Dua Jam, Pengantar Koran Raup Rp. 6 Juta!

Posted on Updated on

Coin Euro

Tukang antar koran di Belanda berpesta tiap akhir tahun. Pendapatannya bisa sampai Rp. 6 juta dalam dua jam.

Sudah menjadi tradisi di Belanda ini, kalau di akhir tahun penduduk menyiapkan uang kepingan koin  € 0,50, € 1,- atau € 2,- di rumahnya. Recehan itu untuk pengantar koran dan folder iklan dari rumah ke rumah.

Bel Pintu
Antara tanggal 20 – 24 Deseber, berapa pengantar koran dan reklame ini akan datang bawa koran atau selebaran iklan. Berbeda dari biasanya, ia kali ini akan memijit bel rumah, “ting-tong” dan menyerahkan langsung kertas itu.  Biasanya dia menyertakan kartu Natal dan Tahun Baru. Dan memperkenalkan diri seraya berujar “Selamat Menyambut Natal dan Tahun Baru.”

Mana Angpao?
Remaja ini akan diam dan nunggu barang setengah menit, yang intinya. “Mana, nih Angpaonya?!”  Penulis sudah 20 tahun apal dan melihat hal yang sama di Almere, Utrecht maupun di Nieuwegein.

Wilayah penyebaran koran per anak bisa sampai 1000 alamat. Dengan pukul rata, 500 memberi uang €1,- maka hasilnya sekali ngider bisa dapat € 500. Sekitar Rp. 7,5 juta, itu angka yang fantastis men! Bonus THR senilai dengan kerja dia selama 3 bulan.

Ini sudah jadi tradisi di Belanda. Sejatinya kita tidak wajib memberi uang ke pengantar folder dan koran gratis. “Toh akhirnya kertas-kertas itu langsung mendarat ke tempat sampah.” Apalagi di zaman sekarang ini iklan yang sama bisa dilihat di internet.

Mau Kerja
Penulis memilih memberi, lebih karena kasihan, dan rasa ingin mendidik saja kepada anak-anak ini. Bahwa “kalau kamu bekerja dengan baik, akan memetik hasilnya.”

Mengantar koran lebih baik daripada diam sambil memainkan jari jemari dan mata memandangi layar Tablet dan Smart-Phone sambil cengigisan! Remaja pengantar koran ini, mungkin juga doyan main tablet, tapi dia masih bisa cari uang sendiri. Dan di akhir tahun dapat bonus ge-de.

Tatapan Bermakna
Kembali ke cerita di depan pintu. Dari tatapan mata si anak terpancar ungkapan tidak tertulis yang berarti: Mana recehnya?

Bahasa isyarat itu mirip anak kecil di Indonesia yang baru saja disuruh paman atau ayah membeli rokok atau voucher ke warung. Tangannya menyerahkan sebungkus rokok atau voucher, berserta uang kembalian. Mata si anak, melempar pesan.. “Recehan ini, untuk siapa ya?”

Sebenarnya perbandingan bahasa isyarat pengantar koran lebih mirip dengan Pengamen di Indonesia. Datang tak diundang, pulang minta recehan. Tatapan matanya sama.. “Aku kan sudah nyanyi.. haus nih.. untuk beli minumnya mana?”  Akhirnya kita tidak bisa menolaknya.

Kerja Sambilan
Dalam Bahasa Belanda profesi pengantar koran disebut dengan Krantenloper atau Folderbezorger. Pekerjaan ini bersifat sambilan untuk satu sampai dua hari seminggu. Sekali mengider koran atau folder biasanya memakan waktu satu sampai dua jam.

Anak sekolah setingkat SMP di Belanda biasanya mencari tambahan uang saku dari perkerjaan ini. Tidak menghabiskan banyak waktu dan tidak perlu keahlian khusus, cukup kondisi fisik yang prima. Karena koran itu kalau masih bertumpuk, cukup berat. Bagi seorang remaja tidak masalah karena fisik masih bugar dan hanya butuh satu sampai dua jam per ronde.

Gonggongan Anjing
Walaupun kadang dihadapkan masalah: Gonggongan Anjing Galak, Hujan-Salju serta Badai tapi kalau sudah dekat Natal seperti sekarang ini, mereka semangat karena bonusnya lumayan besar.

Dengan uang Rp. 7 jutaan di kantong, para remaja ini perlu hati-hati juga jalan sendirian. Sebab tidak jarang ada aksi pemalakan atau perampokan yang menyasar pada remaja yang baru dapat Angpao. Jangan sampai, ingin Untung malah Buntung!

Advertisements