Menghadapi Banjir, Anak Harus Bisa Renang

Posted on Updated on

Alifa Mansini
Alifa Mansini

Melihat kondisi banjir yang sudah mulai sering melanda Tanah Air, kami makin semangat mengirimkan si bungsu untuk belajar renang. Fungsinya jadi ganda, untuk di Belanda dan Indonesia. Sebab salah satu olah raga yang pertama-tama diperkenalkan kepada anak-anak di Belanda adalah berenang. Ketika anak berusia lima tahun, sudah mulai les renang. Negeri yang terletak bawah permukaan air laut ini mengenal tahapan Diploma A, B dan C.

Sabtu 7 Februari 2015 lalu penulis mengantar Alifa Mansini, si bungsu menempuh ujian berenang. Undangan kami terima pekan lalu sebelumnya dari gurunya. Setelah Alifa mengikuti ujian percobaan atau di Belanda disebutnya “proef examen,” maka Sabtu berikutnya kami sekeluarga diperbolehkan untuk menyaksikan ujian “afzwemmen,” atau merampungkan renang.

Pekan lalu itu, ketika dikatakan ujian percobaan, sebenarnya Alifa sedang menjalani ujian yang sesungguhnya. Sekolah berenang di seluruh Belanda sengaja tidak menyebutkan haru ujian sebagai hari yang sangat menegangkan. Dikatakan kepada anak-anak bahwa pekan depan dia bisa mengikuti proef examen “ujian percobaan.” Padahal tanpa disadari, mereka sudah menjalankan ujian renang Diploma C.

Kalau dia dinyatakan lulus ujian itu maka anak mendapat lembaran khusus berisikan undang untuk afzwemmen. Pekan berikutnya dia bisa datang “ujian” dengan mengundang para sanak saudara untuk menyaksikan di sepanjang kolam renang. Anak-anak dengan bahagianya melakukan semua arahan gurunya. Mempertontonkan kemahirannya kepada kakak, kakek, nenek dan orang tua.

Diploma C
Jika anak mengantongi ijazah renang C maka dia sudah dikatakan renang tahap lanjut, dengan menguasai berbagai aspek.

Berpakaian Lengkap

  • Loncat ke air dengan cara koprol, disusul dengan watertrappen 15 detik, kemudian 30 detik mengapung dalam posisi badan tegap dengan memegang alat bantu. (lihat video 1)
  • Loncat ke air dengan cara meloncat, dilanjutkan dengan renang gaya Dada sepanjang 50 meter. 1 kali menyelam di bawah papan dan  1 kali memanjat dan melewati papan.
  • Berenang 50 meter gaya Punggung. Ujian berpakaian diakhiri dengan keluar secara mandiri dari air ke darat.

Video 1.
Berpakaian Renang

  • Loncat ke air dengan menyelam sepanjang 9 meter dan bertahan di bawah.
  • Berenang gaya Dada 100 meter, diselingi dengan 1 kali koprol ke depan dan 1 kali kaki vertikal ke udara, kepala ke dasar. Ditutup dengan gaya Punggung 100 meter.
  • Loncat ke air dengan menukik, langsung disusul dengan mengambang 5 detik, gaya dada beberapa meter kemudian 10 detik mengambang dengan dada.
  • Loncat ke air dari dinding kolam, disusul 5 detik mengambang di punggung, dilanjutkan dengan renang gaya punggung dan 20 detik mengambang di atas punggung. Diakhiri dengan renang gaya punggung hanya menggunakan tangan.
  • Meluncur dari dinding kolam, disusul Gaya Bebas 15 meter.
  • Meluncur dari dinding kolam, disusul Gaya Punggung 15 meter.
  • Loncat ke air dengan squat jump, disusul 30 detik water treading atau berjalan di air, dibantu lengan dan kaki menuju ke berbagai arah. Bertahan mengambang 30 detik vertikal dengan bantuan gerakan tangan.
    Video lengkap tentang persyaratan ujian renang bisa disaksikan:  Video Renang Diploma C

Takut Air
Untuk umurnya yang belum genap 7 tahun, Alifa Mansini sejatinya termasuk cepat dalam meraih diploma C. Sebab Sarah kawan sekelasnya yang sudah setahun lebih tua, masih menempuh Diploma A. Menurut ibunya, Sarah memiliki trauma terhadap air. Aspek takut air itu yang akan diperhatikan dan diperbaiki oleh sekolah renangnya. Guru-gurunya sudah terdidik untuk memberikan pelatihan berdasarkan standarisasi nasional, di bawah pengawasan dari Asosiasi Renang Nasional Belanda, KNZB.

Sistem pengelompokan Diploma A-B-C itu diterapkan sejak tahun 1998 lalu, dengan tujuan mendidik anak mampu menyelamatkan diri ketika jatuh di parit, sungai atau laut. Maklum Belanda dikelilingi air. Dimanapun kita berada di Belanda ini selalu saja ada air atau kali.

Ranomi Kromowidjojo
Bagi kami Alifa tidak perlu menjadi perenang dunia atau nasional seperti Ranomi Kromowidjojo. Dia cukup menjadi perenang yang bisa menyelamatkan diri ketika ada bahaya air. Apalagi menyadari Belanda berada di bawah permukaan air laut dan sungai, yang secara logika bisa setiap saat terrendam air. Selain karena alasan keamanan, diploma renang bisa memberi jaminan anak semakin menyukai cabang renang. Olah raga yang sangat baik untuk pertumbuhan. Kalau sudah memiliki diploma renang, maka anak bisa leluasa bermain di kolam renang Aqua Mundo di Centre Parcs yang tersebar di seluruh Belanda. Sebab kalau membawa anak ke kolam renang atau ke Aqua Mundo biasanya pengawas akan menanyakan apakah si anak sudah punya diploma.


Tanpa Pelampung
Kalau sudah punya diploma A-B-C maka dia bisa leluasa bermain tanpa dibalut oleh pelambung yang biasanya mengganggu kebebasan anak. Belum lagi kita sebagai orang tua harus terus menjaga anak jangan sampai tenggelam. Alasan lain memiliki ijazah renang di Belanda juga untuk memberikan kesempatan kalau-kalau anak nanti ingin ikut olah raha selancar air atau mendayung, maka dia tidak perlu harus kursus dulu.

Satu lagi manfaat si bungsu sekarang sudah punya ijazah renang C, kami tidak perlu kawatir kalau nanti liburan ke Indonesia di musim hujan. Kalau tiba-tiba kami dikepung banjir, minimal dia bisa menyelamatkan diri.  Informasi berenang bisa dibaca: PortalRenang

Advertisements