“Jakarta Kota Paling TIDAK Aman se Asia”

Posted on Updated on

“Jakarta kota paling TIDAK aman di Asia.” Moksud loo?

Jakarta Paling Bawah
Jakarta Paling Bawah

Itu kesimpulan peneliti media The Economist’s Intelligence Unit (EIU). Mereka menyandarkan kesimpulan dari berbagai aspek keamanan seperti:  lalu lintas, kejahatan, ancaman teroris dan keamanan digital.

Kalau Jakarta adalah kota paling mengerikan di Asia, lalu kota mana yang paling aman?

Tokyo Jepang dinilai sebagai kota paling aman se Asia, eh.. bahkan se dunia. Ini kurang asem tingkat dewa. Kemarin jutaan manusia yang menyemut di Jakarta pulang kembali ke rumah dengan selamat kok, ini dipandang sebagai mengerikan!

Kalau ada pemerkosaan oleh aparat bandara terhadap turis itu insiden aja. Kan itu oknum. Ada polisi mintak uang, itu kan insiden oleh oknum juga. Kita Indonesia ini negeri yang ramah dan sopan kepada semua pendatang. Kemarin ada pengungsi Rohingya yang terkatung-katung di laut, kita tampung. Mosok, kita menolong dianggap menakutkan?

Kalau tidak aman, mana mungkin ada ratusan orang sampai tidak makan berhari-hari ingin masuk ke negeri kita? Memang sih mereka ingin ke Aceh. Barangkali Rohingya yang kesusahan itu sudah tahu dan sengaja menghindari Jakarta. Bisa jadi..

Tapi okelah, kita akan memulai dengan memberikan rasa aman kepada semua orang. Mari kita mulai dengan memberi rasa aman kepada para tetangga samping kanan dan kiri.

Sudahkah Anda menyapa tetangga hari ini? Apa kabar pak? Selamat pagi ibu? Ada yang bisa dibantu? Kalau itu terbiasa dengan tetangga maka dengan orang asing juga menjadi lancar.

Semoga tahun depan, posisi kita tidak di paling bawah lagi! Siaaaal.
Singapura aja menduduki urutan kedua paling aman se Asia. Pantes aja, karena negaranya seuprit. Apakah kita juga ingin menjadi seuprit supaya aman? Oghaah. Mending mengerikan, yang penting buessaar!

“Safe Cities Index 2015” adalah index yang saat ini paling bikin sakit mata. Kurang semangat melihatnya. Jakarta ada di paling bawah. Memang sih posisi sudah di bawah air laut, tapi mbok jangan dikebawahkan terus di index juga!

Dan satu lagi yaaaa…
Itu .. itu di index Amsterdam, ibukota Belanda mosok teraman kedua di Eropa. Padahal aman itu sangat relatif. Kemarin saya ke Amsterdam merasa ketakutan dan gemeteran mencium aroma ganja yang semerbak di lorong-lorong kota itu… Saya sampai mau pingsan. Belum lagi rasa takut saya yang tiada berperi ketika melintasi gang-gang kecil .. yang kanan kirinya berisi perempuan yang mirip harimau .. siap menerkam.. orang yang lewat. Apa itu Aman!? Tidak ..lah.

Lalu bagaimana kita bisa nyalip dan menggeser posisi Amsterdam atau Tokyo tahun depan?
Konon kita harus: Menekan angka kejahatan.
(Gampang.. angkanya minta ke pak polisi supaya direduksi.)
Kendaraan berbahanbakar solar tidak boleh masuk kota dan kedaraan roda empat tidak boleh masuk pusat kota Tokyo.

(Ya udah, kita bisa berlakukan every day, car free day.)

Lho, nulis-nulis (bukan.. ngomong-ngomong) lha kota-kota besar yang kumuh seperti Shanghai, Sao Paulo, New Delhi, Mumbai dan Mexico City kok tidak berada di bawah Jakarta? Berarti ada yang gak beres pada index ini.

Susu Jadi Sirop
Wah index ini asem tenan! Sebab Indonesia justru sedang meningkatkan promosi pariwitasa dalam upaya meningkatkan masuknya wisatawan yang ingin membelanjakan uangnya di Indonesia. Kalau muncul laporan begini, bisa menyebabkan dampak yang kontra produktif. Gara-gara nila setetes rusak susu sebelanga ini namanya. Saya jadi bingung bagaimana memperbaikinya menjadi milk lagi? Atau kita namai saja mulai sekarang Siroop!

Advertisements