Kirim Uang Paling Murah ke Indonesia

Posted on Updated on

2015-06-09 01.50.47Jelang Ramadan dan Idul Fitri, arus pengiriman uang dari luar negeri termasuk dari Belanda ke Indonesia makin deras. Banyak warga Indonesia yang mengirim uang ke sanak keluarga. Mereka mencari jasa pengiriman paling murah untuk memindahkan uang hasil peras keringat ke kampung halaman.Eka Tanjung dari Serbalanda kerap menerima pertanyaan dari kawan-kawan Indonesia di Belanda soal pengiriman uang ke Indonesia. Kirim euro ke Indonesia dengan nilai tukar yang bagus, aman dan cepat? Adakah cara lain yang lebih murah selain transfer bank atau Western Union? Ada:

1. Cara termurah mengirim uang ke Indonesia adalah titip teman yang kebetulan ‘menawarkan jasa’ mengantar amplop ke tempat tujuan. Lembaran euro sampai ke tangan kerabat dan bisa ditukar ke Money Changer dengan hasil maksimal.

Kendala Macet
Walaupun nitip temen bisa menguntungkan secara keutuhan, namun perlu disadari cara ini bukan tanpa resiko. Pertama resiko waktu, jika sang kawan yang baik hati ini tidak langsung mengantar ke tempat tujuan. Dengan alasan berhalangan masih lelah, atau karena masih ingin kangen-kangenan dulu dengan saudara sendiri. Karena kondisi lalu lintas macet, sehingga uang baru sepekan kemudian mendarat ke tangan penerima.

Kendala Hilang

Risiko lain “nitip” teman adalah uang tercecer di jalan. Entah karena amplopnya jatuh atau tercecer di jalan atau tidak sengaja terbelanjakan oleh sang kawan. Kalau sudah hilang begitu, sulit untuk membuktikannya. Uang hilang pertemanan melayang. Bete kan?!

Perhitungkan pula bahwa membawa uang cash masuk Indonesia ada batas maksimalnya. |Batas Maksimal Bawa Duit Masuk Indonesia.|

2. Alternatif lain adalah kirim lewat temannya teman yang jelas terpercaya. Seperti yang Eka Tanjung pernah tulis di situs Radio Nederland (2010). Melihat pengalaman Budi, si pemilik bisnis jasa pengirim uang ke Indonesia yang murah. Tarifnya hanya € 6 sekali kirim.

Jelang Idul Fitri, arus pengiriman uang dari luar negeri termasuk dari Belanda ke Indonesia makin deras. Banyak warga Indonesia yang mengirim uang ke sanak keluarga. Mereka mencari jasa pengiriman paling murah untuk memindahkan uang hasil peras keringat ke kampung halaman.

Budi
Celah bisnis ini yang disadari Budi, pria Indonesia yang berdomisili di Belanda sejak 2004. Budi menjalankan bisnis pengiriman uang ke Indonesia ini sejak sepuluh tahun silam. Caranya dengan mengirimkan uang bersama-sama ke Indonesia.

“Sekali kirim, bank minta fee sekitar € 15. Mengapa tidak kita kumpulkan dulu uangnya, lalu dikirim rame-rame? Kan lebih murah.” 

Bank Mahal
Awalnya dia hanya membantu mengirimkan untuk lima sampai enam orang saja per bulan. Berkat iklan dari mulut ke mulut, akhirnya permintaan semakin banyak. Dan sekarang sekitar 25 orang yang rutin mengirim uang lewat Budi.

“Mulanya hanya iseng saja, karena saya sendiri juga harus rutin kirim uang ke Indonesia. Tapi kok lewat bank, ongkos pengirimannya lumayan tinggi,” kata Budi kepada Eka Tanjung.

Kepercayaan
Sekarang pria dua anak itu menerapkan tarif € 6 sekali kirim. “Peminatnya sekarang semakin banyak. Karena faktor kepercayaan.” Pengguna jasa pengiriman Budi adalah orang-orang Indonesia yang rutin mengirimkan uang ke Indonesia. “Alhamdulillah, kebanyakan puas. Selama ini 95 persen pengiriman sampai ke rekening tujuan dalam dua atau tiga hari.”

Budi memang tidak omong kosong. Eka Tanjung sudah beberapa kali mengirim uang ke kampung untuk kebutuhan berobat orang tua. Tanpa ada masalah uang cepat sampai di tempat tujuan. Sejak awal pengiriman di Belanda, Budi sudah memaparkan jumlah uang yang akan diterima di Indonesia. Dan jumlah yang dia janjikan sampai dengan selamat. Sudah beberapa kali.

3. Sejak sekitar tahun 2014 lalu, di Belanda sudah hadir jasa pengiriman uang ke Indonesia dan sebaliknya pengiriman dari Indonesia ke Belanda. Euro ke Rupiah dan Rupiah ke Euro. Jasa ini dikelola oleh BNI Belanda dan Surichange. Mengenai caranya, Eka Tanjung masih belum punya pengalaman.

Untuk info lebih jauh bisa mengirimkan pesan ke penulis atau email ke:

eka_tanjung_2017_kontak

Links menarik:

Advertisements