Sirsak Berasal dari Belanda

Posted on Updated on

Buah Indonesia, Buah Enak, Sirsak dari Belanda, Eka Tanjung, Serbalanda
Buah Sirsak Kalengan

Buah Sirsak sudah dikenal luas di Indonesia. Semua orang menyukainya, apalagi buah ini memiliki khasiat yang multi kebaikan.

Semut Hitam
Sejak kecil di kampung dekat Gunung Kemukus di Sumberlawang dahulu saya sudah mengenal buat Sirsak. Rasanya masam campur manis kalau sudah matang. Apalagi nenek saya di kampung Ngandul itu punya beberapa pohon Sirsak. Walaupun banyak dihuni Semut Hitam, tapi dua pohon itu rajin memberikan buahnya. 

Kaos Oblong Paman
Nenek saya biasanya membiarkan buah Sirsak matang di pohon, dengan cara ditutupi atau dibungkus dengan kaos oblong bekas Paman Amat Sabaryo atau Mbah Kakung. Setelah dua pekan, kain putih berbahan kaos itu pun hancur karena kehujanan dan kepanasan. Tapi buah Sirsak didalamnya menjadi empuk dan matang di pohon.

Manfaat
Dahulu nenek biasanya membelah buah itu dan membagi kepada saya dan adik-adik. Kami tinggalnya memang di samping rumah Mbah Kakung dan Eyang Putri di samping SD Ngandul 1 yang bangunannya masih dari zaman Belanda. Nenek memberikan Sirsak begitu saja kepadaku tanpa menceritakan manfaat dari buah yang satu ini. Sampai sekarang saya masih tidak yakin apakah Nenek sudah tahu betul manfaatnya seperti ditulis di blognya Sahabat Noah ini.

Kata Belanda
Satu hal lagi yang saya juga tidak yakin apakah Nenek dan banyak orang di Indonesia tahu bahwa nama Sirsak itu berasal dari kata Bahasa Belanda? “Zuurzak” yang arti letterlijk : “Kantong Masam.” Saya juga baru menyadari nama Belandanya sejak kemarin sore. Ketika sedang belanja bulanan di toko Asia di kota Almere. Dalam perjalanan menuju bagian beras, saya menemukan kaleng buah bergambar Sirsak dan bernama Zuurzak.

Seketika saja pikiran saya teringat pada kampung Ngandul di Sumberlawang dan dua pohon di depan rumah Nenek. Karena rindu, maka saya beli satu kaleng dan memakannya di rumah. Walaupun rasanya tidak seenak buah yang matang di pohon, tapi si Kantong Masam itu sejenak mengobati rinduku pada kampung halaman.

Penulis: Eka Tanjung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s