Pusat Bahasa Belanda Erasmus di Indonesia, Terancam Tutup

Posted on Updated on

Schermafbeelding 2015-04-09 om 22.30.27Medio 2015 ini pemerintah Belanda berencana mencabut subsidi bagi Pusat Bahasa Belanda, Erasmus (ETC) di Indonesia. Tampaknya penghematan juga mulai menyambar lembaga bahasa yang mengikat Indonesia dengan Belanda.

Kaget
Eka Tanjung kaget juga membaca berita ini karena sempat juga mengenyam pendidikan bahasa Belanda di lembaga Bahasa Belanda yang berlokasi di kantor Kedutaan Besar Belanda di Jalan Rasuna Said Kuningan Jakarta. Lembaga bahasa Belanda ini sudah berdiri sejak 1981 dan berjasa dalam memberi pengenalan Nederlands kepada puluhan ribu orang Indonesia.

Waduh bagaimana nantinya dengan pendidikan bahasa dan budaya Belanda di Indonesia? Apa yang melatarbelakangi keputusan ini, dan mengapa pemberhentian ini berlangsung ‘diam-diam’?

Schermafbeelding 2015-04-09 om 22.29.27

Penghematan
Eka Tanjung membaca subsidi € 300.000 atau sekitar Rp. 4M yang ditanggung bersama antara Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dihentikan Juli 2015. Untuk saat ini penulis tidak terlalu berkepentingan akan terus berlanjutnya Lembaga Bahasa Belanda ini. Toh sekarang sudah tidak perlu lagi belajar bahasa Belanda. Saya kan bisa belajar langsung di Belanda sendiri.

Tapi bagaimana dengan kawan lain dari Jurusan Bahasa Belanda di Universitas Indonesia atau orang Indonesia yang ingin belajar bahasa Belanda? Tampaknya untuk sekarang itu dinilai tidak penting lagi. Dan Lembaga Bahasa Erasmus diminta untuk menjajaki kemungkinan mencari sumber dananya sendiri.

Komersial
Dengan kata lain ETC akan menarik bayaran untuk kursus yang mereka berikan. Dampaknya maka kawan di Indonesia yang ingin kursus Bahasa Belanda di Erasmus harus mengeluarkan kocek lebih banyak dari sekarang.

Menanggapi rencana penutupan ini, ada yang berpendapat bahwa hubungan Indonesia dengan Belanda akan memburuk jika ETC ditutup. Bagaimana menurut kawan. Apa dampak dari penutupan Lembaga Bahasa Belanda, Erasmus ini?

Kalau menurut saya sih dengan penutupan ETC maka akan muncul ruang kosong yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lain. Sebaiknya dipakai apa ruangan itu? Bagaimana kalau dipakai jadi warung saja, tempat kawan-kawan menunggu visa kelar?

Schermafbeelding 2015-04-09 om 22.34.35

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s