Printer KBRI Sudah Sembuh

Posted on

Merah Putih
Merah Putih

Setelah terganjal kesibukan rutin akhirnya penulis bisa menuangkan kembali opini tentang kondisi kekinian soal printer di KBRI Den Haag. Akhir bulan Maret silam, printer khusus paspor di KBRI Den Haag sudah beroperasi kembali.

Tanpa disadari, semua pihak yang terlibat dalam diskusi tentang printer rusak, ikut membantu dalam proses pembelajaran dari berbagai lingkup kondisi. Eka Tanjung dalam kesempatan ini ingin menuangkan temuan dari kasus printer rusak di KBRI Den Haag. 

Penulis mendapat informasi dari Bapak Danang Waskito pejabat KBRI Den Haag bahwa pertemuan dengan beberapa WNI sudah berlangsung di KBRI Den Haag. Undangan pertemuan 25 Maret 2015 dengan warga Indonesia itu bertujuan untuk menampung aspirasinya mengenai pelayanan KBRI secara umum.

Penulis bisa menyimpulkan: KBRI sebagai perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri, dalam kinerjanya menjalankan kebijakan pihak lembaga pemberi tugas penugasnya di Jakarta. Termasuk dalam pengambilan keputusan mengenai pilihan printer dan pihak yang menangani service kerusakannya. Printer ini sangat khusus karena menyangkut kode dan standarisasi antar negara.

Printer yang ada di rumah-rumah, sebagus apapun itu tidak bisa menggantikan peran printer yang dipakai untuk paspor. Namun demikian pihak KBRI berjanji melanjutkan keluhan masyarakat Indonesia di Belanda bahwa fasilitas peralatan perwakilan Indonesia disesuaikan dengan intensitas kinerja peralatan itu. Printer di Den Haag lebih cepat rusak karena lebih banyak jam terbangnya dibanding printer di KBRI Belgia maupun di Jerman.

Namun demikian, pada kesempatan ini Eka Tanjung juga menemukan beberapa saran yang berguna bagi warga negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri khususnya di Belanda.

Mohon melapor ke KBRI jika sampai di Belanda, seperti tertera pada tulisan di situs berbagai KBRI.

Setiap Warganegara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri, wajib melakukan lapor diri ke Perwakilan Republik Indonesia di negara yang dituju. Lapor diri bertujuan disamping untuk mendata keberadaan para WNI di negara akreditasi, juga untuk dapat diberikannya bantuan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti hilangnya paspor atau travel document. Perwakilan Republik Indonesia tidak akan dapat memberikan bantuan atau melakukan penggantian paspor / travel document seketika, bila Perwakilan tidak mempunyai data diri yang bersangkutan. (sumber: KBRI)

Satu lagi masukan dari Serbalanda kepada kawan-kawan warga Indonesia di Belanda. Para pejabat dan pekerja di KBRI sekarang sudah banyak mengalami kemajuan. Pelayanannya jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka juga lebih terbuka dalam menerima saran maupun masukan.

Penulis ingin juga menekankan kepada semua pihak bahwa, walaupun kita sudah lama berdomisili di luar negeri, namun selama masih memegang paspor Indonesia maka kita memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Itu urutan pertama. Urutan berikutnya adalah hak dan kewajiban sebagai imigran di negara domisili. Kadang penulis menemukan urutan yang dibalik-balik. Info tentang hak dan kewajiban sebagai WNI bisa didapat di Indonesia.nl

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s