Bahasa Indonesia Ramah Binatang

Posted on Updated on

Pekan ini membaca berita menyedihkan lagi dari Indonesia. Kali ini soal si Budi baby Orangutan yang ditemukan terpenjara dalam kandang ayam selama sepuluh bulan. Aduh kasihan, kok teganya ya  padahal secara bahasa, nenek moyang Indonesia sangat ramah kepada binatang.

Orangutan merupakan binatang jenis primata bernama Latin Pongo pygmaeus. Hidupnya sebenarnya hanya hutan pulau Kalimantan dan Sumatra, tapi sekarang ini sudah tersebar di seluruh dunia. Kebun Binatang atau Zoo di berbagai negar memiliki koleksi Orangutan.


Tidak Manusiawi
Kalau membaca berita tentang perlakuan manusia terhadap Orangutan, sangat tidak manusiawi. Ada yang dikandangi berbulan-bulan, ada yang telapak tangannya dijadikan asbak. Bahkan penulis pernah membaca ada orangutan perempuan yang dijadikan pemuas seks.

Ramah Binatang
Eka Tanjung melihat bahwa sejatinya budaya dan Bahasa Indonesia itu ramah binatang. Dalam budaya pewayangan banyak kita temukan tokoh dari kalangan binatang. Bedawang dalam mitologi Bali adalah seekor Penyu penyangga bumi. Lalu Ghanesa sang Gajah. Antareja, ular bumi dan juga Hanoman, si kera putih. Belum lagi Jatayu dan Sempati sejenis burung yang berjasa dalam cerita Ramayana. Itu semua di masa lalu.

Di sini penulis ingin memaparkan kontras hari ini dengan masa lalu. Sepertinya di zaman sekarang ini Indonesia tidak lagi seramah dahulu kepada satwanya. Tidak seperti dulu yang lebih menghormati satwa dan alamnya. Eka Tanjung tidak ingin mencari dan mengupas panjang lebar mencari penyebab dan memburu pelakunya. Hanya ingin menyampaikan ungkapan orang Belanda tentang bahasa dan budaya Indonesia.

Saya mendengar penuturan pria Belanda yang aku jumpai dalam sebuah pesta budaya Indonesia seperti acara Imlek di Almere.

“Bahasa dan Bangsa Indonesia itu sangat ramah kepada binatang. Coba saja perhatikan OrangUtan. Orang adalah Manusia. Dan Utan adalah Hutan. Sangat menakjubkan sekali mengangkat derajat binatang setara dengan manusia,” ungkapnya.

Cerita itu terdengar di telingaku seperti lagu indah. Sambil berbunga-bunga dan mata merem melek, saya bingung untuk menanggapinya. Karena pada saat yang berbarengan benak saya ngelantur sedih karena ingat berita dua bulan sebelumnya, ada Orangutan perempuan yang dijual sebagai budak seks di Indonesia.

Sejatinya orang Belanda itu benar. Coba kita lihat binatang dalam kiasan-kiasan bahasa Indonesia. “Wanita itu lembut, jalannya seperti Harimau Lapar.” Trus ada ungkapan bahasa Indonesia yang juga terkesan akrab dengan binatang. “Tadi pagi saya sarapan sama Ayam.” Jadi sepertinya orang ini makan pagi Lontong Sayur dan di sampingnya ada ayam yang sedang makan jagung.

Gembala Kerbau
Penulis merenung dan berharap anak-anak kita generasi penerus masih bisa mengenali dan tumbuh akrab dengan binatang. Ketika masih kecil menjadi penggembala Kerbau di Pendem dekat Gunung Kemukus, Eka Tanjung merasakan keindahan alam dan keakraban dengan binatang. Walaupun sorenya harus mandi karena badan bau ‘prengus’ punggung Kerbau tapi itu kenangan indah dan menumbuhkan kecintaan pada binatang.

Di Belanda ini sayang tidak ada kerbau, karena tidak tahan dingin. Tapi penulis mencoba memperkenalkan kedua anak kami kepada binatang dengan cara mengunjungi kebun binatang atau taman hewan Kinderboerderij di pinggir kampung. Setiap kompleks di Belanda punya satu taman binatang atau Kinderboerderij. Berupa kandang berisi binatang seperti Ayam, Kambing, Kelinci, Kuda, Keledai. Anak-anak diperbolehkan mengelus dan memegang binatang itu. Tentu saja atas seizin pengurus.

Tablet dan Prengus
Penulis menyaksikan kegembiraan pada anak-anak ketika mereka berinteraksi dengan hewan-hewan itu. Kegembiraannya beda dengan anak yang selesai main games di Tablet atau di Komputer. Anak yang selesai main komputer matanya merah dan berkedip-kedip. Sedangkan anak yang selesai mengelus kambing dan memberi makan ayam, badannya bau prengus tapi mukanya ceria. Semoga hewan-hewan itu juga senang kalau diajak ngobrol oleh anak-anak dalam bahasa Indonesia yang ramah binatang.

Advertisements