan pengemis itu, sang serdadu sontak saja mengunus pedang tajamnya dan menyobek jubahnya sendiri menjadi dua lembar. Sepotong dia berikan kepada pengemis. Konon peristiwa itu diabadikan dalam berbagai lukisan, misalnya pelukis Rubens.

Setelah Martin terpilih menjadi Uskup Tours pada 372 namanya makin terkenal dan mendirikan berbagai biara di Perancis sampai meninggalnya 397.

Sejak cerita “Jubah Disobek Dua” itu nama Santo Martin melegenda dari mulut ke mulut ke seluruh penjuru Eropa. Banyak gereja katolik menyandang namanya. Kebaikannya diulang dari generasi ke generasi.

Gereja Martini di Groningen

Di Belanda, beberapa gereja tertua didedikasikan padanya contohnya Gereja Martini di Groningen dan Gereja Dom di Utrecht. Juga kota-kota yang menyandang namanya:  Maartensdijk (Utrecht), St. Maartensdijk (Zeeland) dan St. Maartensbrug (Belanda Utara).

Sint Martin dinobatkan sebagai santo pelindung wisatawan dan pedagang asongan, orang miskin, pengemis, junki, gembala, petani, anak-anak dan bahkan ternak.

Advertisements